STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Transformasi manajemen sekolah menuju model kolaboratif berbasis budaya organisasi partisipatif menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan pengembangan kurikulum yang relevan dan adaptif di era pendidikan modern. Masih dominannya pola manajemen sentralistik di sekolah-sekolah Indonesia menyebabkan rendahnya partisipasi warga sekolah dalam pengambilan keputusan kurikulum, sehingga kurikulum yang dihasilkan kurang kontekstual dan tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan peserta didik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode pustaka dan analisis deskriptif-analitis terhadap literatur dan studi kasus empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan budaya partisipatif, kepemimpinan kolaboratif, komunikasi terbuka, pelatihan berkelanjutan, serta budaya evaluasi dan perbaikan secara konsisten merupakan fondasi utama dalam menciptakan kurikulum yang responsif. Sekolah yang mengadopsi manajemen partisipatif terbukti lebih adaptif terhadap perubahan, meningkatkan rasa memiliki, serta memperkuat kolaborasi seluruh komponen sekolah. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa transformasi budaya organisasi menuju pola partisipatif merupakan strategi kunci untuk pengembangan kurikulum yang kontekstual, efektif, dan bekerlanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang menyeluruh.

Transformasi budaya organisasi sekolah menuju pola partisipatif dan kolaboratif merupakan kunci utama dalam pengembangan kurikulum yang relevan, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik serta dinamika lingkungan sekolah.Keterbukaan komunikasi dan penguatan rasa memiliki terbukti memperkuat partisipasi aktif seluruh warga sekolah, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang sehat, inovatif, dan produktif.Pelatihan dan pengembangan kapasitas berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas manajemen sekolah serta kesiapan menghadapi perubahan kurikulum dan teknologi pendidikan.Selain itu, budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang terintegrasi dalam tata kelola sekolah mendorong terciptanya siklus perbaikan yang adaptif dan inovatif, serta memastikan setiap kebijakan dan program pendidikan selalu relevan dengan kebutuhan kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang dari implementasi budaya organisasi partisipatif terhadap kualitas pendidikan di berbagai tingkat sekolah. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memfasilitasi partisipasi warga sekolah, khususnya di daerah dengan akses terbatas. Peneliti juga dapat mengevaluasi efektivitas model kepemimpinan kolaboratif dalam konteks budaya lokal yang beragam, termasuk perbandingan antara sekolah swasta dan negeri. Penelitian tentang integrasi kurikulum Merdeka Belajar dengan pendekatan partisipatif juga bisa menjadi arah studi baru. Terakhir, mempelajari dampak pelatihan berkelanjutan terhadap pengembangan kapasitas guru dalam konteks perubahan kurikulum nasional dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang keberhasilan implementasi kurikulum.

Read online
File size260.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test