UWKSUWKS

KARSA NUSANTARAKARSA NUSANTARA

Indonesia memiliki potensi energi arus laut yang besar namun pemanfaatannya masih terbatas karena belum tersedia sistem pemantauan untuk menjaga generator dari kondisi abnormal. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sistem pemantauan yang memadai dalam memantau parameter operasional seperti tegangan, arus, kecepatan, dan suhu yang dihasilkan Permanent Magnet Generator (PMG) pada penerapan pemanfaatan energi hidrokinetik. Sistem pemantauan PMG ini dibuat untuk menganalisis parameter kecepatan putar menggunakan sensor proximity, suhu dengan sensor thermocouple, arus keluaran secara kontinu, CAN bus MCP2515 sebagai komunikasi data dan antarmuka HMI Nextion untuk menampilkan data pemantauan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor proximity memiliki akurasi tinggi dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1.00%, sedangkan thermocouple menunjukkan MAPE sebesar 3.23% dengan bias konsisten ±1°C. Data hasil uji PMG menunjukkan peningkatan tegangan dari 4 VAC pada 49,9 RPM menjadi 23,4 VAC pada 398,2 RPM, serta peningkatan arus dari 1,2 A menjadi 8,5 A pada rentang RPM yang sama, yang mengindikasikan kinerja generator sesuai dengan prinsip induksi elektromagnetik. Sistem ini sebagai deteksi dini terhadap anomali operasional dan mendukung pemeliharaan preventif untuk penggunaan PMG di lingkungan laut.

Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pengembangan sistem pemantauan pada Permanent Magnet Generator (PMG) untuk penerapan energi hidrokinetik, yang menyediakan solusi penting dalam memantau kinerja dan mendeteksi anomali di kondisi operasi yang menantang.Pengujian sistem menampilkan akuisisi data yang akurat, dengan sensor proximity menunjukkan error 0% pada kecepatan menengah hingga tinggi dan sensor thermocouple MAPE 3,23% serta bias ±1°C.Data empiris mengkonfirmasi kinerja PMG sesuai prinsip induksi elektromagnetik, terlihat peningkatan tegangan dan arus seiring kenaikan RPM, sehingga sistem ini memfasilitasi deteksi dini dan pemeliharaan prediktif di lingkungan laut.

Pertama, penelitian lanjutan dapat menilai dampak kondisi lingkungan laut ekstrem, seperti tekanan dan suhu, terhadap keandalan sensor proximity dan thermocouple, sehingga dapat dikembangkan algoritma kalibrasi adaptif yang menyesuaikan parameter sensor secara real‑time. Kedua, pengembangan sistem monitoring dapat diintegrasikan dengan jaringan sensor tambahan yang memantau kebocoran logam dan korosi pada sambungan listrik generator, sehingga memungkinkan deteksi dini kegagalan struktural yang dapat mengancam keselamatan operasional. Ketiga, studi lanjutan sebaiknya mengeksplorasi penggunaan model pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan pola gangguan operasional berdasarkan data historis, sehingga sistem dapat memberikan rekomendasi prediktif untuk tindakan pemeliharaan preventif sebelum kondisi abnormal berkembang menjadi kerusakan nyata.

  1. Calibration of Static System of K-Type Wire Thermocouple | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore.... ieeexplore.ieee.org/document/10709250Calibration of Static System of K Type Wire Thermocouple IEEE Conference Publication IEEE Xplore ieeexplore ieee document 10709250
Read online
File size613.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test