UNSRIUNSRI
Journal on Mathematics EducationJournal on Mathematics EducationPendidik guru matematika (MTE) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika karena mereka bertanggung jawab mempersiapkan calon guru matematika. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur dengan mengeksplorasi persepsi guru matematika yang sedang bertugas (ISMT) mengenai pengetahuan yang mendefinisikan “MTE yang baik. Data dikumpulkan melalui wawancara tertulis terbuka dengan 36 ISMT di Italia dan dianalisis menggunakan model Knowledge Khusus Pendidik Guru Matematika (MTESK) serta pendekatan induktif untuk mengidentifikasi dimensi pengetahuan tambahan. Hasil menunjukkan bahwa ISMT menghargai tidak hanya pemahaman matematika yang kuat dan pengetahuan konten pedagogis, tetapi juga kualitas relasional, komunikatif, dan afektif seperti empati, motivasi, serta kemampuan menciptakan lingkungan belajar kolaboratif; pengalaman mengajar profesional dan pengetahuan tentang riset pendidikan matematika juga dianggap penting. Temuan ini memberikan implikasi signifikan bagi perancangan program pendidikan guru yang lebih responsif terhadap kebutuhan ISMT dan pengembangan profesional.
Penelitian ini memperluas pemahaman tentang pengetahuan MTE dengan menyoroti perspektif ISMT, menunjukkan bahwa pengetahuan disiplin dan pedagogis harus dipadukan dengan dimensi afektif dan relasional untuk mendukung pengembangan profesional yang efektif.Hasilnya menekankan perlunya MTE tidak hanya menjadi penyampai konten, melainkan juga fasilitator yang menginspirasi, mendukung, dan memelihara motivasi serta praktik reflektif guru.Keterbatasan sampel yang kecil dan distribusi tidak merata mengindikasikan perlunya penelitian lanjutan dengan sampel lebih luas dan metodologi yang lebih beragam.
Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas cakupan sampel dengan melibatkan guru matematika in‑service dari berbagai negara dan tingkatan sekolah serta mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur secara lebih komprehensif dimensi‑dimensi pengetahuan MTE yang diidentifikasi. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menilai dampak program pengembangan profesional yang secara khusus menekankan kompetensi afektif dan relasional MTE terhadap peningkatan kinerja dan kepuasan ISMT, sehingga dapat menguji efektivitas pendekatan berbasis empati, motivasi, dan kolaborasi. Akhirnya, penting untuk meneliti pengaruh kebijakan institusional dan reformasi kurikulum terhadap integrasi praktik berbasis riset dalam pelatihan MTE, dengan desain longitudinal yang melacak perubahan pengetahuan dan praktik MTE selama beberapa tahun, guna memahami dinamika implementasi kebijakan pendidikan matematika pada tingkat pendidikan guru.
- Content Knowledge for Teaching: What Makes It Special? - Deborah Loewenberg Ball, Mark Hoover Thames,... doi.org/10.1177/0022487108324554Content Knowledge for Teaching What Makes It Special Deborah Loewenberg Ball Mark Hoover Thames doi 10 1177 0022487108324554
- A Five Circles Model for Designing Mathematics Teacher Education Programs and Framing Common Standards... doi.org/10.29333/iejme/613A Five Circles Model for Designing Mathematics Teacher Education Programs and Framing Common Standards doi 10 29333 iejme 613
- The mathematics teacherâs specialised knowledge (MTSK) model*: Research in Mathematics Education:... doi.org/10.1080/14794802.2018.1479981The mathematics teacheryAAAos specialised knowledge MTSK model Research in Mathematics Education doi 10 1080 14794802 2018 1479981
- Una mirada al conocimiento del educador de docentes de matemáticas: un estudio de caso | Enseñanza... ensciencias.uab.cat/article/view/v43-n1-perez-cardenoso-montesUna mirada al conocimiento del educador de docentes de matemyticas un estudio de caso Enseyanza ensciencias uab cat article view v43 n1 perez cardenoso montes
| File size | 628.49 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
ILININSTITUTEILININSTITUTE Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu: (1) persiapan melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan modul, dan instrumen evaluasi; (2)Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu: (1) persiapan melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan modul, dan instrumen evaluasi; (2)
LP3MZHLP3MZH Adapun lokasi kegiatan bertempat di SMAN 1 Soe. Hasil evaluasi dan refleksi menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkanAdapun lokasi kegiatan bertempat di SMAN 1 Soe. Hasil evaluasi dan refleksi menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan mendeskpripsikan pemahaman konsep aljabar, menemukan miskonsepsi serta mengevaluasi proses perkuliahan yang telah berlangsungPenelitian ini bertujuan mendeskpripsikan pemahaman konsep aljabar, menemukan miskonsepsi serta mengevaluasi proses perkuliahan yang telah berlangsung
HAMZANWADIHAMZANWADI Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adopsi Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan matematika dasar sangat bergantung pada interaksi sinergisPenelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adopsi Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan matematika dasar sangat bergantung pada interaksi sinergis
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Metode yang digunakan bersifat kualitatif, mengandalkan tes literasi matematika dan kuesioner Metacognitive Awareness Inventory (MAI). Sampel terdiri dariMetode yang digunakan bersifat kualitatif, mengandalkan tes literasi matematika dan kuesioner Metacognitive Awareness Inventory (MAI). Sampel terdiri dari
GMPIONLINEGMPIONLINE Proses pembelajaran daring meninggalkan banyak masalah dalam pelaksanaannya. Salah satu masalah adalah ketidaksiapan guru dalam mengelola stres akibatProses pembelajaran daring meninggalkan banyak masalah dalam pelaksanaannya. Salah satu masalah adalah ketidaksiapan guru dalam mengelola stres akibat
UNILAUNILA Model pembelajaran berbasis masalah efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA. Siswa yang belajar dengan model ini menunjukkanModel pembelajaran berbasis masalah efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA. Siswa yang belajar dengan model ini menunjukkan
UNMUNM Model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Peningkatan ini ditandai dengan nilai n-gainModel pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Peningkatan ini ditandai dengan nilai n-gain
Useful /
ILININSTITUTEILININSTITUTE Peningkatan ini dibuktikan melalui hasil pre dan post test, serta peningkatan keterampilan peserta dalam memanfaatkan hasil laut sebagai bahan pangan olahanPeningkatan ini dibuktikan melalui hasil pre dan post test, serta peningkatan keterampilan peserta dalam memanfaatkan hasil laut sebagai bahan pangan olahan
ILININSTITUTEILININSTITUTE Tepung yang dihasilkan dimanfaatkan untuk diversifikasi produk berupa cookies, brownies, dan bolu kukus yang memperoleh tingkat penerimaan konsumen diTepung yang dihasilkan dimanfaatkan untuk diversifikasi produk berupa cookies, brownies, dan bolu kukus yang memperoleh tingkat penerimaan konsumen di
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Fokus penelitian terletak pada bagaimana pengelolaan media pembelajaran yang efektif mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, khususnya dalamFokus penelitian terletak pada bagaimana pengelolaan media pembelajaran yang efektif mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, khususnya dalam
UNILAUNILA Pengawetan kayu sengon menggunakan cuka kayu tembesu dan rengas pada konsentrasi 70% berhasil meningkatkan kelas keawetan dari IV menjadi I terhadap seranganPengawetan kayu sengon menggunakan cuka kayu tembesu dan rengas pada konsentrasi 70% berhasil meningkatkan kelas keawetan dari IV menjadi I terhadap serangan