USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Fotosintesis adalah proses pembentukan zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik kompleks yang membutuhkan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang memiliki klorofil, pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi sinar matahari yang selanjutnya diubah menjadi pati. Pati, sebagai karbohidrat kompleks hasil fotosintesis, memainkan peran penting dalam berbagai proses fisiologis penting pada daun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan pati pada daun tomat (Solanum lycopersicum). Metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan mengacu pada metode Sach dengan mengukur kandungan pati daun menggunakan aluminium foil dan betadine (iodin) pada sampel daun tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pati pada daun tomat yang tidak tertutup aluminium foil setelah diteteskan larutan iodin. Hal ini dibuktikan dengan perubahan warna daun menjadi kebiru-biruan pada permukaan daun. Sementara itu, pada daun tomat yang tertutup aluminium foil, warna daun berubah menjadi pucat dan hanya terdapat sedikit bercak kebiru-hitam, hal ini menunjukkan bahwa daun yang tidak terpapar langsung sinar matahari dan tidak mengalami fotosintesis normal memiliki sedikit kandungan pati di dalamnya.

Analisis hasil penelitian menggunakan Uji Sach untuk menentukan kandungan amilum pada daun tomat (Solanum lycopersicum) menunjukkan bahwa sampel yang tidak memiliki lapisan aluminium foil di atasnya memiliki warna daun hijau tua atau lebih pekat yang berarti sampel tersebut mengandung amilum yang dihasilkan oleh proses fotosintesis sebelum penelitian dilakukan dengan Iodin.Warna daun yang memiliki lapisan aluminium foil di atasnya akan berubah menjadi hijau pucat saat diberikan larutan betadine.Penelitian ini menunjukkan betapa banyaknya perubahan yang terjadi pada daun tomat (Solanum lycopersicum) dengan hitungan waktu.Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam tabel dan grafik di atas, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat amilum atau kandungan pati pada daun.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti pentingnya fotosintesis dalam pembentukan amilum pada daun tomat, serta keterbatasan penelitian yang hanya menggunakan metode kualitatif, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kuantitatif untuk mengukur secara akurat kandungan amilum pada daun tomat dengan variasi perlakuan, seperti intensitas cahaya yang berbeda atau pemberian pupuk dengan komposisi yang berbeda. Hal ini akan memberikan data yang lebih presisi dan dapat dianalisis secara statistik untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap produksi amilum. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi jenis-jenis pati yang terdapat dalam daun tomat, serta menganalisis perbedaan struktur dan komposisi pati antara daun yang terpapar sinar matahari dan daun yang terlindungi. Pemahaman ini dapat memberikan wawasan baru tentang peran pati dalam proses fisiologis tanaman tomat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti suhu dan kelembaban, terhadap kandungan dan kualitas pati pada daun tomat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme pembentukan dan akumulasi pati pada daun tomat, serta potensi pemanfaatannya dalam berbagai bidang, seperti industri pangan dan farmasi.

Read online
File size844.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test