UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting di lingkungan sekolah dasar, termasuk di SDN Buah Gede Serang. Kurangnya pemahaman siswa mengenai jenis sampah dan pengelolaannya menyebabkan lingkungan sekolah kurang bersih dan tidak tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh KKM 28 Universitas Serang Raya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk karakter peduli lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata selama empat minggu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan partisipatif (Participatory Action Research), melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan meliputi pemberian materi pemilahan sampah organik dan anorganik, praktik daur ulang, pembuatan tempat sampah terpilah, menggambar tema lingkungan, pembuatan taman mini, serta pemberian mading dan plakat. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, perubahan perilaku positif terhadap sampah, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan hijau. Kegiatan ini efektif dalam membentuk budaya peduli lingkungan sejak dini di kalangan siswa sekolah dasar.

Kegiatan edukasi pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) 28 Universitas Serang Raya di SDN Buah Gede selama empat minggu menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar.Program ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang jenis sampah, manfaat pemilahan, dan teknik daur ulang, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup pembelajaran sampah, praktik daur ulang, pembuatan tempat sampah terpilah, taman mini, serta mading kenang‑kenangan, yang secara keseluruhan meningkatkan kerja sama antar siswa dan membangun budaya bersih dan sehat di sekolah.Tingginya keaktifan dan antusiasme siswa selama pelaksanaan membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang menyenangkan, aplikatif, dan partisipatif dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab terhadap kebersihan sejak usia dini.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas model edukasi pengelolaan sampah berbasis teknologi digital, misalnya dengan menguji apakah penggunaan aplikasi interaktif atau game edukatif dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam memisahkan sampah dibandingkan metode konvensional yang diterapkan pada studi ini. Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan beberapa sekolah dasar di daerah berbeda dengan periode intervensi yang lebih panjang, misalnya satu tahun, perlu dilakukan untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku dan dampak jangka panjang terhadap kebersihan lingkungan sekolah serta apakah faktor budaya lokal mempengaruhi penerapan praktik daur ulang. Terakhir, penelitian kualitatif‑kuantitatif yang mengintegrasikan perspektif guru, orang tua, dan komunitas sekitar dapat mengidentifikasi hambatan struktural dan sumber daya yang diperlukan untuk memperluas program pembentukan karakter peduli lingkungan ke tingkat kecamatan atau kabupaten, sehingga kebijakan pendidikan lingkungan dapat dirumuskan secara berbasis bukti.

Read online
File size781.04 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test