STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniAr-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen kelas dalam meningkatkan kreativitas belajar anak usia 4–5 tahun di RA Mutiara Kragilan Kabupaten Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelompok A, dan peserta didik usia 4–5 tahun. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kelas yang diterapkan guru mencakup penataan ruang yang fleksibel, pembagian sudut aktivitas (seni, baca, balok), penggunaan media pembelajaran variatif, serta penerapan rutinitas yang konsisten. Guru berperan aktif menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendorong anak berekspresi bebas. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan individual anak dan melibatkan pendekatan kolaboratif antar guru. Hambatan berupa keterbatasan sarana diatasi melalui kreativitas guru dalam memanfaatkan bahan sederhana. Temuan ini sejalan dengan teori Vygotsky dan Piaget bahwa kreativitas anak berkembang melalui interaksi sosial, dukungan lingkungan, serta pengalaman belajar yang konkret dan eksploratif.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi manajemen kelas dalam meningkatkan kreativitas peserta didik usia 4–5 tahun di RA Mutiara Kragilan Kabupaten Serang, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran yang kreatif dan efektif sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kelas secara terencana, terstruktur, dan fleksibel.Guru tidak hanya berfokus pada penataan ruang fisik, tetapi juga mampu mengatur aktivitas, memilih media yang bervariasi, mengelola waktu dengan efektif, serta membangun komunikasi yang positif dengan anak.Pengelolaan kelas yang demikian menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong anak untuk berekspresi secara bebas melalui berbagai kegiatan di sudut baca, seni, dan balok.Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak menemukan ide, menyelesaikan masalah, dan berkolaborasi dengan teman sebaya.Dukungan kepala sekolah, rekan guru, serta partisipasi aktif orang tua turut memperkuat keberhasilan strategi manajemen kelas yang kreatif dan berorientasi pada pengembangan potensi anak.Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya pemahaman tentang konsep manajemen kelas pada pendidikan anak usia dini.Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas tidak hanya berfungsi untuk menjaga ketertiban dan disiplin, tetapi juga sebagai sarana penting untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, dan kemandirian anak.Temuan ini mempertegas relevansi teori perkembangan Vygotsky tentang pentingnya lingkungan sosial dan dukungan guru dalam mengoptimalkan potensi belajar anak melalui interaksi yang bermakna.Dengan demikian, strategi manajemen kelas yang fleksibel dan berpusat pada anak terbukti mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini secara seimbang.Dari sisi praktis, penelitian ini memberikan panduan yang dapat diterapkan oleh guru PAUD dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam mengelola pembelajaran yang kreatif.Guru diharapkan mampu merancang kegiatan yang adaptif terhadap kebutuhan dan karakteristik anak, menggunakan media pembelajaran sederhana namun inovatif, serta menciptakan suasana belajar yang memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi.Lingkungan kelas yang mendukung, pengaturan waktu yang terencana, serta komunikasi yang terbuka antara guru dan orang tua akan memperkuat terbentuknya iklim belajar yang positif.Pendekatan ini dapat dijadikan model pembelajaran yang inspiratif bagi lembaga PAUD lain dalam mengembangkan kreativitas dan semangat belajar anak.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara berbagai lembaga PAUD dengan latar belakang yang beragam, dengan tujuan mengidentifikasi strategi manajemen kelas yang paling efektif dalam meningkatkan kreativitas belajar anak. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan anak, dengan menggunakan pendekatan berbasis proyek dan permainan edukatif. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung strategi manajemen kelas yang kreatif, serta bagaimana kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dapat memperkuat iklim belajar yang positif dan mendorong kreativitas anak.
| File size | 301.31 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWUNW Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dengan model penelitian Kemmis & Mc Taggart. Subjek penelitianPenelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dengan model penelitian Kemmis & Mc Taggart. Subjek penelitian
STAI YPBWISTAI YPBWI Subjek penelitian terdiri atas guru, kepala sekolah, orang tua, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi aktivitas bermain,Subjek penelitian terdiri atas guru, kepala sekolah, orang tua, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi aktivitas bermain,
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis 35 artikel terpilih periode 2020-2025 yang berfokus pada deteksiPenelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis 35 artikel terpilih periode 2020-2025 yang berfokus pada deteksi
YAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURANYAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURAN Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan eksploratif berbasis panca indra merupakan strategi efektif dalam pendidikan anak usia dini karena mampu meningkatkanPenelitian ini menegaskan bahwa kegiatan eksploratif berbasis panca indra merupakan strategi efektif dalam pendidikan anak usia dini karena mampu meningkatkan
AN NADWAHAN NADWAH Evaluasi berkala melalui catatan harian, anekdot, hasil karya, dan laporan akhir semester memberikan gambaran nyata tentang perkembangan anak dan efektivitasEvaluasi berkala melalui catatan harian, anekdot, hasil karya, dan laporan akhir semester memberikan gambaran nyata tentang perkembangan anak dan efektivitas
POLITAPPOLITAP Dukungan keluarga, pendidik, dan masyarakat melalui penciptaan simbol sosial dan interaksi yang sehat sangat penting untuk memperkuat identitas serta memungkinkanDukungan keluarga, pendidik, dan masyarakat melalui penciptaan simbol sosial dan interaksi yang sehat sangat penting untuk memperkuat identitas serta memungkinkan
STAINUPASTAINUPA Itulah factor penghambat dalam manajemen kelas di MI Nurrohman Donorojo. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara dengan kepala sekolah MI NurrohmanItulah factor penghambat dalam manajemen kelas di MI Nurrohman Donorojo. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara dengan kepala sekolah MI Nurrohman
MAHARDIKAMAHARDIKA Kekurangan asupan nutrisi dapat berdampak langsung terhadap perkembangan otot, otak dan syaraf sebagai faktor utama perkembangan anak. Tujuan penelitianKekurangan asupan nutrisi dapat berdampak langsung terhadap perkembangan otot, otak dan syaraf sebagai faktor utama perkembangan anak. Tujuan penelitian
Useful /
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG The photovoltaic experiment provided a simple, affordable method to determine Plancks constant through empirical learning. This experiment allowed studentsThe photovoltaic experiment provided a simple, affordable method to determine Plancks constant through empirical learning. This experiment allowed students
MACHUNGMACHUNG Pemanfaatan AI maksimal dapat mengefisiensi waktu dan biaya operasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif untukPemanfaatan AI maksimal dapat mengefisiensi waktu dan biaya operasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif untuk
MACHUNGMACHUNG Uji coba terhadap 29 siswa menunjukkan bahwa media ini tergolong cukup baik sebagai penunjang pembelajaran krisis identitas, meskipun belum efektif dalamUji coba terhadap 29 siswa menunjukkan bahwa media ini tergolong cukup baik sebagai penunjang pembelajaran krisis identitas, meskipun belum efektif dalam
STAINUPASTAINUPA Kepala madrasah harus menangani seluruh kegiatan agar semua potensi yang ada di madrasah berfungsi secara optimal dalam mendukung tujuan pendidikan madrasah.Kepala madrasah harus menangani seluruh kegiatan agar semua potensi yang ada di madrasah berfungsi secara optimal dalam mendukung tujuan pendidikan madrasah.