STTSIMPSONSTTSIMPSON
Evangelikal: Jurnal Teologi InjiliEvangelikal: Jurnal Teologi InjiliArtikel ini secara kritis meneliti penggunaan toleransi sebagai salah satu indikator dalam kebijakan Moderasi Beragama pemerintah Indonesia. Sejak familiarisasi ide ini pada tahun 2019, beberapa sarjana Kristen telah mengumandangkannya secara luas, bahkan mencoba mengintegrasikannya dengan Alkitab dan nilai-nilai Kristen dalam pekerjaan praktis hubungan antaragama. Bagi kami, toleransi masih bersifat pasif, dan ini bertentangan dengan ajaran Kristen atau Alkitab, yang menuntut agar umat Kristen selalu aktif, termasuk dalam hal hidup bersama dengan orang yang berbeda. Melalui artikel ini, kami berpendapat bahwa konsep keramahtamahan adalah konsep yang lebih aktif dan sesuai untuk mempromosikan hubungan antaragama daripada indikator yang ditunjuk oleh pemerintah Indonesia, yaitu toleransi. Kami juga menekankan bahwa keramahtamahan yang disengaja dapat menjadi paradigma hidup bersama dalam hubungan antaragama yang lebih biblika dan Kristen. Dalam karya ini, kami menggunakan metodologi yang mencakup tinjauan pustaka, analisis teoritis, dan refleksi kritis. Dengan meninjau secara kritis karya para teolog, Amos Yong dan Marianne Moyaert, kami mengusulkan secara konstruktif temuan penelitian dalam lima karakteristik kunci hubungan antaragama yang ramah: pengakuan, imajinasi, transformasi, komitmen, dan niat. Karakter-karakter ini, dengan tegas, menunjukkan keterlibatan aktif dan hubungan tulus dengan orang lain, khususnya individu dari agama lain.
Dalam memeriksa penggunaan toleransi dalam program Moderasi Beragama dan mendukung keramahtamahan sebagai indikator yang lebih sesuai untuk hubungan antaragama, menjadi jelas bahwa keramahtamahan mencakup keterlibatan yang lebih kaya dan aktif dengan berbagai agama daripada toleransi.Peralihan dari toleransi ke keramahtamahan menawarkan kerangka yang lebih nuansa dan efektif untuk dialog antaragama.Toleransi, meskipun merupakan konsep dasar dalam mengelola keragaman, sering tetap menjadi gestur pasif dan dangkal.Hal ini mungkin hanya menyiratkan penerimaan yang enggan terhadap perbedaan tanpa mendorong pemahaman atau keterlibatan yang tulus.Sifat pasif ini dapat menyebabkan interaksi yang dangkal, gagal mengatasi kompleksitas relasional dan teologis yang lebih dalam yang melekat dalam dialog antaragama.Sebaliknya, keramahtamahan - seperti yang diinformasikan oleh keramahtamahan kritis Moyaert, identitas naratif Ricoeur, dan keramahtamahan interagama Schmidt-Leukel - mewujudkan pendekatan proaktif, disengaja, dan empati.Keramahtamahan kritis, seperti yang diartikulasikan oleh Moyaert, tidak hanya mengakui tetapi juga memahami dan menghormati simbol, praktik, dan ajaran agama lain, sambil mempertahankan identitas iman sendiri.Pendekatan ini menghindari perangkap ketidakjujuran dan keterlibatan dangkal yang dapat merusak dialog antaragama yang tulus.Identitas naratif, berdasarkan wawasan Ricoeur, menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek statis dan dinamis identitas melalui cerita.Perspektif ini mendukung pendekatan relasional dan dinamis terhadap keterlibatan antaragama, berlawanan dengan sifat statis toleransi semata.Hal ini mendorong kesadaran diri yang lebih dalam dan pemahaman bersama, yang esensial untuk dialog yang bermakna.Keramahtamahan disengaja Schmidt-Leukel lebih memperkaya kerangka ini dengan menekankan pentingnya pengakuan, imajinasi, transformasi, komitmen, dan niat.Pengakuan melibatkan mengakui dan terlibat secara mendalam dengan keunikan agama lain, melampaui pengakuan semata menuju apresiasi yang tulus.
Berdasarkan penelitian ini, kami mengusulkan tiga saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana keramahtamahan dapat diterapkan secara praktis dalam konteks interagama di Indonesia, khususnya dalam membangun hubungan yang lebih bermakna dan saling menghormati antara umat beragama yang berbeda. Kedua, penting untuk menyelidiki peran keramahtamahan dalam mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif dan menghindari perangkap insincerity dan superficial engagement yang dapat merusak hubungan antaragama. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas keramahtamahan sebagai paradigma baru dalam moderasi beragama, dengan fokus pada bagaimana keramahtamahan dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku yang positif dalam masyarakat yang beragam secara agama.
- Inclusivity in the Old Testament | Geyser-Fouche | HTS Teologiese Studies / Theological Studies. inclusivity... doi.org/10.4102/hts.v73i4.4761Inclusivity in the Old Testament Geyser Fouche HTS Teologiese Studies Theological Studies inclusivity doi 10 4102 hts v73i4 4761
- An Invitation to a New Era of Biblical Theology: Towards an Old Testament Theology of Hospitality | Published... tyndalebulletin.org/article/88884-an-invitation-to-a-new-era-of-biblical-theology-towards-an-old-testament-theology-of-hospitalityAn Invitation to a New Era of Biblical Theology Towards an Old Testament Theology of Hospitality Published tyndalebulletin article 88884 an invitation to a new era of biblical theology towards an old testament theology of hospitality
- Theology of Religions in the Lens of Pentecostal Hospitality | SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI. theology... doi.org/10.46495/sdjt.v13i1.195Theology of Religions in the Lens of Pentecostal Hospitality SANCTUM DOMINE JURNAL TEOLOGI theology doi 10 46495 sdjt v13i1 195
| File size | 340.64 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Untuk mengatasi tantangan ini, guru PAI menggunakan metode sistematis dengan memastikan nilai-nilai moderasi hadir dalam semua materi pembelajaran danUntuk mengatasi tantangan ini, guru PAI menggunakan metode sistematis dengan memastikan nilai-nilai moderasi hadir dalam semua materi pembelajaran dan
IFRELIFREL Penelitian menunjukkan bahwa sekolah multagama memiliki potensi signifikan untuk menumbuhkan tanggung jawab ekologi melalui pendekatan pedagogik interreligiusPenelitian menunjukkan bahwa sekolah multagama memiliki potensi signifikan untuk menumbuhkan tanggung jawab ekologi melalui pendekatan pedagogik interreligius
STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP Dalam perspektif Pentakostal, karya Roh Kudus menjadi landasan utama bagi transformasi ilahi di tengah dekadensi moral. Ayat ini memberikan fondasi identitasDalam perspektif Pentakostal, karya Roh Kudus menjadi landasan utama bagi transformasi ilahi di tengah dekadensi moral. Ayat ini memberikan fondasi identitas
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Pendekatan teologis yang dipilih adalah Ahlusunnah wal Jamaah dalam formulasi Asyariyyah. Akidah ini menerapkan sikap moderat dengan menjauhkan umat dariPendekatan teologis yang dipilih adalah Ahlusunnah wal Jamaah dalam formulasi Asyariyyah. Akidah ini menerapkan sikap moderat dengan menjauhkan umat dari
IAISUMBARIAISUMBAR Ketiga, Situasi sosial saat al-Quran diturunkan juga tidaklah pada masyarakat primitif, sebagaimana gambaran umum versi mazhab Tradisionalis, tetapi masyarakatKetiga, Situasi sosial saat al-Quran diturunkan juga tidaklah pada masyarakat primitif, sebagaimana gambaran umum versi mazhab Tradisionalis, tetapi masyarakat
APPIHIAPPIHI Pemikiran ini berfokus untuk melihat secara hakiki dan komprehensif konsep kewarganegaraan dari sudut pandang hukum sakral dan hukum Islam. KewarganegaraanPemikiran ini berfokus untuk melihat secara hakiki dan komprehensif konsep kewarganegaraan dari sudut pandang hukum sakral dan hukum Islam. Kewarganegaraan
UNDIKMAUNDIKMA The analysis of the book “My Next Words. For Elementary School for Grade V reveals that it does not fully align with religious moderation values. TheThe analysis of the book “My Next Words. For Elementary School for Grade V reveals that it does not fully align with religious moderation values. The
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Agama memiliki peran penting di seluruh dunia, namun keragaman keyakinan sering memicu konflik. Dalam abad ke-21, prinsip hak asasi manusia seharusnyaAgama memiliki peran penting di seluruh dunia, namun keragaman keyakinan sering memicu konflik. Dalam abad ke-21, prinsip hak asasi manusia seharusnya
Useful /
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW The research method used is qualitative research of the field research type. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation.The research method used is qualitative research of the field research type. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation.
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Implementasi kompetensi pedagogis dan budaya kerja dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti dukungan kepala sekolah dan lingkungan sekolah religius, sertaImplementasi kompetensi pedagogis dan budaya kerja dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti dukungan kepala sekolah dan lingkungan sekolah religius, serta
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Nilai-nilai inti yang menjadi fokus kajian dalam pengembangan budaya sekolah Islami adalah internalisasi nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-QuranNilai-nilai inti yang menjadi fokus kajian dalam pengembangan budaya sekolah Islami adalah internalisasi nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Quran
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Allah mendorong manusia untuk mengamati alam semesta yang diciptakan indah dan harmonis. Di Aceh, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh menyusun tim khususAllah mendorong manusia untuk mengamati alam semesta yang diciptakan indah dan harmonis. Di Aceh, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh menyusun tim khusus