ITNITN

INFOMANPROINFOMANPRO

Pengolah air limbah domestik dengan skala laboratorium dengan menggunakan reaktor aerob. Variabel yang diteliti meliputi beberapa variasi yaitu waktu tinggal pada filter (5,10 dan 15 menit) yang kemudian dialirkan pada tanaman dengan waktu tunggal (2, 4, 6 hari). Respon yang diamati adalah konsentrasi COD air limbah domestik mulai dari enfluen aerob guna mengetahui efisiensi penunurunan COD. Pengamatan dilakukan dalam kondisi yang dianggap steady state, yang dalam penelitian ini lamanya adalah satu kali waktu tinggal. Variabel utama yang diamati dalam penelitian ini adalah COD (Chemical Oxygen Demand) melalui proses uji laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas air buangan limbah domestik komunal blackwater (IPAL) melalui filtrasi dan dilanjut dengan wetlands. Dengan adanya wetland, selain meningkatkan kualitas air buangan juga diharapkan dapat mengurangi bau yang kurang sedap. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan penurunan COD pada waktu tinggal 15 menit - 6 hari. Chemical Oxygen Demand (COD), dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil hubungan antara waktu pengamatan dengan parameter COD pada tanaman akar wangi menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara waktu pengamatan terhadap parameter COD dengan taraf kesalahan 5 persen. Koefisien waktu sebesar -2,700 menunjukkan bahwa setiap 1 menit akan terjadi penurunan COD pada tanaman akar wangi sebesar 2,700 mg/L.

Kombinasi filter bertingkat dan wetlands mampu menurunkan kadar COD dalam limbah blackwater hingga mencapai baku mutu untuk air pertanian.Tanaman Typha (Cattail) lebih efektif dibandingkan tanaman akar wangi dalam menurunkan COD, dengan nilai terendah 96 mg/L.Model regresi menunjukkan pengaruh signifikan antara waktu pengamatan dan penurunan COD pada kedua jenis tanaman.

Pertama, perlu diteliti efektivitas sistem filter bertingkat dan wetlands terhadap parameter pencemar lain seperti BOD, TSS, dan nitrat pada skala lapangan, bukan hanya COD di laboratorium, untuk menilai keseluruhan kualitas air olahan. Kedua, penting untuk menguji kombinasi tanaman berbeda, termasuk campuran antara Typha dan akar wangi, guna mengevaluasi apakah sinergi antar tanaman dapat meningkatkan efisiensi pengolahan limbah lebih baik daripada penggunaan spesies tunggal. Ketiga, diperlukan penelitian tentang penerapan sistem ini dalam bentuk IPAL komunal yang terintegrasi dengan sistem aquaponik atau kolam ikan, untuk mengeksplorasi potensi daur ulang air olahan sebagai sumber air irigasi dan budidaya ikan secara berkelanjutan di permukiman padat penduduk.

  1. REVIEW ON NATURAL METHODS FOR WASTE WATER TREATMENT | Journal of Urban and Environmental Engineering.... doi.org/10.4090/juee.2014.v8n1.089097REVIEW ON NATURAL METHODS FOR WASTE WATER TREATMENT Journal of Urban and Environmental Engineering doi 10 4090 juee 2014 v8n1 089097
  2. African Journal of Biotechnology - constructed wetlands: a future alternative wastewater treatment technology.... doi.org/10.5897/AJB2013.12978African Journal of Biotechnology constructed wetlands a future alternative wastewater treatment technology doi 10 5897 AJB2013 12978
Read online
File size670.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test