STTPBSTTPB

KURIOSKURIOS

Pendidikan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan identitas anak, termasuk dalam memperkuat budaya yang selaras dengan nilai-nilai Kristen. Teori modal budaya Pierre Bourdieu menawarkan perspektif yang relevan dalam memahami bagaimana warisan budaya ditransmisikan dalam keluarga Kristen guna membangun identitas dan nilai-nilai moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal budaya dalam pendidikan keluarga Kristen sebagai upaya penguatan budaya pada anak. Metode yang digunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa modal budaya yang meliputi habitus, kapital simbolik, dan praktik sosial berkontribusi dalam membentuk pola pikir, kebiasaan, serta nilai-nilai yang dianut oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan keluarga Kristen, modal budaya dapat diwujudkan melalui pembiasaan nilai-nilai kekristenan, penggunaan bahasa iman dalam komunikasi keluarga, serta keterlibatan anak dalam praktik keagamaan dan budaya Kristen.

Teori modal budaya Pierre Bourdieu dalam konteks penguatan budaya pada anak dalam pendidikan keluarga Kristen, menggambarkan pentingnya pengenalan dan penguasaan modal budaya sebagai kunci untuk memahami bagaimana nilai-nilai dan praktik Kristen diteruskan dari generasi ke generasi.Dalam teori Bourdieu, modal budaya meliputi pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan yang dimiliki seseorang dalam suatu budaya tertentu.Familia Kristen berperan penting dalam menyediakan lingkungan di mana anak-anak dapat memperoleh dan menginternalisasi modal budaya Kristen.Pendidikan keluarga Kristen bertujuan untuk memperkuat identitas agama anak-anak dengan cara menyediakan pengalaman-pengalaman yang mendalam dan terstruktur dalam ajaran agama, ritual, dan praktik ibadah Kristen.

Untuk memahami lebih mendalam seberapa efektif edukasi keluarga Kristen dalam memelihara kearifan iman pada generasi muda, penelitian selanjutnya dapat meninjau bagaimana kondisi keluarga dengan modal budaya yang berbeda (misalnya, keluarga yang memiliki akses kaya terhadap gadget sebagai media pendidikan vs. keluarga yang masih mendanai lingkungan pembiasaan Kristen tradisional melalui praktik doa dan latiu) mempengaruhi perkembangan iman anak-anaknya. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi bagaimana elemen budaya lokal dapat disinkronkan dengan doktrin agama Kristen di sekolah-sekolah Kristen di berbagai wilayah Indonesia. Wejangan yang tepat dalam sisa kesempatan ekonomi dan waktu, bisa melonjakkan prestasi khidmat agama di sekolah, serta meningkatkan partisipasi laki-laki dan perempuan di kehidupan gereja. Selain itu, meneroka bagaimana praktik individu yang menggabungkan ajaran Kristen dengan budaya setempat dapat membentuk personalitas yang lebih holistik dan beradaptasi pada anak-anak, termasuk hal-hal seperti seremonial adat atau ritual agama yang tidak langsung terikat dengan ajaran Kristen.

Read online
File size415 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test