ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Penerapan praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Ergonomi di lingkungan laboratorium manufaktur merupakan aspek penting dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Namun, berbagai hal sering menjadi penghambat dari K3 dan Ergonomi di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan yang harus dihadapi oleh pengguna laboratorium dalam menerapkan K3 dan Ergonomi di laboratorium manufaktur. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa hambatan utama, termasuk kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya K3 dan Ergonomi, kurangnya pengawasan atau pemantauan terhadap praktik K3 dan Ergonomi di laboratorium, budaya laboratorium yang menekankan pada produktivitas serta mengesampingkan aspek K3 dan Ergonomi, tidak adanya rambu-rambu tentang K3 di laboratorium dan kurangnya jumlah alat pelindung diri (APK). Pengelolaan hambatan-hambatan ini membutuhkan pendekatan yang holistik dan terpadu. Langkah-langkah seperti peningkatan kesadaran, investasi dalam pelatihan dan sumber daya manusia, serta penyusunan kebijakan yang mendukung dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Selain itu, integrasi ergonomi dalam desain peralatan dan proses produksi juga dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan keselamatan pengguna laboratorium.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa permasalahan terkait kecelakaan kerja masih sering terjadi di lingkungan laboratorium.Penerapan K3 dan ergonomi masih kurang diperhatikan dan cenderung dihiraukan, hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya K3 dan ergonomi, kurangnya pengawasan, budaya laboratorium yang menekankan produktivitas, tidak adanya rambu-rambu K3, dan kurangnya alat pelindung diri.Perhatian lebih lanjut terhadap aspek-aspek ini diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium manufaktur.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai metode peningkatan kesadaran K3 dan ergonomi, seperti pelatihan interaktif, simulasi bahaya, atau kampanye keselamatan yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dan dosen. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengawasan dan pemantauan K3 yang lebih efektif, termasuk penggunaan teknologi seperti sensor, kamera, atau sistem pelaporan digital untuk mendeteksi potensi bahaya secara real-time. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis perbedaan budaya keselamatan di berbagai laboratorium manufaktur, serta mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan penerapan K3 dan ergonomi di laboratorium manufaktur, sehingga mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para pekerja.

Read online
File size371.42 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test