TAMANLITERATAMANLITERA

ALFIQH Islamic Law Review JournalALFIQH Islamic Law Review Journal

Kabupaten Jember mencatat angka pernikahan anak tertinggi di Jawa Timur. Fenomena pernikahan anak ini menimbulkan berbagai masalah baru, salah satunya adalah meningkatnya angka perceraian. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena pernikahan anak di Kabupaten Jember, menggali latar belakang yang melatarbelakangi praktik tersebut, serta menganalisis pandangan pemuka agama terhadap teks fikih terkait pernikahan anak. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan deskriptif eksploratif, yang berfokus pada pengungkapan fenomena dan solusi terhadap pernikahan anak melalui kajian pembacaan teks fikih oleh para pemuka agama di Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena pernikahan anak di Kabupaten Jember memberikan dampak signifikan bagi para pelakunya. Para pemuka agama di wilayah tersebut menanggapi isu ini dengan menyatakan bahwa kesiapan lahir dan batin merupakan syarat utama dalam pernikahan. Dalam kasus tertentu yang memiliki alasan kuat sesuai dengan peraturan perundang-undangan, para pemuka agama merekomendasikan pemberian dispensasi nikah oleh negara melalui Pengadilan Agama. Pendapat mereka sejalan dengan maqashid syariah kontemporer, khususnya terkait upaya menjaga keutuhan dan keberlanjutan institusi keluarga.

Fenomena pernikahan anak di Kabupaten Jember pada tahun 2023 menunjukkan angka yang tinggi, berdampak buruk bagi para pelakunya, termasuk gangguan ekonomi, ketidakstabilan emosi, dan masalah dalam perkembangan anak, yang pada akhirnya sering berujung pada perceraian.Faktor-faktor yang melatarbelakangi pernikahan anak di daerah ini meliputi rendahnya pendidikan, faktor ekonomi, tekanan sosial, serta kehamilan di luar nikah.Para pemuka agama di Jember menanggapi fenomena ini dengan menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin, serta mengikuti batas usia yang diatur dalam perundang-undangan.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak jangka panjang pernikahan anak terhadap kesejahteraan sosial dan pendidikan generasi muda Jember. Studi juga harus mengevaluasi keefektifan kebijakan pencegahan yang diterapkan pemerintah setempat, seperti program Desa Ramah Perempuan. Selain itu, pengembangan pendekatan intervensi holistik, seperti edukasi keluarga, literasi hukum, dan program pemberdayaan gender, patut menjadi fokus penelitian untuk menurunkan angka pernikahan anak secara berkelanjutan.

Read online
File size567.13 KB
Pages23
Short Linkhttps://juris.id/p-1Bd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test