4141
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiSeiring dengan meningkatnya pembangunan, semakin meningkat pula kebutuhan akan bahan dasar konstruksi perkerasan jalan, sehingga dituntun untuk mencari alternatif lain dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia, untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan penelitian guna mencari alternatif bahan campuran aspal dengan beragam komponen limbah, salah satu komponen limbah yang dimaksud adalah limbah cangkang kemiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi penggunaan abu cangkang kemiri sebagai pengganti filler terhadap campuran aspal beton lapisan AC-WC. Dengan penambahan abu cangkang kemiri mulai dari 25%, 50%, dan 100%. Penelitian ini mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 3 Tahun 2014. Hasil penelitian menujukkan bahwa dengan penambahan abu cangkang kemiri dapat meningkatkan nilai stabilitas. Secara umum nilai karakteristik yang memenuhi persyaratan Bina Marga (2014) terdapat pada komposisi 25% filler abu cangkang kemiri pada kadar aspal 6,50%, nilai VIM 3,70%, VMA 19,49%, flow 3,30 mm dan stabilitas yaitu 1541,70 kg.
Penggunaan abu cangkang Kemiri (ACK) sebagai filler pada campuran aspal beton (AC-WC) yang menggunakan aspal pen 60/70 memenuhi persyaratan Bina Marga 2010 revisi 3 (2014).Berdasarkan hasil pengujian komposisi terbaik campuran aspal dengan kombinasi filler abu cangkang kemiri dan semen portland diperoleh pada komposisi 25% pada kadar aspal 6,50% dengan nilai stabilitas yaitu 1541,70 kg.
Dalam penelitian ini, untuk campuran AC-WC dengan variasi abu cangkang kemiri sebagai filler, disarankan untuk penelitian selanjutnya dilakukan variasi yang berbeda terhadap abu cangkang kemiri dan dengan bahan pengikat Retona Blend 55 atau dilakukan modifikasi dengan bahan polimer sehingga dapat diketahui perbandingan antara campuran tersebut. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi komposisi campuran aspal dengan abu cangkang kemiri untuk mencapai karakteristik yang lebih baik, seperti peningkatan stabilitas dan durabilitas. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan abu cangkang kemiri pada campuran aspal dengan jenis aspal yang berbeda, seperti aspal modifikasi, untuk melihat potensi peningkatan kinerja campuran.
| File size | 820.64 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini telah berhasil menjawab permasalahan kompleks yang dihadapi oleh nelayan di Desa Pegantungan, yaitu kerentanan ekonomiKegiatan pemberdayaan masyarakat ini telah berhasil menjawab permasalahan kompleks yang dihadapi oleh nelayan di Desa Pegantungan, yaitu kerentanan ekonomi
BTPBTP Implementasi kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan kerajinan, dan bantuan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuanImplementasi kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan kerajinan, dan bantuan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan
STIFERASTIFERA Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata waktu tunggu pelayanan obat yaitu 25,1 menit/lembar resep obat jadi, 35 menit/lembar resep obat racikan,Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata waktu tunggu pelayanan obat yaitu 25,1 menit/lembar resep obat jadi, 35 menit/lembar resep obat racikan,
STIFERASTIFERA aureus, B. subtilis) dan Gram negatif (P. aeruginosa, E. coli, S. typhi), mengetahui seberapa besar aktivitas antibakteri yang ditimbulkan fraksi tersebutaureus, B. subtilis) dan Gram negatif (P. aeruginosa, E. coli, S. typhi), mengetahui seberapa besar aktivitas antibakteri yang ditimbulkan fraksi tersebut
STIFERASTIFERA Karakteristik asam laktat dibuktikan dengan keberadaan serapan gugus karboksilat yang kuat di bilangan gelombang 1725,62 cm-1, sedangkan karakteristikKarakteristik asam laktat dibuktikan dengan keberadaan serapan gugus karboksilat yang kuat di bilangan gelombang 1725,62 cm-1, sedangkan karakteristik
STIFERASTIFERA Penelitian sebelumnya banyak mengkaji buah dan bijinya. Penelitian ini mengkaji pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap hasil ekstraksiPenelitian sebelumnya banyak mengkaji buah dan bijinya. Penelitian ini mengkaji pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap hasil ekstraksi
STIFERASTIFERA Perawatan dapat dilakukan dengan sediaan topikal yang mengandung antioksidan salah satunya yaitu shooting gel kombinasi daun lidah buaya dan buah anggur.Perawatan dapat dilakukan dengan sediaan topikal yang mengandung antioksidan salah satunya yaitu shooting gel kombinasi daun lidah buaya dan buah anggur.
STIFERASTIFERA Kombinasi madu dan ekstrak teh hijau dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparan. Formulasi dengan konsentrasi emulgator asam stearat dan TEA yangKombinasi madu dan ekstrak teh hijau dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparan. Formulasi dengan konsentrasi emulgator asam stearat dan TEA yang
Useful /
UNESAUNESA Penelitian ini menguji praktik manajemen risiko keamanan siber dari perspektif organisasi yang telah memperoleh sertifikasi ISO 27001, sebuah standar internasionalPenelitian ini menguji praktik manajemen risiko keamanan siber dari perspektif organisasi yang telah memperoleh sertifikasi ISO 27001, sebuah standar internasional
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Permasalahan sampah tersebut menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah, kelompok masyarakat, dan perusahaan yang ada. MelaluiPermasalahan sampah tersebut menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah, kelompok masyarakat, dan perusahaan yang ada. Melalui
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR tersebut berhasil meningkatkan partisipasi aktif masyarakat pada setiap tahap proses pemberdayaan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR tersebut berhasil meningkatkan partisipasi aktif masyarakat pada setiap tahap proses pemberdayaan masyarakat.
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Program ini berjalan selama 6 bulan intervensi sejak bulan Februari – Juni 2025. Dari enam balita penerima intervensi awal, lima di antaranya menunjukkanProgram ini berjalan selama 6 bulan intervensi sejak bulan Februari – Juni 2025. Dari enam balita penerima intervensi awal, lima di antaranya menunjukkan