UINSIUINSI
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalSelf confidence merupakan suatu hal yang perlu distimulasi sejak usia dini tepat sebelum anak memasuki usia sekolah dasar. Hal ini menjadi penting karena self confidence adalah hal dasar anak dalam menempuh Pendidikan di kehidupan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pentingnya memupuk self confidence pada anak. Ada beberapa langkah bermain peran yang diimplementasikan dalam peneltiian ini yaitu menetapkan tema, menceritakan isi cerita kepada anak, menentukan peran anak sesuai karakter, memberi waktu kepada anak untuk memahami karakter peran masing-masing, menentukan kostum untuk pemeran yang dimainkan, serta guru memberikan arahan dan saran kepada anak untuk menggunakan kalimat yang sopan dan mudah dimengerti. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman dengan subjek penelitian sebanyak 17 orang anak dengan rentang usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri anak sudah meningkat secara signifikan setelah dilakukan intervensi. Selama penelitian dilakukan subjek penelitian belum sepenuhnya memenuhi aspek kepercayaan diri. Namun setelah dilakukan kegiatan bermain peran dengan tema pekerjaan maka anak perlahan-lahan mulai mengembangkan kepercayaan dirinya. Sehingga disimpulkan bahwa kepercayaan diri anak dapat distimulasi melalui berbagai hal dan faktor salah satunya menggunakan kegiatan bermain peran. Temuan implikasi penelitian ini penting bagi anak dan terutama untuk guru dalam pengembangan program pendidikan dan implementasinya pada anak yang dapat meningkatkan kepercayaan diri anak.
Secara keseluruhan implementasi metode bermain peran bertema dokter selama empat kali pertemuan telah berjalan dengan sukses.Anak-anak menunjukkan adanya peningkatan dari implementasi metode bermain peran dalam meningkatkan rasa self confidence yang signifikan dalam berbagai aspek seperti pengetahuan kesehatan, keterampilan sosial dan kreativitas serta imajinasinya.Kegiatan ini telah memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak dan dapat dijadikan sebagai model pembelajaran yang efektif.Implikasi dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa dengan adanya kegiatan bermain peran makro dapat meningkatkan self confidence anak sehingga guru dapat menggunakan kegiatan ini untuk menstimulasi hal tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas bermain peran makro dengan metode lain dalam meningkatkan self confidence anak, seperti metode storytelling atau bermain musik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh bermain peran makro terhadap aspek perkembangan anak lainnya, seperti kemampuan berbahasa, kemampuan sosial, dan kreativitas. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan bermain peran di rumah, untuk memperkuat efek positif dari intervensi yang dilakukan di sekolah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat bermain peran makro bagi perkembangan anak usia dini, serta memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan orang tua dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
- Peningkatan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini melalui Kegiatan Jurnal Pagi | Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1109Peningkatan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini melalui Kegiatan Jurnal Pagi Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan doi 10 31004 obsesi v5i2 1109
- Pengaruh Motivasi Belajar dan Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V | Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL.... doi.org/10.46772/kontekstual.v1i02.159Pengaruh Motivasi Belajar dan Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL doi 10 46772 kontekstual v1i02 159
- Gender equality. gender equality intended healthcare web scan previous next women workforce inequality... doi.org/10.7748/nm.23.9.12.s14Gender equality gender equality intended healthcare web scan previous next women workforce inequality doi 10 7748 nm 23 9 12 s14
| File size | 404.7 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIDARUSSALAMIAIDARUSSALAM Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang anak usia dini yang memerlukan stimulasi yang tepat dan terencana. Pada usia 4-5Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang anak usia dini yang memerlukan stimulasi yang tepat dan terencana. Pada usia 4-5
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Pemerolehan bahasa pertama anak sangat dipengaruhi oleh keluarganya. Jika nilai sosio-kultural didasarkan pada bahasa, maka nilai tersebut akan tertanamPemerolehan bahasa pertama anak sangat dipengaruhi oleh keluarganya. Jika nilai sosio-kultural didasarkan pada bahasa, maka nilai tersebut akan tertanam
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Namun demikian, pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber pembelajaran yang bersifat kontekstual, terutama penggunaan tanaman obat lokal, masih belumNamun demikian, pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber pembelajaran yang bersifat kontekstual, terutama penggunaan tanaman obat lokal, masih belum
ASDKVIASDKVI Dengan mempelajari gerakan dan improvisasi, anak‑anak dapat mengekspresikan berbagai emosi yang menenangkan dari kegembiraan hingga kesedihan dan dariDengan mempelajari gerakan dan improvisasi, anak‑anak dapat mengekspresikan berbagai emosi yang menenangkan dari kegembiraan hingga kesedihan dan dari
UNISNUUNISNU Selain memperkaya keterampilan seni, media ini juga memperkuat interaksi sosial dan kemampuan belajar mandiri anak. Oleh karena itu, integrasi loose partsSelain memperkaya keterampilan seni, media ini juga memperkuat interaksi sosial dan kemampuan belajar mandiri anak. Oleh karena itu, integrasi loose parts
UKSWUKSW Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak-anak di Kelompok B TK Salafiyah Moga I, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. HalPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak-anak di Kelompok B TK Salafiyah Moga I, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Hal
UINSIUINSI Keabsahan dengan menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. HasilKeabsahan dengan menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil
UMCUMC Jika komunikasi mengalami hambatan atau buntu karena perbedaan bahasa, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai jembatan pemersatu sehingga komunikasiJika komunikasi mengalami hambatan atau buntu karena perbedaan bahasa, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai jembatan pemersatu sehingga komunikasi
Useful /
EDUCASIAEDUCASIA Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di PKBM Teuku Markam berperan krusial dalam merevitalisasi fungsiStudi ini menyimpulkan bahwa implementasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di PKBM Teuku Markam berperan krusial dalam merevitalisasi fungsi
EDUCASIAEDUCASIA Fenomena ketidaksiagaan ini semakin akut di tengah krisis sumber daya manusia dalam pendidikan Islam, yang ditandai oleh tingkat pergantian tinggi di antaraFenomena ketidaksiagaan ini semakin akut di tengah krisis sumber daya manusia dalam pendidikan Islam, yang ditandai oleh tingkat pergantian tinggi di antara
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM However, challenges like limited teacher training and resource scarcity need to be addressed to optimize implementation and scale its benefits across theHowever, challenges like limited teacher training and resource scarcity need to be addressed to optimize implementation and scale its benefits across the
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Hal ini dikarenakan data yang diperoleh justru menunjukkan bahwa mayoritas guru pesantren, baik laki-laki maupun perempuan, setuju dengan pembatasan tersebutHal ini dikarenakan data yang diperoleh justru menunjukkan bahwa mayoritas guru pesantren, baik laki-laki maupun perempuan, setuju dengan pembatasan tersebut