LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Banjir bandang merupakan jenis banjir yang memiliki daya rusak tinggi dan berlangsung cepat. Kejadian banjir bandang yang terjadi di sepanjang aliran sungai Barabai pada pertengahan Januari 2021 menyebabkan kerugian materil dan immateril. Untuk menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melakukan pendekatan fisik, ekonomi dan sosial budaya dalam pembangunan rumah warga terdampak. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan analisis Geospatial Intelligence untuk menentukan lokasi relokasi pasca banjir bandang dengan mempertimbangkan aspek fisik, ekonomi dan sosial budaya. Metode penelitian menggunakan alat pengambil, pengolah dan penganalisis data spasial yang digabungkan dengan informasi di lapangan. Dari hasil penelitian didapatkan lokasi yang memenuhi ketiga aspek tersebut dimana elevasinya lebih tinggi 4 m dari bibir sungai. Hasil kegiatan telah digunakan untuk pengadaan tanah untuk kepentingan umum di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang bisa diungkap antara lain.analisis geospatial memberikan kemudahan dalam penentuan lokasi relokasi pasca banjir bandang dengan menggabungkan citra, kecerdasan citra dan informasi lapangan, dimana didapatkan lokasi di RT 4 yang memiliki keunggulan antara lain.ada akses jalan Jalan Usaha Tani, dekat dengan tempat ibadah, kontur tanah lebih tinggi dan sebagian besar lahan di bekas tanaman keras (karet) sehingga tanah relatif lebih kokoh.Penggunaan drone sangat memudahkan dalam pengambilan informasi terbaru yang berdampak banjir bandang.Data hasil analisis sangat berguna bagi beberapa instansi pengguna seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial dalam mengorganisir bantuan awal.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan masyarakat terhadap banjir bandang, termasuk aspek sosial ekonomi dan budaya, untuk mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi banjir bandang yang lebih akurat dengan mengintegrasikan data spasial, hidrologi, dan iklim, serta memanfaatkan teknologi machine learning untuk meningkatkan kemampuan prediksi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi drone dan citra satelit dalam pemantauan perubahan tata guna lahan dan vegetasi di daerah aliran sungai, sehingga dapat memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir bandang dan membantu dalam perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.

Read online
File size1.03 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test