UPGRISUPGRIS

Jurnal Informatika UPGRISJurnal Informatika UPGRIS

Distribusi konten video digital menuntut perlindungan hak cipta yang persisten; namun metode visible watermarking statis masih rentan terhadap manipulasi geometri. Selain itu, evaluasi kuantitatif terhadap ketahanan visible watermarking pada media video berbasis lingkungan pemrograman modern masih terbatas dan umumnya berfokus pada media statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan sistem visible watermarking hibrida pada konten video menggunakan pendekatan eksperimental. Sistem yang diusulkan mengintegrasikan domain spasial, transformasi frekuensi berbasis Discrete Cosine Transform, serta pendekatan multiskala dengan implementasi Python dan OpenCV. Simulasi serangan digital meliputi kompresi, konversi format, resizing, noise, dan cropping, dengan evaluasi menggunakan metrik SSIM, pHash, MSE, dan analisis histogram. Hasil eksperimen menunjukkan ketahanan tinggi terhadap serangan administratif dengan nilai SSIM di atas 0,91 dan pHash melampaui 0,97 pada kompresi H.264 dan konversi format. Namun demikian, fenomena Robustness Paradox teridentifikasi pada serangan cropping, di mana pemotongan area sebesar 12,5 persen pada setiap sisi menyebabkan kegagalan deteksi total dengan lonjakan WM Area MSE hingga 2.304,23, meskipun kesamaan histogram warna tetap tinggi dengan nilai 0,93.

Sistem hybrid visible watermarking berbasis Python berhasil menunjukkan ketahanan tinggi terhadap serangan kompresi dan konversi format dengan nilai SSIM > 0,91 dan pHash > 0,97.Namun, serangan cropping secara ekstrem mengakibatkan kegagalan deteksi watermark meski kualitas visual tetap baik.Penelitian ini menyarankan penggunaan watermark dinamis atau teknik domain frekuensi lanjutan untuk mengatasi kerentanan terhadap pemotongan area.

Pertama, penelitian lanjutan dapat menguji watermark dinamis yang memindahkan posisi logo secara temporal sehingga sulit dihapus melalui crop, sehingga meningkatkan ketahanan terhadap serangan geometris. Kedua, studi selanjutnya dapat menerapkan transformasi frekuensi lanjutan seperti DWT‑SVD untuk menyebarkan informasi watermark di seluruh spektrum frekuensi, sehingga tidak tergantung pada area logo tetap pada frame. Ketiga, evaluasi kombinasi watermark hybrid dengan teknik sinkronisasi berbasis fitur dapat diteliti untuk menambah lapisan keamanan, sekaligus menjaga visibilitas dan kualitas visual tetap tinggi. Dengan meneliti ketiga arah ini secara terpadu, diharapkan ditemukan solusi watermarking video yang lebih adaptif dan tahan lama terhadap berbagai bentuk manipulasi digital.

  1. Application of Invisible Image Watermarking | International Journal of Engineering and Technology. application... sciencepubco.com/index.php/ijet/article/view/18749Application of Invisible Image Watermarking International Journal of Engineering and Technology application sciencepubco index php ijet article view 18749
  2. Uji Deteksi Objek Bentuk Bola Dengan Menerapkan Metode Circular Hough Transform | Wibowo | Jurnal Informatika... journal.upgris.ac.id/index.php/JIU/article/view/8309Uji Deteksi Objek Bentuk Bola Dengan Menerapkan Metode Circular Hough Transform Wibowo Jurnal Informatika journal upgris ac index php JIU article view 8309
  3. Content Based Image Retrieval using Color Histogram and Discrete Cosine Transform. content based retrieval... doi.org/10.14445/22312803/ijctt-v67i9p105Content Based Image Retrieval using Color Histogram and Discrete Cosine Transform content based retrieval doi 10 14445 22312803 ijctt v67i9p105
  4. Deteksi Obyek Manusia Pada Basis Data Video Menggunakan Metode Background Subtraction Dan Operasi Morfologi... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/coreit/article/view/2391Deteksi Obyek Manusia Pada Basis Data Video Menggunakan Metode Background Subtraction Dan Operasi Morfologi ejournal uin suska ac index php coreit article view 2391
Read online
File size576.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test