STTPBSTTPB
KURIOSKURIOSGenerasi digital menghadapi krisis kesehatan mental yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan tingkat kecemasan dan depresi yang meningkat drastis sejak dekade 2010-an. Artikel ini mengkonstruksi pendekatan teologis terhadap literasi kesehatan mental sebagai komponen integral kurikulum pendidikan Kristiani yang responsif terhadap kebutuhan generasi digital. Melalui metode teologi konstruktif dengan analisis interdisipliner antara teologi trauma, psikologi perkembangan, dan pedagogi transformatif, penelitian ini mengusulkan kerangka dari trauma ke transcendensi yang mengintegrasikan pemahaman teologis tentang penderitaan, anugerah dan pemulihan dengan prinsip-prinsip literasi kesehatan mental berbasis bukti. Hasilnya adalah model kurikulum yang tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan mental tetapi juga membentuk spiritualitas yang resilien serta harapan yang berakar dalam narasi Kristian tentang penyembuhan dan transformasi.
Pendekatan teologis terhadap literasi kesehatan mental dalam kurikulum pendidikan Kristen bagi generasi digital ditunjang oleh pemahaman mendalam terhadap anatomi trauma digital.Pembangunan kurikulum ini juga memerlukan fondasi pneumatologis yang menekankan kehadiran Roh Kudus sebagai saksi dan pendamping dalam proses pemulihan.Integrasi kurikuler yang menjembatani teologi trauma dengan prinsip literasi kesehatan mental menjadi penting, serta visi transendensi sebagai tujuan pendidikan Kristen yang holistik.
Penelitian lanjutan harus memfokuskan pada pengembangan metode evaluasi terpadu untuk mencerminkan dampak pendidikan Kristen terhadap kesehatan mental generasi digital. Selanjutnya, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai dampak praktik-praktik spiritual seperti doa dan meditasi terhadap kesehatan mental. Selain itu, perlu penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi digital dalam kurikulum dapat digunakan secara konstruktif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental tanpa menambah trauma pada generasi digital.
| File size | 412.12 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Dalam konteks pluralitas dan luka sejarah Indonesia, kerangka ini memfasilitasi penyembuhan melalui pengingatan yang benar, membangun identitas komunalDalam konteks pluralitas dan luka sejarah Indonesia, kerangka ini memfasilitasi penyembuhan melalui pengingatan yang benar, membangun identitas komunal
LP3MZHLP3MZH Dengan demikian, program ini berhasil memperkuat kompetensi pedagogik guru dan menunjukkan potensi NLP sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan kualitasDengan demikian, program ini berhasil memperkuat kompetensi pedagogik guru dan menunjukkan potensi NLP sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan kualitas
LP3MZHLP3MZH Hasil penelitian ini adalah sistem pengawasan yang dilakukan dengan membentuk satuan pengawas internal dengan sistem pengawasan secara inten dan berkalaHasil penelitian ini adalah sistem pengawasan yang dilakukan dengan membentuk satuan pengawas internal dengan sistem pengawasan secara inten dan berkala
LP3MZHLP3MZH Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai peserta sangat bermanfaat, kegiatan ini dinilai mampu membangkitkan ingatan dan pengetahuan peserta tentangKegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai peserta sangat bermanfaat, kegiatan ini dinilai mampu membangkitkan ingatan dan pengetahuan peserta tentang
STTPBSTTPB Hasil kajian menunjukkan bahwa penolakan Yesus terhadap ritual pencucian tangan merupakan tindakan hospitalitas yang bersifat subversif dan profetik, yangHasil kajian menunjukkan bahwa penolakan Yesus terhadap ritual pencucian tangan merupakan tindakan hospitalitas yang bersifat subversif dan profetik, yang
STTPBSTTPB Dalam konteks perkembangan teknologi, 1 Korintus 10:23 menekankan bahwa banyak hal yang diperbolehkan, tetapi tidak semua hal bermanfaat. Hal ini membukaDalam konteks perkembangan teknologi, 1 Korintus 10:23 menekankan bahwa banyak hal yang diperbolehkan, tetapi tidak semua hal bermanfaat. Hal ini membuka
UNAIUNAI Mereka tidak dapat bertobat lagi karena mereka terus-menerus menolak Yesus Kristus. 4-6 dalam surat Ibrani berbicara tentang orang-orang yang pernah percayaMereka tidak dapat bertobat lagi karena mereka terus-menerus menolak Yesus Kristus. 4-6 dalam surat Ibrani berbicara tentang orang-orang yang pernah percaya
UNAIUNAI Karena itu, peletakan tangan dalam Kisah Para Rasul 6. 6 tidak menunjuk pada penahbisan yang dipraktikkan oleh gereja saat ini. Sebaliknya, peletakan tanganKarena itu, peletakan tangan dalam Kisah Para Rasul 6. 6 tidak menunjuk pada penahbisan yang dipraktikkan oleh gereja saat ini. Sebaliknya, peletakan tangan
Useful /
LP3MZHLP3MZH Kegiatan PPM ini telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana dan telah mendapat apresiasi yang setinggi tingginya dari Koorprodi PGSD dan dosen-dosenKegiatan PPM ini telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana dan telah mendapat apresiasi yang setinggi tingginya dari Koorprodi PGSD dan dosen-dosen
STTPBSTTPB Artikel ini mengeksplore bahwa ketidakadilan upah dalam gereja Indonesia kontemporer berasal dari distorsi teologis, historis, dan kultural. KonstruksiArtikel ini mengeksplore bahwa ketidakadilan upah dalam gereja Indonesia kontemporer berasal dari distorsi teologis, historis, dan kultural. Konstruksi
STTPBSTTPB Dalam konteks pendidikan keluarga Kristen, modal budaya dapat diwujudkan melalui pembiasaan nilai-nilai kekristenan, penggunaan bahasa iman dalam komunikasiDalam konteks pendidikan keluarga Kristen, modal budaya dapat diwujudkan melalui pembiasaan nilai-nilai kekristenan, penggunaan bahasa iman dalam komunikasi
STTPBSTTPB 22-24 sebagai kerangka teologis-pedagogis untuk formasi kompetensi emosional dalam pendidikan karakter Kristiani. Sembilan manifestasi buah Roh, seperti22-24 sebagai kerangka teologis-pedagogis untuk formasi kompetensi emosional dalam pendidikan karakter Kristiani. Sembilan manifestasi buah Roh, seperti