IAINGAWIIAINGAWI
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahJurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahKeterlambatan siswa dalam menyelesaikan hafalan Juz 30 merupakan hal yang patut diperhatikan, karena bisa berpotensi menghambat kelanjutan proses hafalan siswa dan menurunkan tingkat semangat peserta didik untuk melanjutkan hafalan yang disebebkan . Kajian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui berbagai faktor apa saja yang mengakibatkan keterlambatan tersebut, terutama di kelas tahfidz Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Maarif. Menerapkan pendekatan berupa kualitatif, disertai dengan penggunaan metode berupa studi kasus, data didapatkan dengan sejumlah dua teknik, yakni pelaksanaan wawancara serta observasi dengan cara langsung. Hasil pelaksanaan penelitian memperlihatkan bahwasanya hambatan datang dari dua sisi, yakni dari dalam siswa sendiri dan dari lingkungan sekitarnya. Dari sisi internal, murid cenderung kurang konsisten dalam mengulang hafalan, belum lancar membaca Al‑Quran, sekaligus ada yang terlalu berambisi menambah hafalan tanpa menguatkan yang sudah dihafal. Dari sisi eksternal, kurangnya dukungan dari rumah, lingkungan belajar yang tidak mendukung, pengaruh teman sebaya, serta penggunaan gadget yang berlebihan ikut memperlambat proses hafalan.
Keterlambatan hafalan Juz 30 dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya rutinitas murajaah, keterampilan membaca, variasi kemampuan, dan ambisi berlebih, serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar tidak mendukung, pengaruh teman sebaya, kurang dukungan orang tua, dan penggunaan media elektronik.Meskipun motivasi tinggi, keterbatasan bimbingan intensif dan metode belum sesuai menjadi kendala utama.Diperlukan sinergi antara guru, orang tua, dan siswa, serta penyesuaian metode dan pengawasan media elektronik untuk meningkatkan kelancaran hafalan.
Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan aplikasi pembelajaran digital interaktif untuk meningkatkan konsentrasi dan retensi hafalan Juz 30. Selain itu, studi longitudinal tentang dampak program mentoring teman sebaya dapat mengukur peningkatan motivasi dan disiplin belajar siswa. Selanjutnya, peneliti dapat meneliti pengaruh pelatihan profesional bagi guru tahfidz dalam menerapkan pendekatan adaptif yang memadukan metode tradisional dan teknologi modern, serta menilai dampak perubahan tersebut terhadap kecepatan dan kualitas hafalan siswa.
| File size | 551.98 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINGAWIIAINGAWI Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara,Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara,
IAINGAWIIAINGAWI Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah kondensasi data, penyajian data, danPengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah kondensasi data, penyajian data, dan
IAINGAWIIAINGAWI Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua dan manajemen sekolah sangatlah penting untuk meningkatkan perkembanganPenelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua dan manajemen sekolah sangatlah penting untuk meningkatkan perkembangan
UIJUIJ Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui metode perpustakaan, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitianPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui metode perpustakaan, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian
UIJUIJ Video animasi adalah variabel independen, sedangkan minat belajar Bahasa Indonesia adalah variabel terikat. Subjek penelitian adalah seluruh siswa SD InpresVideo animasi adalah variabel independen, sedangkan minat belajar Bahasa Indonesia adalah variabel terikat. Subjek penelitian adalah seluruh siswa SD Inpres
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Dengan demikian, metode diskusi kelompok dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep fenomenaDengan demikian, metode diskusi kelompok dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep fenomena
MGEDUKASIAMGEDUKASIA siklus I mencapai 73,33 % dan belum mencapai indikator keberhasilan klasik, sedangkan siklus II mencapai 80 % dan memenuhi indikator tersebut. Dengansiklus I mencapai 73,33 % dan belum mencapai indikator keberhasilan klasik, sedangkan siklus II mencapai 80 % dan memenuhi indikator tersebut. Dengan
IAILMIAILM Dengan penerapan metode diskusi, siswa kelas IV SDN 5 Sukamenak dapat memahami materi tentang energi alternatif dengan hasil yang optimal. Proses pembelajaranDengan penerapan metode diskusi, siswa kelas IV SDN 5 Sukamenak dapat memahami materi tentang energi alternatif dengan hasil yang optimal. Proses pembelajaran
Useful /
IAINGAWIIAINGAWI Kecerdasan spiritual meningkat melalui metode wahdah, tasmi, dan muraja, yang menghasilkan rasa syukur, kerja sama, dan kesabaran. Peserta didik menunjukkanKecerdasan spiritual meningkat melalui metode wahdah, tasmi, dan muraja, yang menghasilkan rasa syukur, kerja sama, dan kesabaran. Peserta didik menunjukkan
IAINGAWIIAINGAWI Penelitian ini menyarankan pentingnya dukungan kesehatan mental dan pengurangan beban administrasi bagi guru guna meningkatkan kualitas pendidikan dasar.Penelitian ini menyarankan pentingnya dukungan kesehatan mental dan pengurangan beban administrasi bagi guru guna meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Analisis dilakukan dengan mengkaji praktik yang ditemukan di lapangan berdasarkan prinsip-prinsip hukum riba dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkanAnalisis dilakukan dengan mengkaji praktik yang ditemukan di lapangan berdasarkan prinsip-prinsip hukum riba dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi situasi atau masalah yang kompleks, mengidentifikasi pola dan hubungan, serta mengambilBerpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi situasi atau masalah yang kompleks, mengidentifikasi pola dan hubungan, serta mengambil