ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Perkembangan industri manufaktur semakin pesat dari waktu ke waktu. Salah satu teknologi yang semakin berkembang saat ini adalah additive manufacturing. Additive Manufacturing adalah proses manufaktur dengan prinsip penambahan material lapis per lapisan. 3D printing masuk ke dalam kelompok Additive Manufacturing, karena pada prosesnya adalah penambahan material. 3D printing adalah proses pembuatan benda padat 3D dari bentuk desain secara digital menjadi bentuk 3D yang tidak hanya dapat dilihat tapi juga dipegang dan memiliki volume atau massa. Pola infill pattern yang berbeda dapat mempengaruhi kekuatan dan kekakuan dari cetakan 3D. Sebagai contoh, variasi infill dengan pola gyroid memberikan kekuatan tarik yang lebih baik sebesar 12,0135 Mpa daripada infill dengan pola zig-zag atau cross3D dengan nilai 10,2451 dan 7,2075. Pada variasi infill gyroid terlihat adanya patahan brittle. Deformasi plastis inilah yang menyebabkan material menyempit secara lokal, membentuk brittle zone. Patahan ductile biasanya terjadi pada material seperti beberapa jenis polimer yang memiliki sifat plastis yang baik.

Dari analisa di atas dapat diambil kesimpulan bahwa bentuk infill pattern yang berbeda dapat mempengaruhi kekuatan dan kekakuan dari cetakan 3D.Dari hasil penelitian terlihat bahwa pattern gyroid memiliki tegangan tarik yang lebih besar daripada pattern zig-zag dan cross 3D pada filamen PETG.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengujian material PET-G dengan berbagai variasi persentase infill untuk mengidentifikasi kombinasi optimal antara kekuatan dan efisiensi material. Kedua, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh parameter proses pencetakan 3D, seperti suhu nozzle dan kecepatan cetak, terhadap sifat mekanik material PET-G dengan pola infill yang berbeda-beda. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan dengan menguji performa material PET-G yang dicetak dengan pola infill yang berbeda dalam kondisi lingkungan yang berbeda, seperti suhu dan kelembaban yang ekstrem, untuk mengevaluasi ketahanan dan stabilitas material dalam aplikasi yang beragam.

  1. Pengaruh Geometri Infill terhadap Kekuatan Tarik Spesimen Uji Tarik ASTM D638 Type IV Menggunakan Filamen... jurnal.polines.ac.id/index.php/rekayasa/article/view/2343Pengaruh Geometri Infill terhadap Kekuatan Tarik Spesimen Uji Tarik ASTM D638 Type IV Menggunakan Filamen jurnal polines ac index php rekayasa article view 2343
  2. ANALISA KEKUATAN BENDING FILAMEN ABS DAN PLA PADA HASIL 3D PRINTER DENGAN VARIASI SUHU NOZZLE | Ikhsanto... doi.org/10.23917/mesin.v21i1.9418ANALISA KEKUATAN BENDING FILAMEN ABS DAN PLA PADA HASIL 3D PRINTER DENGAN VARIASI SUHU NOZZLE Ikhsanto doi 10 23917 mesin v21i1 9418
  3. Pengaruh Temperatur Nozzle dan Base Plate Pada Material PLA Terhadap Nilai Masa Jenis dan Kekasaran Permukaan... jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JATRA/article/view/1242Pengaruh Temperatur Nozzle dan Base Plate Pada Material PLA Terhadap Nilai Masa Jenis dan Kekasaran Permukaan jurnal polibatam ac index php JATRA article view 1242
Read online
File size239.63 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test