STTPBSTTPB

KURIOSKURIOS

Artikel ini mengusulkan Theologia Morae (Teologi Kelambatan) sebagai kerangka teologis-spiritual bagi kepemimpinan Kristiani transformatif di era akselerasi disruptif. Berpijak pada teori akselerasi sosial Hartmut Rosa dan kritik Byung-Chul Han terhadap masyarakat burnout, studi ini mendiagnosis akselerasi sebagai patologi spiritual yang menegasi prinsip Sabbath dalam tatanan ciptaan.

Theologia Morae menawarkan visi alternatif kepemimpinan Kristiani yang secara sadar menolak hegemoni akselerasi.Berakar dalam sumber-sumber teologis klasik, slow leadership mengusulkan bahwa kelambatan bukanlah kelemahan melainkan virtus teologis yang esensial.Pemimpin Kristiani diundang untuk kembali ke kedalaman relasi dengan Allah, diri sendiri, komunitas, dan ciptaan, yang hanya mungkin ketika kita berani memperlambat langkah di tengah dunia yang tidak pernah berhenti berlari.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan konsep Theologia Morae dalam konteks Indonesia dengan mempertimbangkan tradisi-tradisi kearifan lokal dan tantangan kontekstual. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki aplikasi praktis dari slow leadership dalam berbagai konteks kepemimpinan, seperti gereja, organisasi non-profit, dan bisnis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara slow leadership dan kesejahteraan mental serta fisik pemimpin, serta dampaknya terhadap organisasi dan masyarakat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pengembangan kepemimpinan Kristiani yang transformatif dan berkelanjutan.

Read online
File size401.36 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test