UPN VeteranUPN Veteran

Journal of Economics Development IssuesJournal of Economics Development Issues

Tujuan riset adalah untuk menentukan peran dan dampak pembangunan ekonomi kelautan terhadap perekonomian Indonesia dengan menggunakan Tabel Input-Output tahun 2020. Hasil analisis Input-Output menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi kelautan di Indonesia berkontribusi sebesar 24% terhadap total output perekonomian nasional tahun 2020. Diketahui bahwa sektor-sektor dalam pembangunan ekonomi kelautan yang berperan dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi nasional adalah sektor jasa kelautan, pariwisata bahari, industri kelautan, perikanan dan pertambangan. Di antara ketujuh sektor dalam ekonomi kelautan, sektor angkutan laut dan bangunan kelautan memiliki Indeks Penyebaran > 1 berarti memiliki dampak ke belakang dan termasuk prioritas kedua dan dapat dianggap sebagai sektor strategis. Sedangkan sektor perikanan dan sektor jasa kelautan memiliki Indeks Kepekaan >1, berarti memiliki dampak ke depan dan termasuk prioritas ketiga. Pemerintah semestinya meningkatkan perhatian terhadap pengembangan ekonomi kelautan khususnya perikanan dan jasa kelautan karena telah memberikan kontribusi dan peran dalam pembangunan ekonomi nasional seraya menjaga keberlanjutannya dengan melindungi ekosistem perairan pesisir.

Pembangunan ekonomi kelautan di Indonesia pada tahun 2020 berkontribusi 24% terhadap total output nasional, meskipun mengalami penurunan sebesar 3,39% dibandingkan tahun 2010.Sektor jasa kelautan, pariwisata bahari, industri kelautan, perikanan, dan pertambangan menunjukkan peran signifikan dalam perekonomian.Sektor angkutan laut dan bangunan kelautan teridentifikasi sebagai sektor strategis dengan dampak ke belakang yang dominan (prioritas kedua), sementara sektor perikanan dan jasa kelautan memiliki dampak ke depan yang kuat (prioritas ketiga), namun belum memenuhi kriteria sebagai sektor unggulan utama.Untuk menjaga keberlanjutan dan mengoptimalkan peran sektor-sektor ini, khususnya perikanan, Pemerintah perlu mendorong perlindungan ekosistem laut dari pencemaran dan penangkapan berlebihan, serta konservasi habitat pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang.

Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang peran ekonomi kelautan di Indonesia, namun juga membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi yang belum sepenuhnya termanfaatkan. Salah satu arah penelitian lanjutan yang krusial adalah menganalisis secara mendalam faktor-faktor spesifik yang berkontribusi pada penurunan kontribusi ekonomi kelautan dari 27,39% pada tahun 2010 menjadi 24% pada tahun 2020, termasuk bagaimana perubahan kebijakan, kondisi pasar global, atau dinamika internal industri memengaruhi performa ini. Dari pemahaman tersebut, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian tentang strategi inovatif apa yang dapat diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sektor-sektor kunci yang memiliki potensi menjadi sektor unggulan (key leading sector) berdasarkan kriteria Indeks Daya Penyebaran dan Indeks Derajat Kepekaan yang lebih tinggi, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kelautan yang lebih signifikan dan berkelanjutan di masa depan. Selain itu, mengingat keterbatasan model Input-Output yang statis dalam menangkap perubahan dinamis, penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan penggunaan pendekatan ekonometrik atau pemodelan dinamis yang mampu mengintegrasikan faktor teknologi dan inovasi. Ini akan memungkinkan analisis dampak perubahan teknologi terhadap koefisien input sektor kelautan, serta mengukur secara lebih akurat potensi peningkatan daya kepekaan (forward linkage) pada sub-sektor seperti perikanan yang saat ini masih memiliki keterkaitan ke depan yang relatif rendah. Dengan demikian, kita dapat mengidentifikasi langkah-langkah konkret untuk memperkuat rantai nilai dan optimalisasi kontribusi sub-sektor tersebut. Terakhir, menindaklanjuti rekomendasi keberlanjutan, diperlukan studi komprehensif mengenai efektivitas integrasi kebijakan perlindungan ekosistem perairan pesisir—seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang—dengan strategi pengembangan sektor perikanan dan jasa kelautan. Penelitian ini dapat menyelidiki model tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan swasta, untuk memastikan bahwa upaya konservasi tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga secara sinergis meningkatkan nilai tambah ekonomi dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

  1. Daya Penyebaran dan Derajat Kepekaan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah... agraris.umy.ac.id/index.php/agraris/article/view/991Daya Penyebaran dan Derajat Kepekaan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah agraris umy ac index php agraris article view 991
  2. PERANAN SEKTOR PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN JAWA TENGAH : PENDEKATAN MODEL INPUT OUTPUT | Kohar M | Saintek... ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/view/236PERANAN SEKTOR PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN JAWA TENGAH PENDEKATAN MODEL INPUT OUTPUT Kohar M Saintek ejournal undip ac index php saintek article view 236
  3. Dampak Target Produksi Udang Dua Juta Ton Terhadap Ekonomi Kelautan Indonesia: Pendekatan Model Input-Output... ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jkse/article/view/12585Dampak Target Produksi Udang Dua Juta Ton Terhadap Ekonomi Kelautan Indonesia Pendekatan Model Input Output ejournal balitbang kkp go index php jkse article view 12585
Read online
File size602.57 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test