UNAIRUNAIR
Jurnal Ilmiah Perikanan dan KelautanJurnal Ilmiah Perikanan dan KelautanIdentifikasi spesies ikan laut secara akurat dapat menjadi tantangan karena kesamaan anatomi dan pola warna yang halus, yang sering kali menyebabkan kesalahan klasifikasi selama penilaian ekologis dan operasi perikanan. Metode identifikasi manual memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan terutama dalam lingkungan throughput tinggi seperti pasar ikan. Dalam penelitian ini, transfer learning digunakan untuk mengevaluasi tiga model deep learning ResNet-50, AlexNet, dan GoogLeNet pada total 20.325 gambar dari dua puluh spesies ikan laut yang diperoleh dari Kuantan (Pahang) dan Mengabang Telipot (Kuala Nerus), Malaysia. Semua gambar diklasifikasikan secara morfologis sebagai ikan utuh, kepala, tubuh, dan ekor. Dataset tersebut menjalani prosedur pra-pengolahan yang mencakup penyesuaian ukuran gambar, normalisasi piksel, dan teknik augmentasi data yang terdiri dari rotasi acak (±15°), pembalikan horizontal, penyesuaian kecerahan dan kontras (±20%), dan pemotongan. Kemudian, dataset tersebut dibagi menjadi set pelatihan 80% (16.260 gambar), set validasi 10% (2.032 gambar), dan set uji 10% (2.033 gambar). Pola klasifikasi dianalisis menggunakan matriks kebingungan dan metrik standar seperti akurasi, presisi, dan recall. ResNet-50 menunjukkan kinerja terbaik, mencapai hasil ideal dengan akurasi, presisi, dan recall 100% di setiap kategori. GoogleNet dan AlexNet berada di posisi kedua dan ketiga dengan akurasi masing-masing 99,5% dan 99,4%. Penelitian ini menunjukkan bahwa model deep learning, khususnya ResNet-50, mencapai cara yang akurat dan efisien untuk mengklasifikasikan spesies ikan secara otomatis. Dengan gambar multi-view, augmentasi data, dan transfer learning, model ini berfungsi dengan baik bahkan dalam kondisi visual yang sulit. Hasil ini mendukung penggunaan model dalam pemantauan perikanan real-time, studi keanekaragaman hayati, dan penilaian dampak lingkungan.
Dalam penelitian ini, tiga arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) yaitu ResNet-50, AlexNet, dan GoogLeNet dibandingkan dalam mengklasifikasikan 20 spesies ikan lokal.Menggunakan dataset yang terannotasi dengan baik sekitar 20.000 gambar bawah air yang ditangkap dari berbagai perspektif anatomi, semua model yang diusulkan mencapai akurasi klasifikasi yang tinggi.Di antara tiga model yang diusulkan, ResNet-50 memiliki akurasi klasifikasi tertinggi.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh koneksi skip residual yang membantu mengurangi degradasi pada jaringan yang lebih dalam.Kesalahan klasifikasi minor yang terjadi, seperti pada Pampus argenteus, kemungkinan disebabkan oleh fitur visual yang tumpang tindih dan/atau kualitas gambar yang tidak konsisten.Yang terpenting, penelitian saat ini menunjukkan bahwa dataset yang terlabel dengan baik sangat penting bagi model untuk mengidentifikasi fitur dan simetri yang lebih halus, alih-alih hanya bergantung pada arsitekturnya.Tanpa cukup data yang terlabel, bahkan arsitektur state-of-the-art mungkin akan kesulitan mencapai kinerja klasifikasi yang baik dalam lingkungan bawah air yang heterogen.Hasil menunjukkan bahwa deep learning adalah metode yang layak dan kuat untuk mengklasifikasikan spesies bawah air jika dataset yang cukup terlabel tersedia.Ke depan, hasil penelitian mengidentifikasi beberapa kesenjangan penelitian utama.(i) cakupan taksonomi yang lebih luas, yaitu lebih banyak spesies dan lingkungan, (ii) optimasi untuk penerapan real-time (misalnya transfer learning, arsitektur ringan), dan (iii) integrasi mulus model klasifikasi ke dalam sistem pemantauan perikanan.Resolusi terhadap kesenjangan ini dapat membantu meningkatkan adaptabilitas terhadap berbagai konteks ekologis.Melihat ke depan, hasil penelitian ini menyoroti beberapa area menarik untuk penelitian lebih lanjut.(1) memperluas cakupan taksonomi dengan memasukkan lebih banyak spesies dan lingkungan, (2) meningkatkan model untuk penerapan real-time menggunakan teknik seperti transfer learning dan arsitektur ringan, (3) mengintegrasikan model klasifikasi ke dalam sistem pemantauan perikanan untuk membuatnya lebih efektif.Secara kolektif, arah-arah ini dapat meningkatkan adaptabilitas di berbagai pengaturan ekologis dan lingkungan yang terbatas sumber daya.Dengan menghubungkan deep learning dengan ilmu perikanan, penelitian ini meletakkan dasar untuk pemantauan ekosistem yang lebih baik, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, dan konservasi keanekaragaman hayati laut.Upaya masa depan harus bertujuan untuk meningkatkan kapasitas model untuk menggeneralisasi, mentransfer pengetahuan, dan melakukan inferensi langsung pada perangkat untuk lebih memenuhi persyaratan kompleks pengelolaan sumber daya laut.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perluasan cakupan taksonomi dengan memasukkan lebih banyak spesies dan lingkungan. Hal ini akan meningkatkan keakuratan dan kehandalan model dalam mengklasifikasikan spesies ikan yang beragam. Kedua, optimasi untuk penerapan real-time, seperti dengan menggunakan transfer learning dan arsitektur ringan. Teknik-teknik ini dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan model dalam mengklasifikasikan spesies ikan secara real-time, yang sangat penting dalam aplikasi praktis seperti pemantauan perikanan. Ketiga, integrasi mulus model klasifikasi ke dalam sistem pemantauan perikanan. Dengan mengintegrasikan model deep learning ke dalam sistem pemantauan perikanan yang ada, akan memungkinkan pemantauan dan pengklasifikasian spesies ikan secara otomatis dan akurat. Hal ini dapat membantu dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati laut.
- Full article: An analysis of rotation matrix and colour constancy data augmentation in classifying images... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/24751839.2018.1479932Full article An analysis of rotation matrix and colour constancy data augmentation in classifying images tandfonline doi abs 10 1080 24751839 2018 1479932
- Deep Learning Models Performance on Marine Fish Species Classification | Jurnal Ilmiah Perikanan dan... e-journal.unair.ac.id/JIPK/article/view/71815Deep Learning Models Performance on Marine Fish Species Classification Jurnal Ilmiah Perikanan dan e journal unair ac JIPK article view 71815
- Deep Learning-Enabled Morphometric Analysis for Toxicity Screening Using Zebrafish Larvae | Environmental... pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/acs.est.3c00593Deep Learning Enabled Morphometric Analysis for Toxicity Screening Using Zebrafish Larvae Environmental pubs acs doi abs 10 1021 acs est 3c00593
- The intelligent object detection framework for detecting fish from underwater images | International... inderscienceonline.com/doi/abs/10.1504/IJCNDS.2025.142996The intelligent object detection framework for detecting fish from underwater images International inderscienceonline doi abs 10 1504 IJCNDS 2025 142996
- Computer vision and deep learning for fish classification in underwater habitats: A survey - Saleh -... onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/faf.12666Computer vision and deep learning for fish classification in underwater habitats A survey Saleh onlinelibrary wiley doi abs 10 1111 faf 12666
| File size | 3.75 MB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UNPRIUNPRI Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem deteksi aritmia berbasis kombinasi algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dan Long Short-Term MemoryPenelitian ini berhasil mengembangkan sistem deteksi aritmia berbasis kombinasi algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dan Long Short-Term Memory
UNYUNY Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem berbasis deep learning unggul dalam akurasi tetapi kurang efisien secara komputasi. Pendekatan deep learning lebihPenelitian ini menyimpulkan bahwa sistem berbasis deep learning unggul dalam akurasi tetapi kurang efisien secara komputasi. Pendekatan deep learning lebih
AIRAAIRA Penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang peningkatan performa sistem pengenalan wajah dan penerapannya dalam berbagaiPenelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang peningkatan performa sistem pengenalan wajah dan penerapannya dalam berbagai
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk pengenalan objek pada citra buah menggunakan YOLO. Pada penelitian menggunakan sebanyak 300 gambar data dengan tiga kelasPenelitian ini bertujuan untuk pengenalan objek pada citra buah menggunakan YOLO. Pada penelitian menggunakan sebanyak 300 gambar data dengan tiga kelas
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Penerapan Manajemen Proses Bisnis di PT PGAS menghasilkan peningkatan efisiensi biaya dan waktu, kualitas produk, serta mitigasi risiko melalui ContinuousPenerapan Manajemen Proses Bisnis di PT PGAS menghasilkan peningkatan efisiensi biaya dan waktu, kualitas produk, serta mitigasi risiko melalui Continuous
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Tujuan yang ingin dicapai dari pembangunan sistem e-commerce ini adalah mempermudah pembeli untuk melakukan pemesanan barang tanpa harus datang langsungTujuan yang ingin dicapai dari pembangunan sistem e-commerce ini adalah mempermudah pembeli untuk melakukan pemesanan barang tanpa harus datang langsung
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Penulis ini menerapkan desain waterfall pada sketsa bangunan sistem informasi penerimaan peserta didik baru, metode waterfall adalah suatu metode yangPenulis ini menerapkan desain waterfall pada sketsa bangunan sistem informasi penerimaan peserta didik baru, metode waterfall adalah suatu metode yang
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Produksi data oleh khalayak di sosial media tersebut memunculkan sekumpulan data yang sangat besar atau bisa disebut dengan istilah big data. Big dataProduksi data oleh khalayak di sosial media tersebut memunculkan sekumpulan data yang sangat besar atau bisa disebut dengan istilah big data. Big data
Useful /
SUMBARPROVSUMBARPROV Fragmentasi di DPRD mendorong pengawasan dan akuntabilitas, namun memperlambat konsensus kebijakan pembangunan. Fenomena ini menegaskan bahwa demokrasiFragmentasi di DPRD mendorong pengawasan dan akuntabilitas, namun memperlambat konsensus kebijakan pembangunan. Fenomena ini menegaskan bahwa demokrasi
SUMBARPROVSUMBARPROV Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online berdasarkan model UnifiedPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online berdasarkan model Unified
SUMBARPROVSUMBARPROV Kombinasi kebijakan input-output menyebabkan penurunan surplus produsen yang menunjukkan belum adanya insentif ekonomi untuk meningkatkan produksi karet.Kombinasi kebijakan input-output menyebabkan penurunan surplus produsen yang menunjukkan belum adanya insentif ekonomi untuk meningkatkan produksi karet.
UNYUNY Penilaian sebelum dan sesudah intervensi dilakukan melalui survei, tes pendengaran, dan kegiatan transkripsi musik. Hasil penelitian menunjukkan sebagianPenilaian sebelum dan sesudah intervensi dilakukan melalui survei, tes pendengaran, dan kegiatan transkripsi musik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian