UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN
Al-KalamAl-KalamPenelitian jenis *ex post facto* bertujuan menjawab rumusan masalah, yaitu 1) bagaimana penerapan manajemen kelas di MTs. Negeri Gowa?, 2) bagaimana aktivitas belajar peserta didik di MTs. Negeri Gowa?, dan 3) apakah penerapan manajemen kelas berpengaruh positif terhadap peningkatan aktivitas belajar peserta didik di MTs. Negeri Gowa? Penelitian dilakukan pada populasi sebesar 649 orang yang disampel dengan teknik proportionate stratifield random sampling sebesar 5% atau 33 orang peserta didik dengan menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data untuk dianalisis dengan teknik statistik, baik statistik deskriptif maupun statistik inferensial. Melalui analisis data, diperoleh kesimpulan, yaitu 1) persentase rerata penerapan manajemen kelas sebesar 76.30855% > 75%, berarti penerapan manajemen kelas di MTs. Negeri Gowa dinyatakan positif, 2) persentase rerata aktivitas belajar peserta didik sebesar 80.4867% > 75%, berarti aktivitas belajar peserta didik di MTs. Negeri Gowa dinyatakan positif, 3) uji regresi sederhana menghasilkan persamaan regresi sebesar Ý = 0.0308902 1.077006 (99) = 0.0308902 106.6236 = 106.6545, berarti nilai aktivitas belajar peserta didik diperkirakan menjadi 106.6545 bila nilai penerapan manajemen kelas dinaikkan menjadi 99 atau untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik sebesar 1, maka nilai rerata penerapan manajemen kelas harus dinaikkan sebesar (99 : 106.6545) = 0.928231. Artinya, penerapan manajemen kelas efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik karena nilai yang diperoleh lebih besar dari nilai yang dikeluarkan (1 > 0.928231). Implikasinya, manajemen kelas menurut teori yang dikaji dapat diterapkan di MTs. Negeri Gowa karena hasilnya positif, peserta didik di MTs. Negeri Gowa dapat beraktivitas belajar sesuai teori yang dikaji karena hasilnya positif, dan aktivitas belajar peserta didik dapat ditingkatkan melalui penerapan manajemen kelas karena hasilnya berpengaruh positif.
Persentase rerata penerapan manajemen kelas sebesar 76.30855% > 75%, berarti penerapan manajemen kelas di MTs.Persentase rerata aktivitas belajar peserta didik sebesar 80.4867% > 75%, berarti aktivitas belajar peserta didik di MTs.Penerapan manajemen kelas efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik karena nilai yang diperoleh lebih besar dari nilai yang dikeluarkan.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi aktivitas belajar peserta didik selain penerapan manajemen kelas, seperti peran orang tua, lingkungan sosial, atau karakteristik individu peserta didik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model manajemen kelas yang lebih adaptif dan sesuai dengan konteks sekolah madrasah, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan sumber daya yang tersedia. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen kelas yang berbeda dalam meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran tertentu, sehingga guru dapat memilih strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
| File size | 337.04 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Guru berperan aktif menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendorong anak berekspresi bebas. Perencanaan pembelajaran dilakukan denganGuru berperan aktif menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendorong anak berekspresi bebas. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Teachers perceived that the visual, interactive, and semiotic features of AR can transform abstract mathematical concepts into concrete and meaningfulTeachers perceived that the visual, interactive, and semiotic features of AR can transform abstract mathematical concepts into concrete and meaningful
IAIDUKANDANGANIAIDUKANDANGAN Namun, penerapan juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital di kalangan guru, dan kurangnya kebijakanNamun, penerapan juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital di kalangan guru, dan kurangnya kebijakan
SAINTISPUBSAINTISPUB Guru-guru di TK Pembina telah menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kemampuan mengelola kelas secara efektif,Guru-guru di TK Pembina telah menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kemampuan mengelola kelas secara efektif,
IPMIIPMI Pada era kini, Kecerdasan Buatan (AI) diartikan sebagai sistem cerdas yang didasarkan pada dataset yang sangat besar dan mampu menganalisis lingkunganPada era kini, Kecerdasan Buatan (AI) diartikan sebagai sistem cerdas yang didasarkan pada dataset yang sangat besar dan mampu menganalisis lingkungan
FIP UNGFIP UNG Sekolah tidak hanya menerima siswa reguler saja namun juga dapat menerima siswa berkebutuhan khusus, oleh karena itu sekolah semacam ini dapat disebutSekolah tidak hanya menerima siswa reguler saja namun juga dapat menerima siswa berkebutuhan khusus, oleh karena itu sekolah semacam ini dapat disebut
FIP UNGFIP UNG Subjek penelitian ini adalah 6 orang tua dan 3 guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. KolaborasiSubjek penelitian ini adalah 6 orang tua dan 3 guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kolaborasi
STAINUPASTAINUPA Metode penelitian dalam studi ini adalah tinjauan pustaka. Dalam tinjauan pustaka ini, peneliti tidak hanya membaca literatur, tetapi juga melakukan evaluasiMetode penelitian dalam studi ini adalah tinjauan pustaka. Dalam tinjauan pustaka ini, peneliti tidak hanya membaca literatur, tetapi juga melakukan evaluasi
Useful /
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan 3 orang laboran, 5 orang dosen, dan 5 orangPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan 3 orang laboran, 5 orang dosen, dan 5 orang
WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE Fokus utamanya adalah memahami efektivitas pendekatan kurikulum pendidikan karakter dalam membentuk perilaku positif siswa, khususnya dalam mencegah tindakanFokus utamanya adalah memahami efektivitas pendekatan kurikulum pendidikan karakter dalam membentuk perilaku positif siswa, khususnya dalam mencegah tindakan
MACHUNGMACHUNG Aplikasi seperti Autopod menawarkan fitur untuk menyederhanakan pengeditan, namun keterlibatan manusia krusial untuk memastikan konteks, kreativitas, danAplikasi seperti Autopod menawarkan fitur untuk menyederhanakan pengeditan, namun keterlibatan manusia krusial untuk memastikan konteks, kreativitas, dan
LSPRLSPR Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Agenda setting.Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Agenda setting.