ITSMITSM

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola keuangan dan manajemen operasional Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, agar koperasi dapat berfungsi secara efektif dan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi pencatatan keuangan manual, belum adanya laporan keuangan periodik, lemahnya kontrol internal, dan keterbatasan kompetensi pengurus dalam bidang akuntansi serta manajemen koperasi. Metode kegiatan meliputi pelatihan, pendampingan, dan perancangan sistem tata kelola keuangan serta penyusunan SOP operasional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pengurus menyusun laporan keuangan berbasis akuntansi sederhana, terbentuknya sistem kas dan kontrol internal, serta tersusunnya SOP operasional koperasi. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran pengurus terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya fondasi tata kelola koperasi yang lebih profesional dan berkelanjutan, sehingga Koperasi Merah Putih dapat berperan optimal dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng berhasil memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi permasalahan tata kelola keuangan dan manajemen operasional.Pelatihan dan pendampingan meningkatkan kemampuan pengurus dalam pencatatan dan pelaporan keuangan secara sistematis dan akuntabel, serta penyusunan SOP mampu mengatur alur kerja dan menjamin konsistensi pelayanan.Namun, durasi pendampingan yang singkat menjadi keterbatasan, sehingga disarankan adanya program pendampingan lanjutan untuk memastikan implementasi sistem baru secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan sistem akuntansi digital berbasis aplikasi sederhana terhadap akurasi dan transparansi pelaporan keuangan koperasi di tingkat desa, mengingat keterbatasan dalam digitalisasi yang masih dialami oleh Koperasi Merah Putih. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pendampingan berkelanjutan yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan koperasi sebagai tridarma pengabdian, untuk memastikan keberlanjutan sistem yang telah dirancang meskipun setelah kegiatan selesai. Ketiga, perlu dikaji potensi pengembangan unit usaha koperasi berbasis potensi lokal seperti pertanian dan UMKM pangan, termasuk peran koperasi sebagai offtaker, untuk mengetahui dampaknya terhadap penguatan ekonomi anggota dan kemandirian koperasi secara finansial. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat membentuk kerangka pengembangan koperasi yang lebih komprehensif dan mandiri dalam jangka panjang.

  1. Pendampingan Pencatatan Keuangan Sederhana Bagi Pelaku UMKM Bidang Pariwisata di Desa Petahunan, Kab.... doi.org/10.54259/pakmas.v2i1.787Pendampingan Pencatatan Keuangan Sederhana Bagi Pelaku UMKM Bidang Pariwisata di Desa Petahunan Kab doi 10 54259 pakmas v2i1 787
  2. REVIEW PENELITIAN TERKAIT TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS KOPERASI DI INDONESIA | Jurnal Ilmu Manajemen... jurnal.stietotalwin.ac.id/index.php/jimat/article/view/423REVIEW PENELITIAN TERKAIT TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS KOPERASI DI INDONESIA Jurnal Ilmu Manajemen jurnal stietotalwin ac index php jimat article view 423
Read online
File size493.93 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test