STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Dialog antar umat beragama adalah solusi yang diperlukan untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan saling pengertian. Dialog antar agama ini memungkinkan umat beragama untuk mengenal dan menghargai perbedaan tanpa mengorbankan identitas agama masing-masing. Seorang teolog Protestan John Hick berpendapat bahwa pluralisme agama bukanlah sebuah hambatan, tetapi sebuah kesempatan untuk menyelami kedalaman dan kebenaran yang ada. Agama Protestan sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam memperkaya dialog antar umat beragama. Sejak zaman reformasi, ajaran-ajaran Protestanisme lebih menekankan pentingnya misi dan penginjilan. Sedangkan, dalam era modern ini, banyak Gereja Protestan telah beralih untuk melihat dialog agama sebagai kesempatan untuk membangun kerja sama international dalam masalah-masalah sosial, sambil tetap setia pada ajaran Kristiani.

Dialog antar umat beragama menjadi semakin penting dalam konteks global yang semakin pluralistik.Di tengah keragaman agama dan budaya yang ada, dialog ini berperan sebagai jembatan untuk menciptakan pemahaman, toleransi dan kerja sama antar umat beragama.Ketegangan agama yang sering muncul sebagai akibat dari ketidaktahuan terhadap ajaran agama lain dapat diatasi melalui komunikasi yang terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan.Dalam hal ini, dialog bukan hanya menjadi ruang untuk berbagai ajaran agama, tetapi juga untuk berkolaborasi dalam isu-isu global yang mempengaruhi umat manusia seperti kemiskinan, perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana gereja-gereja Protestan di berbagai konteks sosial dan kultural dapat mengembangkan model dialog antar agama yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai peran teologi inklusif dalam mempromosikan toleransi dan kerja sama antar umat beragama, serta bagaimana teologi ini dapat diimplementasikan dalam praktik pastoral dan pendidikan agama. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana gereja Protestan dapat berkontribusi dalam mengatasi tantangan-tantangan global seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan sosial melalui dialog dan kerja sama lintas agama, dengan fokus pada pengembangan solusi-solusi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan pemahaman dan praktik dialog antar agama yang konstruktif dan berdampak positif bagi masyarakat.

  1. #pendidikan agama#pendidikan agama
  2. #pendidikan agama katolik#pendidikan agama katolik
Read online
File size289.85 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2fT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test