UMJ PremiumUMJ Premium

KAIS Kajian Ilmu SosialKAIS Kajian Ilmu Sosial

Berjalannya roda organisasi tidak lepas dari fungsi manajemen yang dijalankannya. Hal ini berkaitan dengan banyak unsur, baik program, struktur kepengurusan, dan lain sebagainya. Dengan adanya manajemen yang baik, maka roda organisasi akan berjalan semestinya menuju tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen organisasi yang digunakan biasanya disebut POAC atau Planning (Perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (Pengarahan), serta Controling (Pengendalian). Sahabat Foundation sebagai salah satu lembaga pelayanan manusia, menggunakan fungsi ini dalam menjalankan setiap programnya. Dimulai dari perencanaan program karena adanya kebutuhan dari masyarakat sekitar mengenai isu penyalahgunaan NAPZA, pengorganisasian di mana masing-masing petugas memiliki perannya masing-masing, direktur utama memberikan mandat dan pengarahan kepada setiap koordinator mengenai tugas dan program yang dijalankan, serta dilakukan pengendalian dengan adanya pelaporan per periode dari setiap kegiatan yang dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara atau mendengarkan langsung penjelasan dari salah satu staf Sahabat Foundation. Manfaat dari penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana fungsi manajemen yang digunakan Sahabat Foundation selama menjalankan programnya.

Penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Sahabat Foundation mengimplementasikan model manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam layanan rehabilitasi pecandu NAPZA, dimana keempat elemen tersebut menjadi modal utama operasional organisasi.Sistem kerja bersifat kekeluargaan dengan mekanisme rolling job‑desk memungkinkan staf melakukan berbagai peran secara bergantian, sementara proses perencanaan selalu dimulai dengan assessment kebutuhan.Namun, terdapat kelemahan pada kebijakan kepegawaian yang belum memadai, menyebabkan turnover staf yang tinggi dan memerlukan perbaikan agar manajemen operasional dapat berjalan optimal.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana penerapan model manajemen POAC berpengaruh terhadap hasil rehabilitasi pecandu NAPZA dengan menggunakan pendekatan campuran antara survei kuantitatif dan wawancara mendalam, sehingga dapat mengukur secara objektif peningkatan kesehatan dan reintegrasi sosial klien. Selain itu, penting untuk membandingkan sistem kerja “rolling job‑desk yang bersifat kekeluargaan dengan struktur divisi tetap dalam hal kepuasan kerja, motivasi, dan tingkat turnover staf, guna menemukan model organisasi yang paling efektif untuk lembaga sosial. Selanjutnya, penelitian dapat merancang dan menguji standar prosedur operasional (SOP) serta modul pelatihan terstandarisasi bagi relawan, kemudian menilai dampaknya terhadap kualitas layanan, konsistensi pelaksanaan program, dan kepatuhan terhadap kebijakan kepegawaian. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memberikan bukti empiris bagi pengembangan kebijakan internal Yayasan Sahabat Foundation serta menjadi referensi bagi organisasi sosial serupa dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan program rehabilitasi.

Read online
File size543.88 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test