STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG

VariabelVariabel

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengevaluasi pengelolaan limbah medis di Fakultas Kedokteran Hewan dengan studi kasus di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya serta menganalisis keterkaitannya dengan nilai tanggon sebagai dasar penguatan karakter tanggung jawab lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan 3 orang laboran, 5 orang dosen, dan 5 orang mahasiswa, serta 2 orang tenaga kebersihan, dan analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah medis di FKH UWKS sudah berjalan cukup baik walau belum sepenuhnya memenuhi standar regulasi. Pemilahan limbah dan kerja sama dengan pihak ketiga berizin telah dilakukan, tetapi masih terdapat kendala berupa ketidakteraturan pengambilan limbah, potensi penumpukan limbah biologis, serta praktik penanganan limbah kimia yang belum sesuai rekomendasi WHO dan peraturan Kementerian LH. Nilai tanggon berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan limbah sivitas akademika, namun pemahaman mahasiswa tentang risiko limbah medis dan implementasi nilai tersebut masih bervariasi. Diperlukan penguatan edukasi, penyempurnaan SOP, dan integrasi nilai tanggon dalam kegiatan praktikum untuk mewujudkan sistem pengelolaan limbah medis yang lebih aman, berkelanjutan, dan berkarakter.

Pengelolaan limbah medis di FKH UWKS telah dilaksanakan namun masih belum memenuhi standar pengelolaan limbah medis seperti diatur dalam pedoman WHO, Permenkes, dan regulasi KLH dan Kehutanan.ketidakteraturan jadwal pengambilan limbah, potensi penumpukan limbah biologis, serta prosedur pengelolaan limbah kimia yang belum seluruhnya sesuai praktik terbaik.Volume limbah yang dihasilkan setiap bulan cukup besar menunjukkan bahwa pengelolaan yang sistematis dan konsisten sangat diperlukan untuk mencegah risiko kontaminasi lingkungan dan kesehatan manusia maupun hewan.Nilai tanggon berperan positif dalam membentuk perilaku dan tanggung jawab sivitas akademika terhadap pengelolaan limbah medis.Namun, pemahaman mahasiswa mengenai risiko limbah medis dan makna nilai tanggon masih beragam, sehingga memerlukan penguatan melalui integrasi nilai karakter dalam pembelajaran praktikum, pelatihan keselamatan laboratorium, dan penegakan disiplin pengelolaan limbah.perlunya peningkatan kapasitas SDM, penyeragaman SOP lintas laboratorium serta penerapan green laboratory untuk meminimalkan limba dari sumbernya.

Untuk meningkatkan pengelolaan limbah medis di FKH UWKS, disarankan untuk melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelatihan berkala bagi laboran dan mahasiswa mengenai keselamatan kerja dan pengelolaan limbah. Selain itu, perlu dilakukan penyeragaman standar operasional prosedur (SOP) lintas laboratorium dan penerapan konsep Green Laboratory untuk meminimalkan produksi limbah dari sumbernya. Dengan demikian, pengelolaan limbah medis dapat menjadi lebih aman, berkelanjutan, dan berkarakter, serta mengurangi risiko kontaminasi lingkungan dan kesehatan.

  1. Family role in preserving Javanese culture, values, and language: The challenges in the globalization... journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/article/view/59144Family role in preserving Javanese culture values and language The challenges in the globalization journal uny ac index php humaniora article view 59144
Read online
File size340.23 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test