STTPBSTTPB

KURIOSKURIOS

Artikel ini mengeksplorasi teologi lamentasi dalam Kitab Ratapan sebagai sumber daya liturgis dan pastoral untuk pendampingan korban bencana alam di Indonesia. Melalui analisis literer-teologis terhadap struktur dan teologi kitab Ratapan, penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ratapan menyediakan ruang ekspresi penderitaan yang jujur di hadapan Allah tanpa mereduksi kompleksitas pengalaman traumatis. Dengan mengintegrasikan perspektif teologi trauma dan studi pastoral kontekstual, artikel ini menawarkan kerangka teologis-praktis untuk membangun komunitas pendampingan yang memampukan korban bencana mengalami pemulihan holistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ratapan bukan tanda ketidakpercayaan melainkan bentuk iman yang autentik, yang memungkinkan transformasi dari penderitaan menuju harapan.

Penelitian ini menegaskan bahwa teologi ratapan dalam Kitab Ratapan menawarkan sumber daya pastoral yang berharga untuk pendampingan korban bencana di Indonesia.Tradisi ratapan menyediakan ruang bagi ekspresi penderitaan yang jujur dan validasi pengalaman traumatis, serta memfasilitasi pergerakan menuju pemulihan.Integrasi perspektif teologi trauma dan studi pastoral kontekstual memperkaya pemahaman tentang dinamika trauma dan pemulihan, menekankan pentingnya pendekatan holistik.Dengan demikian, gereja dapat menjadi komunitas harapan yang berani menghadapi realitas penderitaan dan memperjuangkan keadilan bagi korban bencana.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam tentang bagaimana praktik-praktik ratapan lokal di berbagai daerah di Indonesia dapat diintegrasikan dengan teologi ratapan biblika untuk menciptakan liturgi yang lebih relevan dan bermakna. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai model pendampingan berbasis trauma dalam konteks bencana di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang unik. Ketiga, studi komparatif antara respons pastoral terhadap bencana di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki pengalaman serupa dapat memberikan wawasan berharga tentang praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan tentang teologi pastoral bencana dan meningkatkan kualitas pendampingan yang diberikan kepada korban bencana di Indonesia, serta mendorong gereja untuk menjadi agen pemulihan dan keadilan yang lebih efektif di tengah-tengah penderitaan.

Read online
File size394.26 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test