EDUCASIAEDUCASIA

EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan PembelajaranEDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran

Penelitian ini secara kritis mengkaji implementasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Teuku Markam sebagai mekanisme strategis untuk merevitalisasi peran pendidikan nonformal dalam pemberdayaan masyarakat. Meskipun pendidikan nonformal sering terpinggirkan sebagai jalur sekunder, studi ini berpendapat bahwa relevansinya dapat dipulihkan melalui model pembelajaran yang berorientasi pada pemberdayaan dan berbasis konteks. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan institusi, tutor, dan peserta didik yang dipilih secara purposif. Analisis data mengikuti proses iteratif reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, didukung oleh triangulasi untuk memastikan kredibilitas. Temuan menunjukkan bahwa program PKW melampaui pelatihan keterampilan konvensional dengan menanamkan pembelajaran dalam kerangka pemberdayaan terstruktur yang terdiri dari tahap kesadaran, pembangunan kapasitas, dan pemberdayaan. Lebih dari sekadar kompetensi teknis menjahit, program ini mendorong keterampilan kewirausahaan, efikasi diri, dan keterlibatan produktif di kalangan peserta didik, khususnya perempuan yang terpinggirkan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat berfungsi sebagai ruang transformatif yang menghubungkan pembelajaran dengan hasil mata pencarian. Studi ini berkontribusi pada reposisi pendidikan nonformal berbasis kewirausahaan sebagai instrumen transformasi sosial-ekonomi, bukan sekadar intervensi programatik. Studi ini menggarisbawahi bahwa revitalisasi pendidikan nonformal bergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan dampak nyata dan relevan dengan konteks.

Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di PKBM Teuku Markam berperan krusial dalam merevitalisasi fungsi pendidikan nonformal sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, mengubahnya dari jalur pelengkap menjadi kekuatan transformatif yang menjawab kebutuhan sosio-ekonomi peserta didik.Melalui pelatihan keterampilan menjahit, peserta tidak hanya memperoleh kompetensi teknis, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri, produktivitas, dan pola pikir kewirausahaan, yang tercermin dalam pembentukan unit usaha berbasis kelompok dan kemampuan mandiri dalam menghasilkan pendapatan.Dengan demikian, program PKW memberikan bukti empiris bahwa pendidikan nonformal berbasis kewirausahaan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat terpinggirkan, dan direkomendasikan untuk diperkuat serta diperluas dengan fokus pada keberlanjutan, kolaborasi pemangku kepentingan, dan dukungan pasca-pelatihan.

Penelitian lanjutan dapat mendalami bagaimana program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dapat memastikan keberlanjutan dampak ekonomi jangka panjang bagi para pesertanya, terutama di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan ketersediaan sumber daya dan kondisi pasar lokal yang berbeda. Penting untuk mengidentifikasi strategi terbaik dalam memperluas jangkauan program PKW tanpa mengurangi kualitas pelatihan dan esensi pemberdayaan masyarakat. Misalnya, sebuah studi komparatif bisa dilakukan untuk melihat model pendanaan atau kolaborasi dengan pihak industri yang paling efektif dalam mendukung unit usaha yang dibentuk oleh peserta setelah pelatihan selesai. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut mengenai hambatan spesifik dalam penerimaan dan pengakuan sertifikat keterampilan non-formal di pasar tenaga kerja, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mengintegrasikan hasil pembelajaran non-formal ke dalam kerangka kualifikasi nasional. Pertanyaan menarik lainnya adalah mengenai dampak jangka panjang dari partisipasi dalam program PKW terhadap peningkatan kemandirian ekonomi, kepercayaan diri, dan mobilitas sosial peserta, khususnya bagi kelompok perempuan yang termarjinalkan, dalam kurun waktu beberapa tahun setelah mereka menyelesaikan program. Ini akan membantu memahami nilai transformatif sejati pendidikan non-formal dalam menciptakan perubahan hidup yang signifikan dan berkelanjutan.

  1. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan (JPKP). nonformal education strategy social inclusion analysis... doi.org/10.24832/jpkp.v18i2.1313Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan JPKP nonformal education strategy social inclusion analysis doi 10 24832 jpkp v18i2 1313
  2. SOCIALIZATION TO EMPOWER HOUSEWIVES ENTREPRENEURSHIP THE ARTS OF SEWING IN KUMBANG INDAH VILLAGE, BADAR... jurnal.naskahaceh.co.id/index.php/jpb/article/view/56SOCIALIZATION TO EMPOWER HOUSEWIVES ENTREPRENEURSHIP THE ARTS OF SEWING IN KUMBANG INDAH VILLAGE BADAR jurnal naskahaceh index php jpb article view 56
  3. PENDAMPINGAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN WIRAUSAHA (PKW) MELALUI PELATIHAN "TUBAR CLING & HERBAL"... journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/7171PENDAMPINGAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN WIRAUSAHA PKW MELALUI PELATIHAN TUBAR CLING HERBAL journal ummat ac index php jpmb article view 7171
  4. Life Skill Sebagai Langkah Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Ekonomi | Journal of Millennial... jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jce/article/view/32344Life Skill Sebagai Langkah Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Ekonomi Journal of Millennial jurnal unimed ac 2012 index php jce article view 32344
Read online
File size393.88 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test