UNWAHAUNWAHA

Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Masyarakat Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Jombang memiliki beberapa macam potensi dibidang pertanian, peternakan dan sumber daya alam. Oleh sebab itu, saat pandemi covid-19, masyarakat harus selalu menjaga kesehatan dan kebersihan tangan. Salah satu menjaga kebersihan yaitu dengan menggunakan hand sanitizer. Selama pandemi, kebutuhan hand sanitizer terus meningkat sehingga diperlukan solusi salah satunya dengan pembuatan hand sanistizer menggunakan bahan alami. Bahan yang diguanakn yaitu daun sirih dan jeruk nipis. Salah satu penggunakan bahan tersebut yaitu zat pembunuh bakteri. Kedua bahan tersebut mengandung minyak atsiri dan zat anti bakteri. Tujuan pengabdian ini adalah mengajak masyarakat untu berinovasi dalam menggunakan teknologi tepat guna (TTG). Metode diskusi dan ceramah dilaksanakan pada kegiatan ini dengan pendampingan secara intensif. Hasil angket pembuatan hand sanistizer yaitu 70% kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, 10% warga menganggap hand sanitizer sebagai desinfektan alami serta sebagai inovasi masyarakat, 8% melatih keterampilan, dan 2% sebagai pengalaman. Akan tetapi, pada kenyataan di lapangan ternyata para warga masih perlu belajar dan terus melatih keterampilannya dalam membuat hand sinitizer ekstrak daun sirih dan jeruk nipis. Setelah kegiatan pengabdian ini, diharapkan masyarakat dapat melatih keterampilan dalam membuat handsinitizer tersebut. Masyarakat tahu akan pentingnya pembuatan hand sinitizer dan bisa dibuat menggunakan bahan alami sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya mahal dalam menggunakan hand sinitizer.

Hasil angket pembuatan hand sanistizer antara lain kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG).Warga menganggap hand sanitizer sebagai desinfektan alami serta sebagai salah satu bentuk inovasi masyarakat, melatih keterampilan, dan sebagai pengalaman.Akan tetapi, pada kenyataan di lapangan ternyata para warga masih perlu belajar dan terus melatih keterampilannya dalam membuat hand sinitizer ekstrak daun sirih dan jeruk nipis.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program pelatihan hand sanitizer berbasis teknologi tepat guna (TTG) dengan membandingkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan setelah intervensi, serta dampaknya terhadap pendapatan rumah tangga; selanjutnya, studi kualitatif dapat menggali faktor-faktor sosial‑kultural yang mempengaruhi adopsi dan keberlanjutan pembuatan hand sanitizer alami di desa Kalikejambon, terutama terkait persepsi keamanan, kepercayaan pada bahan tradisional, dan dukungan komunitas; terakhir, penelitian aksi dapat mengembangkan model skala kecil laboratorium mikro untuk uji mikroskopik hand sanitizer yang dapat dioperasikan oleh warga dengan pelatihan sederhana, sehingga mengurangi ketergantungan pada fasilitas universitas dan meningkatkan kemandirian dalam memastikan kualitas produk.

  1. PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBAHAN DAUN SIRIH DAN JERUK NIPIS PADA SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL... Doi.Org/10.31004/Cdj.V2i3.2465PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBAHAN DAUN SIRIH DAN JERUK NIPIS PADA SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL Doi Org 10 31004 Cdj V2i3 2465
Read online
File size244.27 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test