SUMBARPROVSUMBARPROV

Jurnal Pembangunan NagariJurnal Pembangunan Nagari

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi lokal karena kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pendapatan, khususnya di wilayah pesisir. Namun, pengembangan UMKM masih menghadapi keterbatasan modal, variasi tingkat pendidikan pelaku usaha, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, modal usaha, dan pemanfaatan teknologi terhadap pendapatan UMKM di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling terhadap 50 pelaku usaha mikro sektor kuliner yang beroperasi di kawasan pesisir Pantai Katapiang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM, sedangkan tingkat pendidikan dan pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,45 menunjukkan bahwa 45% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pendapatan UMKM di Nagari Katapiang lebih ditentukan oleh kecukupan modal. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah daerah memprioritaskan penguatan akses permodalan UMKM melalui skema pembiayaan yang terjangkau dan pendampingan pengelolaan keuangan usaha mikro, serta mendorong pengembangan kapasitas digital secara bertahap dan aplikatif yang sesuai dengan karakteristik usaha kuliner pesisir.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Nagari Katapiang, sementara tingkat pendidikan dan pemanfaatan teknologi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.Hal ini mengindikasikan bahwa kapasitas permodalan merupakan faktor utama dalam menunjang keberlangsungan dan produktivitas usaha, khususnya pada UMKM sektor kuliner di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penguatan akses permodalan dan pendampingan pengelolaan keuangan usaha mikro menjadi prioritas utama dalam pengembangan UMKM di Nagari Katapiang.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pendampingan keuangan yang paling efektif untuk meningkatkan pengelolaan modal pada UMKM pesisir, dengan mempertimbangkan karakteristik unik usaha kuliner dan fluktuasi pasar. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan antara UMKM yang memanfaatkan teknologi digital secara intensif dengan yang belum, untuk mengidentifikasi dampak teknologi terhadap efisiensi operasional, jangkauan pasar, dan peningkatan pendapatan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor non-ekonomi yang mempengaruhi keberhasilan UMKM, seperti jaringan sosial, dukungan komunitas, dan kearifan lokal, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat diintegrasikan dalam strategi pemberdayaan UMKM. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan kontekstual untuk mendukung pengembangan UMKM pesisir yang berkelanjutan dan inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja.

  1. Secular Stagnation, Low Growth, and Financial Instability: International Journal of Political Economy:... doi.org/10.1080/08911916.2018.1550949Secular Stagnation Low Growth and Financial Instability International Journal of Political Economy doi 10 1080 08911916 2018 1550949
Read online
File size542.63 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test