ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Munculnya makanan cepat saji dan polusi udara mendatangkan kerusakan tubuh akibat radikal bebas. Untuk melawan radikal bebas, antioksidan menjadi semakin populer di berbagai kalangan dan salah satunya astaxanthin. Haematococcus pluvialis merupakan sumber astaxanthin alami tertinggi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan H. Pluvialis. Sebagai variabel dalam penelitian ini adalah (1) konsentrasi inoculum awal yang berbeda (yaitu 10%-v/v dan 20%-v/v) terhadap kepadatan dan jumlah sel; (2) penambahan garam NaCl dan induksi cahaya terhadap rasio karotenoid dan klorofil. Mikroalga H. pluvialis secara fotoautotrof selama sembilan hari. Karotenogenesis diinduksi oleh penambahan NaCl 0,8%-b/v, diikuti oleh induksi di bawah intensitas cahaya tinggi. Kadar klorofil dan total karotenoid dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan H. pluvialis lebih baik dikulturkan dengan konsentrasi inokulum 10% dan diperoleh jumlah 70 x 105 sel/mL. Penambahan garam NaCl 0,8%-b/v disertai induksi intensitas cahaya tinggi dapat meningkatkan rasio kadar karotenoid terhadap klorofil sebesar 28,9%.

pluvialis lebih baik dikulturkan dengan konsentrasi inoculum awal 10% dengan perolehan jumlah kultur 70 x 105 sel/mL atau mengalami penggandaan kelipatan 10.Penambahan garam NaCl 0,8%-b/v disertai induksi intensitas cahaya tinggi dapat meningkatkan rasio kadar karotenoid terhadap klorofil sebesar 28,9%.

Berdasarkan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa konsentrasi inokulum 10% memberikan pertumbuhan terbaik untuk mikroalga Haematococcus pluvialis, penelitian lanjutan bisa mengeksplorasi apakah persentase konsentrasi inokulum yang lebih rendah seperti 5% atau bahkan 1% dapat menghasilkan hasil yang lebih optimal dalam hal jumlah sel dan kesehatan mikroalga, karena penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi yang lebih tinggi justru mengurangi produktivitas pada akhirCultiva. Selain itu, untuk meningkatkan produksi astaxanthin yang merupakan antioksidan alami, studi berikutnya dapat mencoba kombinasi stres induksi yang berbeda, misalnya dengan menambahkan bahan kimia lain seperti natrium hipoklorit atau mengubah intensitas cahaya secara bertahap selama proses kultur, guna melihat apakah rasio karotenoid terhadap klorofil bisa meningkat lebih drastis dari 28,9% saat ini. Penelitian lanjutan juga penting untuk meneliti apakah jenis media nutrisi yang berbeda, seperti menggunakan media Bold Basal atau media yang diperkaya dengan unsur hara tambahan seperti fosfor atau kalium, dapat mempercepat produksi astaxanthin dan meminimalkan waktu yang diperlukan dari fase hijau ke fase merah dalam siklus hidup mikroalga ini, sehingga proses produksi bisa lebih efisien dan ekonomis untuk aplikasi komersial. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita bisa lebih memahamibagaimana tantangan lingkungan dan nutrisi dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan manfaat kesehatan dari mikroalga ini di dunia yang semakin sadar terhadap antioksidan.

  1. #intensitas cahaya#intensitas cahaya
  2. #tanah rendah#tanah rendah
Read online
File size1.17 MB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1cU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test