ALMAATAALMAATA

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)

Latar belakang: Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki prevalensi balita underweight di atas prevalensi nasional, yaitu sebesar 30,5 persen tahun 2010. Proyek perbaikan gizi NICE (nutrition improvement through community empowerment) dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pelayanan gizi masyarakat. Salah satu programnya adalah paket gizi masyarakat (PGM) yang mendapat alokasi dana paling tinggi dibanding proyek NICE yang lain. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh pemberian PGM di Provinsi NTB terhadap peningkatan status gizi balita indeks berat badan menurut umur dan kinerja posyandu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif pada bulan Januari sampai dengan April 2012. Penelitian menggunakan rancangan one group pre and post test design. Penelitian dilaksanakan di 4 kabupaten/kota wilayah NICE mencakup 72 desa/kota yang mendapat PGM dengan jumlah posyandu sebanyak 533 dan 7.975 balita. Pengukuran kinerja posyandu menggunakan kuesioner yang diadopsi dari baseline data collection for NICE project, pengukuran berat badan menggunakan dacin dan indepth interview dilakukan pada pengelola PGM sebelum dan sesudah PGM. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara simple random sampling. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna kinerja posyandu (p<0,001, 95% CI: 9,88-11,05) dan status gizi balita menurut indeks BB/U (p<0,001, 95% CI: -1,23 to -1,32) sebelum dan setelah PGM. PGM meningkatkan kinerja posyandu, tetapi tidak meningkatkan status gizi balita (indeks BB/U). Terdapat faktor pendukung PGM seperti sumber daya manusia, partisipasi lintas sektor, desa, dan tokoh masyarakat serta integrasi dengan program lain. Kesimpulan: Pemberian paket gizi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja posyandu tetapi belum mampu meningkatkan status gizi balita di Provinsi NTB tahun 2011.

Pemberian paket gizi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja posyandu, namun belum mampu meningkatkan status gizi balita di Provinsi NTB pada tahun 2011.Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja posyandu tidak secara otomatis berkorelasi dengan peningkatan status gizi balita.Diperlukan intervensi yang lebih komprehensif dan terpadu untuk mengatasi masalah gizi balita secara efektif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menghambat peningkatan status gizi balita meskipun kinerja posyandu telah ditingkatkan. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif yang lebih mendalam untuk menggali persepsi dan pengalaman masyarakat terkait dengan program gizi yang ada. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas intervensi gizi yang lebih terarah, seperti pemberian makanan tambahan yang spesifik untuk mengatasi kekurangan gizi pada balita, atau pelatihan bagi kader posyandu mengenai konseling gizi yang lebih efektif. Ketiga, penting untuk dilakukan studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang dari program NICE terhadap status gizi balita dan kinerja posyandu, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberlanjutan program. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang program gizi yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Read online
File size498.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test