UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI
HUMANISMA : Journal of Gender StudiesHUMANISMA : Journal of Gender StudiesMakalah ini membahas isu persisten kesenjangan upah gender di kalangan pekerja rentan di Indonesia, di mana perempuan masih menerima upah yang jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki. Kurangnya fokus empiris pada masalah ini mendorong penelitian ini. Untuk mengisi kekosongan ini, makalah menganalisis bagaimana struktur dan institusi memengaruhi pembentukan upah yang tidak merata dan ketidakamanan kerja berbasis gender. Mengadopsi pendekatan kuantitatif, makalah ini menggunakan dekomposisi Oaxaca-Blinder dan regresi kuantil (menggunakan dataset SAKERNAS 2023) untuk menguraikan perbedaan upah di seluruh distribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memperoleh 35,6 persen lebih rendah daripada laki-laki secara rata-rata, dan lebih dari 70 persen kesenjangan ini tidak dapat dijelaskan oleh karakteristik yang teramati, menunjukkan adanya diskriminasi struktural yang berkelanjutan. Disparitas tertinggi ditemukan pada bagian bawah distribusi upah, mengindikasikan efek sticky floor. Hasil-hasil ini menyoroti perlunya intervensi kebijakan yang meningkatkan perlindungan pengasuhan, menerapkan kesetaraan upah, meregulasi pekerjaan informal, dan mempromosikan inklusi digital yang responsif gender.
Studi ini menemukan bahwa kesenjangan upah gender di antara pekerja rentan di Indonesia tetap tinggi, dengan perempuan rata-rata memperoleh 35,6 persen lebih rendah daripada laki-laki, di mana lebih dari 70 persen kesenjangan pada perempuan berpendapatan rendah tidak dapat dijelaskan oleh karakteristik yang teramati, mengindikasikan diskriminasi struktural yang kuat dan efek sticky floor.Hasilnya juga menunjukkan bahwa tugas pengasuhan menyebabkan penalti upah yang signifikan bagi perempuan, yang menegaskan perlunya perubahan institusional untuk mengakui dan menghargai kontribusi kerja rumah tangga perempuan, melampaui sekadar peningkatan partisipasi angkatan kerja.Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan data dalam definisi pekerja rentan dan variabel kunci lainnya, studi lanjutan disarankan untuk menggunakan dataset yang lebih komprehensif dan sensitif gender guna mengungkap disparitas struktural yang lebih mendalam.
Melihat temuan yang menunjukkan tingginya kesenjangan upah gender pada pekerja rentan di Indonesia, penelitian selanjutnya dapat fokus pada beberapa arah penting. Pertama, sangat penting untuk menggali lebih dalam dampak penalti ibu dan beban kerja pengasuhan yang tidak dibayar terhadap perempuan pekerja rentan. Ini bukan hanya tentang angka, tapi juga memahami bagaimana norma sosial dan pembagian kerja dalam rumah tangga secara spesifik memengaruhi pilihan pekerjaan dan penghasilan perempuan. Penelitian bisa dilakukan dengan menggabungkan survei waktu penggunaan harian dengan wawancara mendalam kepada perempuan dan pasangannya untuk menangkap cerita dan alasan di balik keputusan mereka, sehingga kita bisa melihat gambaran yang lebih utuh. Kedua, mengingat rekomendasi kebijakan untuk perlindungan pengasuhan, kesetaraan upah, dan regulasi kerja informal, akan sangat bermanfaat untuk meneliti efektivitas program-program pemerintah yang sudah berjalan atau yang bersifat percontohan. Studi ini bisa mengamati, misalnya, apakah program pelatihan keterampilan digital atau subsidi penitipan anak yang ditujukan untuk pekerja informal benar-benar berhasil mengurangi kesenjangan upah dan meningkatkan kesejahteraan perempuan. Pendekatan perbandingan antara daerah yang menerapkan kebijakan berbeda akan sangat membantu. Ketiga, dengan maraknya ekonomi digital dan pekerjaan gig yang tidak tercakup sepenuhnya dalam data SAKERNAS, penelitian mendalam tentang bagaimana platform digital memengaruhi kesenjangan upah gender di kalangan pekerja gig adalah krusial. Perlu diteliti apakah fleksibilitas yang ditawarkan benar-benar menguntungkan perempuan atau justru menciptakan bentuk kerentanan baru, termasuk bagaimana algoritma platform memengaruhi penentuan upah dan kesempatan kerja bagi perempuan.
| File size | 519.5 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di sektor informal di Indonesia tetap menjadi masalah struktural yang belum bisa diatasi secara efektifKesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di sektor informal di Indonesia tetap menjadi masalah struktural yang belum bisa diatasi secara efektif
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Menggunakan desain kualitatif yang berlandaskan paradigma postmodern dan metodologi feminis poststruktural, studi ini memperlakukan data sebagai konstruksiMenggunakan desain kualitatif yang berlandaskan paradigma postmodern dan metodologi feminis poststruktural, studi ini memperlakukan data sebagai konstruksi
ISEIISEI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wanita di Indonesia untuk terlibat dalam side-hustle, baik secaraPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wanita di Indonesia untuk terlibat dalam side-hustle, baik secara
UINSIUINSI Pemahaman sensitif gender terhadap teks-teks agama Islam ini perlu disosialisasikan untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuanPemahaman sensitif gender terhadap teks-teks agama Islam ini perlu disosialisasikan untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuan
UNHASUNHAS Dalam keadaan hukum pluralistik, studi ini menganjurkan lembaga-lembaga hukum Malaysia untuk mengakui perubahan suara wanita Adat sebagai katalisator perubahan.Dalam keadaan hukum pluralistik, studi ini menganjurkan lembaga-lembaga hukum Malaysia untuk mengakui perubahan suara wanita Adat sebagai katalisator perubahan.
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Hasil menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi ayah, ketergantungan pada obat tradisional, rendahnya literasi kesehatan, dan kebiasaan merokok menghambatHasil menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi ayah, ketergantungan pada obat tradisional, rendahnya literasi kesehatan, dan kebiasaan merokok menghambat
ILOMATAILOMATA Penelitian ini meneliti penerapan kebijakan pajak yang sejalan dengan perpajakan berbasis gender di Singapura, Amerika Serikat, dan Nepal serta merekomendasikanPenelitian ini meneliti penerapan kebijakan pajak yang sejalan dengan perpajakan berbasis gender di Singapura, Amerika Serikat, dan Nepal serta merekomendasikan
UMMUMM Kesimpulannya, Undang-Undang Nasional Oman konsisten dengan CEDAW, kecuali pencatatan rencana negara terkait pelaksanaan Pasal 16 Konvensi. Kesimpulannya,Kesimpulannya, Undang-Undang Nasional Oman konsisten dengan CEDAW, kecuali pencatatan rencana negara terkait pelaksanaan Pasal 16 Konvensi. Kesimpulannya,
Useful /
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Namun, perempuan cenderung memiliki keterampilan teknologi yang lebih rendah dari laki-laki akibat struktur sosial budaya, teknologi bias gender, dan aksesNamun, perempuan cenderung memiliki keterampilan teknologi yang lebih rendah dari laki-laki akibat struktur sosial budaya, teknologi bias gender, dan akses
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Pertanyaan penelitian ini meliputi apa itu budaya patriarki di Kabupaten Banyuwangi, bagaimana sejarah lahirnya Komunitas Kawan Puan Banyuwangi, dan bagaimanaPertanyaan penelitian ini meliputi apa itu budaya patriarki di Kabupaten Banyuwangi, bagaimana sejarah lahirnya Komunitas Kawan Puan Banyuwangi, dan bagaimana
APTKLHIAPTKLHI Secara teknis, kelestarian hutan masyarakat dapat diartikulasikan tidak hanya dari tiga aspek, yaitu ekonomi (ECO), sosial budaya (SOC), ekologi (EGY),Secara teknis, kelestarian hutan masyarakat dapat diartikulasikan tidak hanya dari tiga aspek, yaitu ekonomi (ECO), sosial budaya (SOC), ekologi (EGY),
UINUIN Popularitas ulama perempuan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui media modern saat ini dapat diterima. Studi ini menyimpulkan bahwa bahkanPopularitas ulama perempuan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui media modern saat ini dapat diterima. Studi ini menyimpulkan bahwa bahkan