UNISDAUNISDA

RUNGKAT: RUANG KATARUNGKAT: RUANG KATA

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kode simbolik yang terdapat dalam novel Ny. Talis Kisah Mengenai Madras karya Budi Darma dengan menggunakan pendekatan semiotik. Karya ini dikenal dengan penggunaan simbol-simbol yang kompleks dan mendalam, yang merefleksikan berbagai aspek kehidupan sosial, psikologis, dan kultural masyarakat. Melalui pendekatan semiotik Roland Barthes, penelitian ini menganalisis tanda-tanda dan simbol-simbol yang terdapat dalam narasi, dialog, dan deskripsi yang ada di dalam novel. Analisis dilakukan dengan membedakan makna denotatif (literal) dan konotatif (makna yang lebih dalam), serta mengaitkan simbol-simbol tersebut dengan konteks sosial dan budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Ny. Talis Kisah Mengenai Madras memanfaatkan simbol-simbol tertentu untuk menggambarkan konflik batin para tokoh, relasi sosial yang rumit, serta kekuatan budaya yang mempengaruhi kehidupan individu. Kode simbolik yang digunakan oleh Budi Darma berfungsi sebagai medium untuk menyampaikan kritik terhadap nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat, serta sebagai cerminan dari kondisi eksistensial manusia. Simbol-simbol seperti benda, warna, dan tindakan tertentu dalam novel ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar fungsi naratif, yaitu sebagai representasi dari realitas sosial dan psikologis.

Talis Kisah Mengenai Madras merepresentasikan antitesis kehidupan, seperti kehadiran yang berhadapan dengan ketiadaan, serta kebahagiaan yang bertolak belakang dengan kesengsaraan.Simbol-simbol tersebut juga mencerminkan kontradiksi antara realitas dan takhayul dalam kehidupan tokoh.Kode-kode ini berfungsi sebagai cerminan kondisi sosial, kultural, dan eksistensial manusia dalam masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana simbol-simbol dalam karya Budi Darma berubah maknanya ketika dilihat dari perspektif gender, khususnya dalam menggambarkan perempuan desa sebagai sosok kuat secara fisik dan mental, untuk memahami konstruksi identitas perempuan dalam sastra modern Indonesia. Selain itu, perlu diteliti bagaimana hubungan antara manusia dan alam, khususnya melalui simbol burung aneh, dapat mencerminkan kearifan lokal Jawa dalam sastra kontemporer, serta bagaimana simbol kematian dan keterasingan dipahami dalam konteks urbanisasi di kota besar seperti Surabaya. Penelitian baru juga bisa mengeksplorasi mengapa tokoh-tokoh dalam novel ini mengalami ketegangan antara kebahagiaan lahiriah dan penderitaan batin, serta bagaimana hal ini merefleksikan kondisi psikologis masyarakat modern yang hidup di tengah tuntutan sosial yang kontradiktif. Ketiga arah penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang fungsi simbol dalam sastra sebagai cerminan realitas sosial, budaya, dan psikologis yang kompleks. Studi tentang evolusi simbol dalam karya-karya Budi Darma sepanjang waktu juga perlu dilakukan untuk melihat perkembangan pemikirannya. Eksplorasi simbol takhayul dan kepercayaan lokal bisa dilanjutkan untuk melihat pengaruh tradisi terhadap identitas tokoh. Analisis komparatif simbol kematian dalam sastra urban Indonesia bisa mengungkap pola makna yang serupa. Penelitian tentang dinamika cinta dan penolakan seperti dalam hubungan Madras dan Wiwin juga dapat dikembangkan lebih jauh. Semua saran ini berangkat dari temuan dalam penelitian ini dan bertujuan memperkaya kajian semiotik sastra Indonesia. Pemahaman yang lebih mendalam tentang simbolisme lokal sangat penting untuk pengembangan sastra kritik yang kontekstual.

  1. #pendekatan fenomenologi#pendekatan fenomenologi
  2. #eksistensi perempuan#eksistensi perempuan
Read online
File size333.05 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2kZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test