UINSIUINSI
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalKemampuan problem solving merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak yang perlu distimulasi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan problem solving pada anak usia 5–6 tahun dengan pendekatan permainan golf di PAUD Kuncup Melati PIKA-PKT Bontang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari 9 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa kata, gambar, dan bukan angka. Instrumen yang digunakan berdasarkan enam indikator kemampuan problem solving yaitu: mengidentifikasi masalah, gathering information, understanding and analyze the problem, planning strategies, dan evaluasi. Metode analisis yang digunakan diantaranya: 1) pengumpulan data secara maksimal, 2) kondensasi data, dan 3) penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan golf berdampak positif terhadap kemampuan berpikir anak. Anak aktif menunjukkan strategi lebih baik dalam mengenali permasalahan dan melakukan evaluasi dari beragam skenario bermain sebelumnya. Permainan golf mampu melatih pusat konsentrasi, koordinasi, serta pengambilan keputusan sehingga bermanfaat bagi perkembangan pola pikir logis, kritis maupun sistematis secara efektif dan mendasar. Secara keseluruhan hasil penelitian ini merekomendasikan permainan golf sebagai inovatif untuk pembelajaran berbasis bermain yang membantu melatih perkembangan kognitif serta problem solving anak secara menyeluruh. Selain itu dapat diintegrasikan dengan kurikulum yang ada di pendidikan anak usia dini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan golf dapat meningkatkan kemampuan problem solving anak usia 5-6 tahun.Permainan ini memberikan pengalaman nyata yang melatih anak untuk mengambil keputusan, menyusun strategi, dan melakukan refleksi.Dengan demikian, permainan golf dapat menjadi pertimbangan dalam pembelajaran anak usia dini untuk mendukung perkembangan kognitif secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam untuk memperkuat validitas temuan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas permainan golf dengan metode pembelajaran lain dalam meningkatkan kemampuan problem solving anak. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut proses berpikir anak saat bermain golf dan bagaimana hal itu berkontribusi pada pengembangan kemampuan problem solving mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi permainan golf sebagai media pembelajaran yang efektif dan inovatif bagi anak usia dini, serta memberikan rekomendasi praktis bagi para pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
- Implementation of STEM Learning Method to Develop Children’s Critical Thinking and... doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1722Implementation of STEM Learning Method to Develop ChildrenyCEs Critical Thinking and doi 10 31004 obsesi v6i3 1722
- Meningkatkan Kemampuan Problem Solving melalui System Thinking dalam Proses Pembelajaran Anak Usia Dini... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/4062Meningkatkan Kemampuan Problem Solving melalui System Thinking dalam Proses Pembelajaran Anak Usia Dini obsesi index php obsesi article view 4062
- Pengembangan Model Pembelajaran Outdoor Games Activities untuk Meningkatkan Problem Solving Skills Siswa... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/5545Pengembangan Model Pembelajaran Outdoor Games Activities untuk Meningkatkan Problem Solving Skills Siswa obsesi index php obsesi article view 5545
- Alat Permainan Edukatif Golf Anak Usia Dini sebagai Program Edupreneur Prodi Pendidikan Islam Anak Usia... ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/goldenage/article/view/61-03Alat Permainan Edukatif Golf Anak Usia Dini sebagai Program Edupreneur Prodi Pendidikan Islam Anak Usia ejournal uin suka ac tarbiyah goldenage article view 61 03
| File size | 530.01 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
SALNESIASALNESIA Faktor penyebab stunting dapat bervariasi tergantung dari karakteristik wilayah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting padaFaktor penyebab stunting dapat bervariasi tergantung dari karakteristik wilayah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting pada
STAI MIFDASTAI MIFDA Orang tua sebagai pendidik bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam perkembangan moral. Tujuan dalam penelitian ini adalah untukOrang tua sebagai pendidik bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam perkembangan moral. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 25 siswa kelas V SD Swasta IKAL Medan, serta didukung data sekunder dari literatur,Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 25 siswa kelas V SD Swasta IKAL Medan, serta didukung data sekunder dari literatur,
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Tujuan penelitian adalah untuk melihat persepsi orang tua masa kini dalam memberikan gadget untuk membantu dalam perkembangan kognitif anak di usia dini.Tujuan penelitian adalah untuk melihat persepsi orang tua masa kini dalam memberikan gadget untuk membantu dalam perkembangan kognitif anak di usia dini.
UMGUMG Oleh karena itu dilakukan pengembangan sistem inventaris berbasis mobile. Pengembangan tersebut menggunakan metode Waterfall dan menggunkakan kerangkaOleh karena itu dilakukan pengembangan sistem inventaris berbasis mobile. Pengembangan tersebut menggunakan metode Waterfall dan menggunkakan kerangka
UINSIUINSI Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru memahami aspek perkembangan nilai agamaTeknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru memahami aspek perkembangan nilai agama
JQWHJQWH Sebagian besar responden di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai tidak terjadi stunting yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Ada pengaruh asupan prelaktealSebagian besar responden di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai tidak terjadi stunting yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Ada pengaruh asupan prelakteal
JQWHJQWH Penelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan metode lain yang dapat mengukur pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun, hendaknyaPenelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan metode lain yang dapat mengukur pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun, hendaknya
Useful /
STAI MIFDASTAI MIFDA Dengan berperan sebagai fasilitator, pengembang materi, dan pembimbing, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Banyak strategiDengan berperan sebagai fasilitator, pengembang materi, dan pembimbing, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Banyak strategi
STAI MIFDASTAI MIFDA Keterampilan guru dalam mengelola siswa terbagi menjadi kegiatan di luar kelas dan kegiatan di dalam kelas. Kedisiplinan siswa terbagi menjadi ketaatanKeterampilan guru dalam mengelola siswa terbagi menjadi kegiatan di luar kelas dan kegiatan di dalam kelas. Kedisiplinan siswa terbagi menjadi ketaatan
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Hasil perancangan berupa board game dengan elemen visual ilustratif dan komponen permainan yang beragam, seperti kartu minuman, kartu aksi, kartu tokoh,Hasil perancangan berupa board game dengan elemen visual ilustratif dan komponen permainan yang beragam, seperti kartu minuman, kartu aksi, kartu tokoh,
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: pada indikator kemampuan penguasaan materi pembelajaran berada pada kategori tinggi sebesar 4.Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: pada indikator kemampuan penguasaan materi pembelajaran berada pada kategori tinggi sebesar 4.