UNIKUUNIKU

Prosiding FahutanProsiding Fahutan

Burung adalah kenakekaragaman hayati yang memiliki memiliki nilai tinggi secara ekologis, ilmu pengetahuan dan ekonomi. Kurangnya keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian mengancam keberadaan burung di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk meng, sehingga dapat menjadi informasi beberapa jenis dan peran ekologis burung yang hidup di wilayah ini, salah satunya burung kicau yang sering diambil dari alam. Metode yang digunakan adalah eksplorasi menggunakan kamera untuk mengambil foto burung, kemudian dilakukan identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi burung Mc-Kinnon (2010) serta identifikasi dari suara. Ditemukan 15 jenis burung dari 13 famili yang diantarnya; 46,7% spesies burung sebagai pengedali hama, 13,3% spesies burung sebagai penyebar biji, 13,3% spesies burung pengendali rumput, 13,3% spesies burung polinator dan 13,3% spesies burung predator. Tingginya persentase burung pengendali hama menandakan kondisi habitat yang seimbang antara serangga sebagai hama dan burung sebagai pengendali hama biologis.

Ditemukan 15 jenis burung dari 13 famili yang diantarnya.Cinnyris jugularis, Anthreptes malacensis, Dicaeum trigonostigma, Lonchura leucogastroides, Pycnonotus aurigaster, Dendrocopos macei, Aegithina tiphia, Pericrocotus cinnamomeus, Halycon cyanoventris, Todiramphus chloris, Prinia familiaris, Cacomantis sepulclaris, Amaurornis phoenicurus, Collocalia linchi dan Columba livia.15 jenis burung tersebut 46,7% merupakan spesies burung sebagai pengedali hama, 13,3% spesies burung sebagai penyebar biji, 13,3% spesies burung pengendali rumput, 13,3% spesies burung polinator dan 13,3% spesies burung predator.Tingginya persentase burung pengendali hama menandakan kondisi habitat yang seimbang antara serangga sebagai hama dan burung sebagai pengendali hama biologis.

Penelitian ini memberikan landasan yang baik untuk beberapa studi lanjutan yang menarik. Pertama, mengapa tidak menyelidiki dampak nyata dari perdagangan burung kicau yang disebutkan dalam latar belakang? Sebuah penelitian bisa mengukur seberapa besar penangkapan burung dari alam mempengaruhi jumlah populasi mereka dan kemampuan alam dalam mengendalikan hama secara biologis di wilayah tersebut. Kedua, karena penelitian ini hanya dilakukan selama satu bulan, bagaimana jika kita mempelajari perubahan komunitas burung dari musim ke musim? Penelitian ini bisa meneliti apakah jumlah burung pengendali hama tetap tinggi saat musim panen tiba, atau apakah jenis burung lain yang dominan pada saat tanaman tidak berbuah. Ketiga, hasil dari Dusun Turi bisa dibandingkan dengan tempat lain di Trenggalek. Sebuah studi baru bisa menjawab pertanyaan, apakah peran burung di pemukiman ini sama dengan perannya di hutan pinus atau di sawah yang lebih luas? Dengan membandingkan berbagai tempat, kita bisa memahami habitat mana yang paling penting untuk menjaga keseimbangan ekologis.

  1. #cagar alam#cagar alam
  2. #analisis usaha#analisis usaha
Read online
File size472.49 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-X3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test