LP3MZHLP3MZH
KHIDMAH : Jurnal Pengabdian MasyarakatKHIDMAH : Jurnal Pengabdian MasyarakatPandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar dan berkepanjangan hingga saat ini dalam berbagai sektor kehidupan khususnya dunia pendidikan. Loss Iearning atau kesenjangan pembelajaran akibat pembelajaran daring (dalam jaringan) karena pandemi adalah masalah serius yang tentunya dihadapi oleh semua pihak. Menghadapi hal ini pemerintah Indonesia menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka dimana pembelajaran berdiferensiasi adalah hal yang diutamakan. Kebijakan ini tentu baik, namun disisi lain menuntut kreativitas guru yang lebih dalam mengatur pembelajaran. Tidak hanya itu kerja sama yang bersifat kolaboratif juga sangat diperlukan oleh para pendidik. Karena itulah kegiatan PKM ini dilaksanakan. Tim PKM dari Prodi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Nusa Cendana Kupang, bekerjasama dengan MGMP kota Soe, Kabupaten TTS, NTT sehingga terdapat 20 peserta yang terlibat aktif dalam kegiatan ini. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif adalah tema yang diusung pada kegiatan ini. Tujuannya agar dapat memfasilitasi kreativitas guru dalam mengatur pembelajaran dan berkolaborasi. Ceramah, diskusi-tanya jawab, praktik dan demonstrasi adalah metode yang digunakan selama 2 hari kegiatan. Kegiatan PkM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Adapun lokasi kegiatan bertempat di SMAN 1 Soe. Hasil evaluasi dan refleksi menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan yakni para guru peserta pelatihan mampu merumuskan judul PTK kolaboratif.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai peserta sangat bermanfaat, kegiatan ini dinilai mampu membangkitkan ingatan dan pengetahuan peserta tentang bagaimana menyusun proposal, melaksanakan penelitian, menyusun laporan akhir.Selain itu peserta merasa memperoleh pengetahuan baru tentang bagaimana menulis dan menerbitkan artikel jurnal.Diharapkan kegiatan PkM ini dapat menginspirasi dan membekali peserta dengan pengembangan keprofesian, dan pengayaan ilmu bagaimana meningkatkan dan memperbaiki proses pembelajaran.Pendampingan lebih lanjut agar guru-guru mampu menyusun proposal, melaksanakan penelitian, menyusun laporan akhir dan menulis artikel untuk diterbitkan pada jurnal nasional juga perlu diperhatikan secara serius agar hasil PkM ini dapat mencapai hasil yang maksimal.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas model pelatihan PTK kolaboratif dengan lesson study dalam meningkatkan kemampuan guru matematika SMP dalam merancang dan melaksanakan penelitian tindakan kelas secara mandiri. Penelitian ini dapat melibatkan pengukuran kemampuan guru sebelum dan sesudah pelatihan, serta observasi terhadap pelaksanaan PTK di kelas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan PTK kolaboratif yang lebih komprehensif dan mudah dipahami oleh guru matematika SMP. Modul ini dapat mencakup panduan langkah-langkah PTK, contoh-contoh penelitian, serta alat evaluasi untuk mengukur pemahaman guru. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PTK kolaboratif di sekolah. Faktor-faktor ini dapat meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan sumber daya, serta motivasi guru. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dirumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas PTK kolaboratif di sekolah-sekolah.
- Pelatihan penyusunan rencana penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif bagi guru matematika SMP Se-kota... doi.org/10.55210/khidmah.v3i2.252Pelatihan penyusunan rencana penelitian tindakan kelas PTK kolaboratif bagi guru matematika SMP Se kota doi 10 55210 khidmah v3i2 252
- PELAKSANAAN MGMP DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM | Fakrurridha | JURNAL SERAMBI... doi.org/10.32672/si.v20i2.1456PELAKSANAAN MGMP DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fakrurridha JURNAL SERAMBI doi 10 32672 si v20i2 1456
| File size | 434.92 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIFLORUNIFLOR Mekanisme ini mengurangi ketidaknyamanan internal (disonansi) tanpa melakukan perubahan konseptual, sehingga model mental yang keliru tetap dipertahankanMekanisme ini mengurangi ketidaknyamanan internal (disonansi) tanpa melakukan perubahan konseptual, sehingga model mental yang keliru tetap dipertahankan
UNSRIUNSRI Hasilnya menekankan perlunya MTE tidak hanya menjadi penyampai konten, melainkan juga fasilitator yang menginspirasi, mendukung, dan memelihara motivasiHasilnya menekankan perlunya MTE tidak hanya menjadi penyampai konten, melainkan juga fasilitator yang menginspirasi, mendukung, dan memelihara motivasi
SIMPADUSIMPADU Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi pembelajaran, danPendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Gambaran kondisi aktual ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan penelitian lebih lanjut dan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitasGambaran kondisi aktual ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan penelitian lebih lanjut dan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas
RISETILMIAHRISETILMIAH Pembelajaran menggunakan teori Gagne dapat dilakukan dengan memanfaatkan sepenuhnya semua sumber informasi sebagai sumber pelajaran; memberikan pemahamanPembelajaran menggunakan teori Gagne dapat dilakukan dengan memanfaatkan sepenuhnya semua sumber informasi sebagai sumber pelajaran; memberikan pemahaman
RISETILMIAHRISETILMIAH Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan kognitif anak pada tahap usia operasional formal (12 tahun – dewasa) dalam pembelajaran matematika. PembelajaranHasil penelitian ini menunjukkan perkembangan kognitif anak pada tahap usia operasional formal (12 tahun – dewasa) dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran
UNRAMUNRAM Sistem pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik, melainkan secara online yang menggunakanSistem pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik, melainkan secara online yang menggunakan
ETDCIETDCI Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan wawancara. Bentuk instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang sudah diuji validitasnya. PengujianTeknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan wawancara. Bentuk instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang sudah diuji validitasnya. Pengujian
Useful /
UNIDAUNIDA Solid dispersion dikarakterisasi dengan powder X-ray diffractometer (PXRD), differential scanning calorimeter (DSC), dan scanning electron microscope (SEM).Solid dispersion dikarakterisasi dengan powder X-ray diffractometer (PXRD), differential scanning calorimeter (DSC), dan scanning electron microscope (SEM).
UNIDAUNIDA Interaksi antara infrastruktur dan pendapatan serta partisipasi dan pendapatan menjadi yang paling kuat, menekankan peran penting investasi fisik dan pemberdayaanInteraksi antara infrastruktur dan pendapatan serta partisipasi dan pendapatan menjadi yang paling kuat, menekankan peran penting investasi fisik dan pemberdayaan
UNIDAUNIDA angulata disaring berdasarkan Lipinskis Rule of Five dan sifat ADMET. Docking molekul dilakukan menggunakan protein SOD1 (PDB ID: 5YTO), dan validasi dockingangulata disaring berdasarkan Lipinskis Rule of Five dan sifat ADMET. Docking molekul dilakukan menggunakan protein SOD1 (PDB ID: 5YTO), dan validasi docking
UNRAMUNRAM Tolak ukur keberhasilan kegiatan ini pertama, meningkatnya pengetahuan tentang kebencanaan dan cara penanggulangannya pada kelompok masyarakat. Kedua masyarakatTolak ukur keberhasilan kegiatan ini pertama, meningkatnya pengetahuan tentang kebencanaan dan cara penanggulangannya pada kelompok masyarakat. Kedua masyarakat