SUMBARPROVSUMBARPROV

Jurnal Pembangunan NagariJurnal Pembangunan Nagari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditas karet berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif serta dampak kebijakan pemerintah terhadap komoditas karet di Kabupaten Pasaman. Metode yang digunakan adalah metode survei dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas karet di Kabupaten Pasaman memiliki daya saing, baik secara kompetitif maupun komparatif, yang ditunjukkan oleh nilai PCR sebesar 0,65 dan DRCR sebesar 0,32 yang masing-masing lebih kecil dari satu. Kebijakan output karet berdampak pada harga privat karet lebih rendah dibandingkan dengan harga sosialnya, sedangkan kebijakan input produksi berdampak pada harga privat input tradable yang lebih tinggi dibandingkan harga sosialnya. Kombinasi kebijakan input-output menyebabkan penurunan surplus produsen yang menunjukkan belum adanya insentif ekonomi untuk meningkatkan produksi karet. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Pasaman agar memberikan penyuluhan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas karet dengan memperhatikan teknik budidaya dan penggunaan input sehingga mereka dapat memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Pengusahaan komoditas karet di Kabupaten Pasaman menunjukkan daya saing yang baik dengan nilai PCR dan DRCR masing-masing di bawah satu serta keuntungan privat dan sosial yang positif.Namun, kebijakan pemerintah menurunkan harga privat output (TO negatif) dan sekaligus meningkatkan harga privat input tradable (TI positif) serta input non‑tradable (TF positif), yang berakibat pada berkurangnya surplus produsen.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih seimbang untuk memberikan insentif kepada petani agar produktivitas dan keuntungan dapat ditingkatkan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara longitudinal pengaruh program peremajaan tanaman karet dengan varietas bibit okulasi unggul terhadap daya saing komoditas, dengan mengukur perubahan nilai PCR, DRCR, dan surplus produsen selama periode setidaknya lima tahun; selanjutnya, untuk mengatasi keterbatasan kebijakan input, dapat dilakukan eksperimen lapangan yang membandingkan efek reinstatement subsidi pupuk pada biaya produksi dan profitabilitas petani, sehingga dapat menilai efektivitas kebijakan subsidi dalam meningkatkan keuntungan privat dan sosial; terakhir, penting untuk melakukan analisis komparatif multi‑kabupaten menggunakan pendekatan PAM, yang mencakup faktor‑faktor institusional, geografis, dan kebijakan, guna mengidentifikasi determinan utama keberhasilan kebijakan dan variasi daya saing antar daerah, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar perumusan kebijakan regional yang lebih tepat sasaran.

  1. Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah Pada Komoditas Kopi Arabika Kabupaten Solok | Jurnal... doi.org/10.30559/jpn.v16i01.216Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah Pada Komoditas Kopi Arabika Kabupaten Solok Jurnal doi 10 30559 jpn v16i01 216
  2. Analisis Daya Saing Komoditas Karet Alam Indonesia ke Pasar Global | TRANSBORDERS: International Relations... doi.org/10.23969/transborders.v1i2.992Analisis Daya Saing Komoditas Karet Alam Indonesia ke Pasar Global TRANSBORDERS International Relations doi 10 23969 transborders v1i2 992
  3. DOI Name 10.21776 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.21776DOI Name 10 21776 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 21776
Read online
File size545.02 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test