STTPBSTTPB
KURIOSKURIOSArtikel ini mengkonstruksi paradigma kepemimpinan naratif-memori sebagai alternatif terhadap model kepemimpinan gereja yang dominan bersifat visioner-futuristik dan manajerial-korporat. Melalui pendekatan kualitatif-konstruktif serta metode korelasi kritis, penelitian ini mengintegrasikan teologi memori (Metz, Volf, Ricoeur), teori kepemimpinan naratif (Gardner, Hauerwas), dan liturgi formatif (Smith, Schmemann), untuk mengembangkan kerangka kepemimpinan yang berakar pada praktik anamnesis. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan naratif-memori menawarkan lima dimensi transformatif: pemimpin sebagai kurator memori komunal, liturgi sebagai teknologi pembentukan identitas, narasi sebagai medium integrasi pengalaman fragmentaris, memori sebagai sumber rekonsiliasi pasca-trauma, dan anamnesis sebagai kritik profetik. Dalam konteks Indonesia yang ditandai pluralitas dan berbagai luka sejarah, model ini menyediakan kerangka teologis dan praktis untuk pembangunan jemaat yang mengintegrasikan pengakuan atas penderitaan masa lalu dengan harapan eskatologis.
Kepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual.Model ini memahami pemimpin sebagai kurator memori komunal, liturgi sebagai teknologi pembentuk habitus iman, dan anamnesis sebagai struktur gerejawi yang mengakar harapan eskatologis pada memori yang kokoh.Dalam konteks pluralitas dan luka sejarah Indonesia, kerangka ini memfasilitasi penyembuhan melalui pengingatan yang benar, membangun identitas komunal inklusif, dan mengembangkan spiritualitas kepemimpinan yang kontemplatif terhadap karya Allah.
Penelitian ini telah berhasil membangun kerangka teologis untuk kepemimpinan naratif-memori, namun langkah selanjutnya yang krusial adalah menguji bagaimana paradigma ini benar-benar bekerja di lapangan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan studi empiris mendalam pada jemaat-jemaat gereja di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian tersebut dapat mengamati secara langsung bagaimana para pemimpin menerapkan prinsip kurasi memori komunal dan liturgi formatif, serta menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dalam proses pembangunan jemaat yang berakar pada anamnesis. Fokusnya bisa pada identifikasi praktik terbaik atau faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan dalam memfasilitasi rekonsiliasi dan pembentukan identitas. Selain itu, mengingat konteks Indonesia yang sangat plural, akan sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi potensi adaptasi model kepemimpinan naratif-memori ini di luar batas-batas gerejawi. Bisakah prinsip-prinsip dasar tentang memori kolektif, narasi, dan ritual pembentuk identitas diterapkan dalam komunitas sosial atau organisasi non-agama yang juga bergumul dengan luka sejarah atau kebutuhan rekonsiliasi? Studi komparatif lintas agama atau budaya dapat membuka wawasan baru tentang relevansi universal dari pendekatan ini. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan dan dampak praktis, perlu dikembangkan program pelatihan kepemimpinan yang dirancang khusus berdasarkan kerangka naratif-memori ini. Bagaimana cara terbaik untuk membekali para pemimpin gereja dan komunitas dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi kurator memori yang efektif dan fasilitator narasi yang inklusif? Penelitian tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi efektivitas pelatihan semacam itu akan sangat berharga untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan yang berpusat pada memori dan harapan.
| File size | 388.19 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Penelitian ini menawarkan pembacaan subversif terhadap Lukas 11:37-45 dengan menempatkan perikop jamuan makan dalam kerangka hospitalitas profetik. HospitalitasPenelitian ini menawarkan pembacaan subversif terhadap Lukas 11:37-45 dengan menempatkan perikop jamuan makan dalam kerangka hospitalitas profetik. Hospitalitas
STTPBSTTPB 23 menyediakan landasan yang solid untuk membuat pilihan bijak dalam penggunaan teknologi dan menghindari ketergantungan berlebihan. Dengan demikian, pendidikan23 menyediakan landasan yang solid untuk membuat pilihan bijak dalam penggunaan teknologi dan menghindari ketergantungan berlebihan. Dengan demikian, pendidikan
STTPBSTTPB Artikel ini mengkonstruksi konsep habitus pneumatis berdasarkan Galatia 5. 22-24 sebagai kerangka teologis-pedagogis untuk formasi kompetensi emosionalArtikel ini mengkonstruksi konsep habitus pneumatis berdasarkan Galatia 5. 22-24 sebagai kerangka teologis-pedagogis untuk formasi kompetensi emosional
STTPBSTTPB Konsep mûsār (disiplin) dan yirat YHWH (takut akan TUHAN) dalam Amsal tidak dipahami sebagai teknik pedagogis semata, melainkan sebagai partisipasi dalamKonsep mûsār (disiplin) dan yirat YHWH (takut akan TUHAN) dalam Amsal tidak dipahami sebagai teknik pedagogis semata, melainkan sebagai partisipasi dalam
STTPBSTTPB Gereja kontemporer berada dalam fase transisional yang ditandai oleh pergeseran paradigmatik, disrupsi digital, dan krisis kepercayaan institusional. KondisiGereja kontemporer berada dalam fase transisional yang ditandai oleh pergeseran paradigmatik, disrupsi digital, dan krisis kepercayaan institusional. Kondisi
STTSIMPSONSTTSIMPSON Sifat pasif ini dapat menyebabkan interaksi yang dangkal, gagal mengatasi kompleksitas relasional dan teologis yang lebih dalam yang melekat dalam dialogSifat pasif ini dapat menyebabkan interaksi yang dangkal, gagal mengatasi kompleksitas relasional dan teologis yang lebih dalam yang melekat dalam dialog
UNAIUNAI Hal ini menyoroti bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diintegrasikan ke dalam praktik resolusi konflik kontemporer, mendorong pendekatan yang penuh kasihHal ini menyoroti bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diintegrasikan ke dalam praktik resolusi konflik kontemporer, mendorong pendekatan yang penuh kasih
UNAIUNAI Through careful examination of the biblical text and their historical and cultural contexts, this study argues that the conquest of Canaan was Gods judgmentThrough careful examination of the biblical text and their historical and cultural contexts, this study argues that the conquest of Canaan was Gods judgment
Useful /
STTPBSTTPB Strategi ketahanan komunitas dikembangkan melalui tujuh dimensi: kapasitas adaptif, kohesi sosial, pemberdayaan anggota, resiliensi ekonomi, preservasiStrategi ketahanan komunitas dikembangkan melalui tujuh dimensi: kapasitas adaptif, kohesi sosial, pemberdayaan anggota, resiliensi ekonomi, preservasi
STTPBSTTPB Integrasi perspektif teologi trauma dan studi pastoral kontekstual memperkaya pemahaman tentang dinamika trauma dan pemulihan, menekankan pentingnya pendekatanIntegrasi perspektif teologi trauma dan studi pastoral kontekstual memperkaya pemahaman tentang dinamika trauma dan pemulihan, menekankan pentingnya pendekatan
STTPBSTTPB Pemimpin Kristiani diundang untuk kembali ke kedalaman relasi dengan Allah, diri sendiri, komunitas, dan ciptaan, yang hanya mungkin ketika kita beraniPemimpin Kristiani diundang untuk kembali ke kedalaman relasi dengan Allah, diri sendiri, komunitas, dan ciptaan, yang hanya mungkin ketika kita berani
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Berdasarkan uji normalitas, data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi <Berdasarkan uji normalitas, data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi <