STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Perjumpaan Yesus dan Perempuan Samaria di Sumur Yakub, membawa manfaat yang besar bagi perempuan Samaria yakni pertobatan sejati, ia yang dulunya tidak mengenal Yesus, akhirnya menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias sumber air hidup, hanya melalui Dia segala permasalahan dan persoalan hidup dapat teratasi. Tulisan ini melakukan penelitian terhadap Yesus sebagai air hidup dan implikasinya bagi umat beriman dalam Yohanes 4:1-26. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian literatur atau kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa perjumpaan Yesus dan Perempuan Samaria bukanlah suatu perjumpaan biasa tetapi perjumpaan yang berisi tentang pewartaan yang mendatangkan keselamatan bagi perempuan Samaria itu sendiri dan juga bagi semua orang. Dalam perjumpaan itu Yesus memberikan diri-Nya sebagai Air Hidup, barangsiapa yang meminumnya tidak akan haus lagi, melainkan akan memperoleh hidup yang kekal. Tidak ada sesuatu pun yang ada di dunia ini dapat memberikan kepuasan atau dahaga yang kekal, sekalipun itu minum-minuman keras (miras) atau praktek perdukunan tidak dapat memberikan jaminan apa-apa, hanya Yesus saja yang dapat memberikan kepuasaan dan kebahagiaan kekal bagi semua yang membutuhkannya.

Yesus dipahami sebagai sumber air hidup yang memberi kepuasan rohani dan kehidupan kekal, menjadikan perjumpaan dengan Perempuan Samaria sebagai bukti nyata kasih Allah yang mengubah hidup.Temuan penelitian menegaskan bahwa masalah manusia tidak dapat diselesaikan tanpa melibatkan Tuhan, karena alternatif duniawi seperti miras dan perdukunan hanya memberikan kepuasan sementara.Oleh karena itu, iman kepada Yesus sebagai air hidup menjadi kunci utama bagi umat beriman dalam mengatasi pergumulan hidup.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana metafora “air hidup dipahami oleh komunitas Kristen Indonesia modern dalam konteks peningkatan ketahanan mental bagi individu yang berhadapan dengan kecanduan alkohol, dengan menggunakan pendekatan survei psikologis dan wawancara mendalam. Selanjutnya, sebuah studi komparatif etnografi dapat membandingkan peran ritual air suci versus mekanisme coping sekuler seperti konsumsi minuman keras atau praktik dukun pada populasi perkotaan dan pedesaan, untuk mengidentifikasi faktor-faktor budaya yang mempengaruhi pilihan coping tersebut. Akirnya, pengembangan dan evaluasi program konseling pastoral yang mengintegrasikan konsep “air hidup dapat diuji efektivitasnya dalam mengurangi ketergantungan pada alkohol dan praktik perdukunan di antara kelompok rentan, dengan mengukur perubahan tingkat stres, kepuasan hidup, serta peningkatan partisipasi gerejawi melalui desain eksperimen terkontrol yang membandingkan kelompok yang menerima konseling berbasis “air hidup dengan kelompok yang menerima konseling konvensional.

  1. #sumber air#sumber air
  2. #gotong royong#gotong royong
Read online
File size334.62 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2fS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test