ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Minyak bumi berperan penting sebagai sumber daya alam, dan semakin banyak bahan bakar yang dihasilkan maka semakin besar ancaman kekurangan persediaan bahan bakar minyak bumi. Adanya penambahan minyak kemiri diharapkan dapat memaksimalkan karakteristik yang dapat dihasilkan oleh biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan menggunakan metode experimental dengan variasi viskositas dinamik, viskositas kinematic, LHV, HHV dan profil nyala api. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata viskositas dinamik 8,33 – 10,29, viskositas kinematic 9,32 – 11,33, LHV 36,7103 – 37,7943, HHV 39,7623 – 40,8463, dan profil nyala api 549,090 – 534,315.

Penambahan minyak kemiri terhadap biodiesel minyak jelantah memberikan pengaruh yang nyata terhadap profil nyala api, viskositas, LHV, dan HHV.Penambahan minyak kemiri dalam campuran dengan minyak jelantah dalam pembuatan biodiesel tampaknya meningkatkan profil nyala api secara keseluruhan.Proporsi campuran tertentu mungkin memberikan nilai viskositas, LHV, dan HHV yang optimal, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami pengaruhnya terhadap kinerja dan aplikasi biodiesel.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan proporsi campuran minyak jelantah dan minyak kemiri guna mencapai karakteristik biodiesel yang paling sesuai dengan standar kualitas bahan bakar. Studi komparatif perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja biodiesel yang dihasilkan dari berbagai jenis minyak jelantah dan minyak kemiri yang berbeda, serta pengaruhnya terhadap emisi gas buang dan efisiensi mesin. Pengembangan teknologi katalis yang lebih efisien dan ramah lingkungan, seperti penggunaan katalis padat atau enzim, dapat menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan proses produksi biodiesel dari minyak jelantah dan minyak kemiri, sehingga menghasilkan biodiesel yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

  1. Pengaruh Waktu Reaksi Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Bantuan Katalis Bassa NaOH terhadap... doi.org/10.31004/joe.v5i2.1250Pengaruh Waktu Reaksi Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Bantuan Katalis Bassa NaOH terhadap doi 10 31004 joe v5i2 1250
  2. TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS RFCCU BASE CHEMICAL Al2O3 | Mujiharti... jurnal.um-palembang.ac.id/distilasi/article/view/2211TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS RFCCU BASE CHEMICAL Al2O3 Mujiharti jurnal um palembang ac distilasi article view 2211
Read online
File size344.28 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test