UNESUNES
Ekasakti Legal Science JournalEkasakti Legal Science JournalPenelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi deskriptif analitis. Penyelesaian tindak pidana narkotika dengan restoratif justice pada Satresnarkoba Polresta Padang dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa tidak semua pelaku penyalahgunaan narkotika layak untuk mendapatkan hukuman pidana. Beberapa di antara mereka adalah korban yang perlu mendapatkan rehabilitasi, bukan sekadar penghukuman. Kepolisian mengadopsi strategi yang lebih progresif dan humanis dalam menangani kasus narkotika, lebih menitikberatkan pada rehabilitasi dan pemulihan sosial dibandingkan dengan sekadar memberikan hukuman pidana. Proses penyelesaian tindak pidana narkotika dengan pendekatan restorative justice di Satresnarkoba Polresta Padang diawali dengan tahap penyelidikan dan asesmen awal. Kendala yang ditemui dalam penyelesaian tindak pidana narkotika dengan restoratif justice pada Satresnarkoba Polresta Padang diantaranya kendala non hukum yaitu kesadaran hukum masyarakat yang minim. Banyak masyarakat yang masih memiliki anggapan bahwa semua pelaku tindak pidana narkotika harus dihukum berat. Kendala Hukumnya kurangnya koordinasi antara lembaga penegak hukum dan lembaga rehabilitasi. Aspek regulasi dan birokrasi yang kompleks juga menjadi tantangan dalam implementasi restorative justice. Efektivitas penyelesaian tindak pidana narkotika dengan restoratif justice terhadap tingkat kesadaran hukum pelaku pada Satresnarkoba Polresta Padang diukur dari kesadaran yang lebih tinggi untuk tidak mengulangi perbuatannya serta menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka. Efektivitas ditunjukan dengan penurunan angka residivisme atau pengulangan tindak pidana oleh mantan pelaku. Banyak pengguna narkotika yang telah menjalani rehabilitasi melalui mekanisme ini berhasil kembali ke masyarakat tanpa kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Penyelesaian tindak pidana narkotika dengan rehabilitasi pada Satresnarkoba Polresta Padang dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa tidak semua pelaku penyalahgunaan narkotika layak untuk mendapatkan hukuman pidana, melainkan rehabilitasi.Kendala yang dihadapi meliputi minimnya kesadaran hukum masyarakat, kurangnya koordinasi antar lembaga, dan kompleksitas regulasi.Efektivitas rehabilitasi diukur dari peningkatan kesadaran pelaku untuk tidak mengulangi perbuatan dan menjadi agen perubahan, yang ditunjukkan dengan penurunan angka residivisme dan keberhasilan reintegrasi mantan pengguna narkotika ke masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model rehabilitasi narkotika yang diterapkan di Indonesia, termasuk perbandingan antara pendekatan medis, psikologis, dan sosial, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dan ditingkatkan. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan reintegrasi mantan pengguna narkotika ke dalam masyarakat, seperti dukungan keluarga, akses terhadap pekerjaan, dan penerimaan sosial, sehingga dapat dirumuskan program pendampingan yang lebih efektif. Ketiga, penting untuk mengkaji lebih lanjut peran serta masyarakat dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi mantan pengguna narkotika, termasuk bagaimana meningkatkan kesadaran dan menghilangkan stigma negatif, serta bagaimana melibatkan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan program yang lebih komprehensif dan efektif dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
| File size | 451.34 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPAUNIPA Penggunaan areal untuk membangun areal pembibitan dilakukan pada hak milik anggota kelompok. Keterlibatan stakeholder sangat berperan dalam mendukung realisasiPenggunaan areal untuk membangun areal pembibitan dilakukan pada hak milik anggota kelompok. Keterlibatan stakeholder sangat berperan dalam mendukung realisasi
UMSIUMSI Temuan tersebut menggarisbawahi perlunya integrasi persepsi masyarakat dalam perencanaan peternakan berkelanjutan, termasuk perbaikan manajemen lingkungan,Temuan tersebut menggarisbawahi perlunya integrasi persepsi masyarakat dalam perencanaan peternakan berkelanjutan, termasuk perbaikan manajemen lingkungan,
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budidaya ramah lingkungan dan pemanfaatan ruang sempit secara produktif.meskipunKegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budidaya ramah lingkungan dan pemanfaatan ruang sempit secara produktif.meskipun
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Jika mengacu pada pendekatan intertekstual mada didapatkan penjelasan, misalnya dalam bidang sosial dan budaya, praktik LGBT di satu sisi dapat diterimaJika mengacu pada pendekatan intertekstual mada didapatkan penjelasan, misalnya dalam bidang sosial dan budaya, praktik LGBT di satu sisi dapat diterima
UNSULBARUNSULBAR Lebar pantai dari daerah intertidal adalah 50 m, dengan elevasi berkisar antara 6,23 – 11,72 %, sementara area supratidal menunjukkan ketinggian dariLebar pantai dari daerah intertidal adalah 50 m, dengan elevasi berkisar antara 6,23 – 11,72 %, sementara area supratidal menunjukkan ketinggian dari
UNIKOMUNIKOM Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis skoring menggunakan pengukuran skala likert, dan analisis korelasiAnalisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis skoring menggunakan pengukuran skala likert, dan analisis korelasi
UNTAGUNTAG Kebijakan kehutanan masih berorientasi pada sistem pengelolaan hutan yang didominasi negara. Pola pengelolaan hutan berbasis negara bergantung pada pemerintahKebijakan kehutanan masih berorientasi pada sistem pengelolaan hutan yang didominasi negara. Pola pengelolaan hutan berbasis negara bergantung pada pemerintah
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Dampak pengangguran seperti pencurian, perampokan, pelacuran, jual beli anak, dan anak jalanan menunjukkan bahwa pengangguran telah menjadi kuman penyakitDampak pengangguran seperti pencurian, perampokan, pelacuran, jual beli anak, dan anak jalanan menunjukkan bahwa pengangguran telah menjadi kuman penyakit
Useful /
UMSIUMSI Nilai HHI menurun dari 0,016 menjadi 0,06, yang mengindikasikan pergeseran dalam struktur pasar dari pasar oligopoli terkonsentrasi sedang menjadi oligopoliNilai HHI menurun dari 0,016 menjadi 0,06, yang mengindikasikan pergeseran dalam struktur pasar dari pasar oligopoli terkonsentrasi sedang menjadi oligopoli
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penelitian ini juga menyarankan perlunya peningkatan berkelanjutan pada sistem dan pelatihan bagi petugas agar pemanfaatan EHR dapat berjalan lebih optimalPenelitian ini juga menyarankan perlunya peningkatan berkelanjutan pada sistem dan pelatihan bagi petugas agar pemanfaatan EHR dapat berjalan lebih optimal
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Konsekuensinya adalah munculnya konflik keluarga dan bahkan perceraian. Oleh karena itu, berbagai pemangku kepentingan harus bertanggung jawab untuk mengatasiKonsekuensinya adalah munculnya konflik keluarga dan bahkan perceraian. Oleh karena itu, berbagai pemangku kepentingan harus bertanggung jawab untuk mengatasi
UNYUNY Keberhasilan pengimplementasian kurikulum memerlukan manajemen yang baik. Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum 2013, ada beberapa aspek manajemenKeberhasilan pengimplementasian kurikulum memerlukan manajemen yang baik. Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum 2013, ada beberapa aspek manajemen