ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Pengelasan memiliki peran penting dalam proses manufaktur dan produksi. Tegangan sisa yang ditinggalkan oleh pengelasan dapat menciptakan peluang terjadinya retak akibat hydrogen. Untuk mencegah hal ini, tegangan sisa dapat dikurangi yaitu dengan cara PWHT. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa posisi burner yang mempengaruhi ketercapaian atau pengoptimalan temperatur, velocity, dan pressure saat proses PWHT berlangsung. Metode yang digunakan CFD (Computational Fluid Dynamics) salah satu cabang dari mekanika fluida yang menggunakan numerik dan algoritma untuk menyelesaikan dan menganalisis permasalahan yang berhubungan dengan aliran fluida. Berdasarkan penelitian, nilai paling optimal untuk temperatur ada pada inlet 2 yang lebih cepat mencapai titik 635 °C dengan waktu 310 second atau 5,16 menit, untuk velocity ada pada inlet 2 karena hasil lebih konstan arah pergerakannya dan tidak terlalu cepat namun memberikan hasil pada temperatur yang lebih optimal nilai rata‑rata kecepatan adalah 2,7 m/s, sedangkan untuk pressure ada pada model 2, dimana tekanan lebih stabil, tidak mengalami penurunan tekanan yang naik terus dan kemudian dilanjut dengan konstan dan tidak ada penurunan yang secara extream, nilai rata‑rata dari pressure tersebut adalah 101358 Pa.

Analisis simulasi menunjukkan bahwa model 2 menghasilkan temperatur, velocity, dan pressure yang paling optimal.Model 2 dapat mencapai titik 635 °C paling cepat dalam 5,16 menit, memiliki velocity rata‑rata 2,7 m/s yang lebih konstan, dan pressure stabil pada 101 358 Pa.Oleh karena itu, posisi burner pada model 2 paling sesuai untuk proses Post‑Weld Heat Treatment pada pressure vessel.

Saran penelitian lanjutan: Pertama, lakukan studi eksperimental dengan membandingkan performa model 2 secara real‑time di fasilitas industri untuk memverifikasi akurasi prediksi CFD, terkait fluktuasi pressure dan distribusi suhu; kedua, jelajahi pengaruh material chamber dan vessel berbeda (misalnya stainless steel vs baja struktural) terhadap kebocoran panas dan kecepatan aliran, serta dampaknya terhadap parameter PWHT; ketiga, integrasikan teknik optimasi algoritma genetika atau machine learning ke dalam simulasi CFD untuk menyesuaikan posisi burner secara otomatis berdasarkan target suhu dan waktu, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada percobaan manual sekaligus meningkatkan efisiensi proses pemanasan.

Read online
File size848.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test