STPI PAJAKSTPI PAJAK

Journal of Tax and BusinessJournal of Tax and Business

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh variabel beban kerja terhadap kinerja ditunjukkan pada nilai t hitung sebesar 6,446 > t tabel 1,674 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja. Pengaruh variabel stres kerja terhadap kinerja ditunjukkan pada nilai t hitung sebesar 1,302 < t tabel 1,674 dengan nilai signifikansi sebesar 0,198 > 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa stres kerja tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja. Beban kerja dan stres kerja berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 28,424 > F tabel 3,17 dan nilai sig (0,000 < 0,05). Hasil koefisien determinasi diperoleh nilai R Square sebesar 0,518 yang berarti 51,8% variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen dan sisanya 48,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Junye Group Langkat Sumatera Utara.Stres kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Junye Group Langkat Sumatera Utara.Beban kerja dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Junye Group Langkat Sumatera Utara sebesar 51,8% terhadap kinerja karyawan, sisanya 48,2% oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap 48,2% varians kinerja karyawan, seperti motivasi atau kompetensi. Penelitian longitudinal juga relevan untuk memahami perubahan kinerja seiring waktu dan dampak jangka panjang dari beban kerja. Selain itu, studi komparatif antar industri dapat mengidentifikasi perbedaan pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja di lingkungan kerja yang berbeda. Penelitian juga bisa fokus pada intervensi manajemen stres untuk mengoptimalkan kinerja di perusahaan dengan beban kerja tinggi. Evaluasi pengaruh teknologi atau sistem manajemen waktu terhadap pengurangan beban kerja dan stres kerja juga layak dikaji. Penelitian tentang hubungan antara kepemimpinan dan tingkat stres kerja dapat memberikan wawasan baru untuk kebijakan manajemen. Studi tentang keseimbangan kerja-hidup (work-life balance) sebagai variabel moderator juga relevan. Penelitian kualitatif mendalam tentang pengalaman karyawan dalam menghadapi beban kerja dan stres kerja dapat melengkapi temuan kuantitatif. Analisis dampak budaya organisasi terhadap persepsi beban kerja dan stres kerja juga penting untuk kebijakan HR. Penelitian tentang efektivitas pelatihan manajemen stres dan pengelolaan waktu dalam meningkatkan kinerja karyawan perlu dilakukan.

Read online
File size205.74 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test