UINSIUINSI
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalPenelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa biji-bijian dapat membantu anak usia dini untuk meningkatkan kapabilitas berhitungnya. Hal ini disebabkan oleh pola pikir anak yang masih dalam tingkat praoperasional, anak menyebutkan benda-benda nyata dalam aktivitas belajarnya. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 kali tahapan perlakuan, yaitu 6 kali pertemuan. Metode yang diaplikasikan adalah deskriptif kwalitatif. Data diperoleh melalui kegiatan berhitung dengan mengaplikasikan visual biji-bijian dari 2 kali tahapan perlakuan atau 6 kali pertemuan. Data menunjukkan peningkatan kapabilitas menghitung anak setelah 2 kali tahapan perlakuan sebagai berikut: pada tahapan 1 diperoleh rata-rata nilai anak 44% kemudian dilanjutkan dengan tahapan 2 dan mengalami peningkatan menjadi 77%, hal ini menandakan biji-bijian mampu membantu anak usia dini dalam peningkatan kapabilitas berhitung siswa/siswi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media biji-bijian dapat meningkatkan kapabilitas berhitung anak kelompok B di RA.Oleh sebab itu, program pembelajaran pada anak usia dini direkomendasikan menggunakan biji-bijian sebagai sumber belajar atau sebagai alat bantu visual untuk meningkatkan kapabilitas berhitung anak.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas penggunaan media biji-bijian pada kelompok usia yang berbeda, misalnya kelompok A atau kelompok C, untuk melihat apakah terdapat perbedaan hasil yang signifikan. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah atau lembaga pendidikan anak usia dini untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas metode ini. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi kombinasi media pembelajaran lain dengan biji-bijian, seperti menggabungkan biji-bijian dengan alat peraga digital atau permainan tradisional, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak.
| File size | 661.1 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Kemampuan untuk memahami kalimat dalam bahasa Inggris adalah batasannya. Mengacu pada kurikulum KTSP atau kurikulum pada tingkat satuan pendidikan. KurikulumKemampuan untuk memahami kalimat dalam bahasa Inggris adalah batasannya. Mengacu pada kurikulum KTSP atau kurikulum pada tingkat satuan pendidikan. Kurikulum
STITMUBOSTITMUBO Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
IAINGAWIIAINGAWI Keterlambatan hafalan Juz 30 dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya rutinitas murajaah, keterampilan membaca, variasi kemampuan, dan ambisiKeterlambatan hafalan Juz 30 dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya rutinitas murajaah, keterampilan membaca, variasi kemampuan, dan ambisi
IAINGAWIIAINGAWI Para guru menemukan bahwa kolaborasi dan pengembangan profesional terus-menerus mendukung implementasi yang sukses. Selain itu tentang strategi untuk navigasiPara guru menemukan bahwa kolaborasi dan pengembangan profesional terus-menerus mendukung implementasi yang sukses. Selain itu tentang strategi untuk navigasi
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif tidaknya pengenalan gerakan shalat menggunakan alat peraga dua dimensi di TKN tersebut. PenelitianMaka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif tidaknya pengenalan gerakan shalat menggunakan alat peraga dua dimensi di TKN tersebut. Penelitian
EKASAKTIEKASAKTI Ketika guru mengajarkan materi tanpa menggunakan pendekatan lingkungan, umumnya siswa kesulitan memahami konsep-konsep IPS. Guru tidak melibatkan siswaKetika guru mengajarkan materi tanpa menggunakan pendekatan lingkungan, umumnya siswa kesulitan memahami konsep-konsep IPS. Guru tidak melibatkan siswa
UNIMEDUNIMED (1) Data waktu pada setiap titik ketinggian, dan diperoleh hubungan kuadratik antara ketiinggian dan waktu. (2) Menggunakan sensor dengan sensitivitas(1) Data waktu pada setiap titik ketinggian, dan diperoleh hubungan kuadratik antara ketiinggian dan waktu. (2) Menggunakan sensor dengan sensitivitas
UNIMEDUNIMED Berdasarkan hasil penelitian ini, dihasilkan alat peraga pada materi Fluida Dinamis yang dapat digunkaan sebagai penunjang pembelajaran yang memudahkanBerdasarkan hasil penelitian ini, dihasilkan alat peraga pada materi Fluida Dinamis yang dapat digunkaan sebagai penunjang pembelajaran yang memudahkan
Useful /
UNIMEDUNIMED untuk mengatasi permasalahan tersebut guru dapat membuat strategi atau siasat dalam kegiatan pembelajaran, agar siswa lebih paham lagi mengenai mata pelajaranuntuk mengatasi permasalahan tersebut guru dapat membuat strategi atau siasat dalam kegiatan pembelajaran, agar siswa lebih paham lagi mengenai mata pelajaran
STAI YPBWISTAI YPBWI Akan tetapi, metode pengajaran konvensional yang berpusat pada guru sering kali menghasilkan pembelajaran yang pasif dan pemahaman materi yang dangkal.Akan tetapi, metode pengajaran konvensional yang berpusat pada guru sering kali menghasilkan pembelajaran yang pasif dan pemahaman materi yang dangkal.
STAI YPBWISTAI YPBWI Pendidikan memegang posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa Indonesia menuju masa depan berkelanjutan. Pendidikan bukan hanya meningkatkanPendidikan memegang posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa Indonesia menuju masa depan berkelanjutan. Pendidikan bukan hanya meningkatkan
STAI YPBWISTAI YPBWI Modul digunakan sebagai panduan sistematis dalam mengenalkan konsep-konsep dasar komunikasi dan latihan kognitif, sementara tugas tantangan berperan sebagaiModul digunakan sebagai panduan sistematis dalam mengenalkan konsep-konsep dasar komunikasi dan latihan kognitif, sementara tugas tantangan berperan sebagai