IPBIPB
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)Penelitian ini menganalisis kenyamanan lingkungan di Area Hutan Universitas Gunung Walat (GWUF), dengan fokus pada kenyamanan termal, estetika visual, dan persepsi pengunjung terkait kesesuaian dalam mengembangkan ekowisata untuk meningkatkan pendapatan GWUF dalam mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan. Data dikumpulkan dari November 2023 hingga Februari 2024 di tiga lokasi di GWUF dengan mengukur suhu udara dan kelembapan. Wawancara dilakukan dengan responden berpengalaman dalam penilaian lanskap untuk mengevaluasi tingkat keindahan estetika 10 objek di GWUF, dan wawancara dengan pengunjung mengenai aspek pengelolaan dan kehadiran GWUF. Indeks Kelembapan Termal (THI), Estimasi Keindahan Pemandangan (SBE), dan analisis skala Likert juga digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area GWUF berada dalam kondisi termal yang nyaman. Nilainya bervariasi dan menjadi daya tarik baru, salah satunya adalah keindahan gua GWUF. Secara keseluruhan, pengunjung menilai kualitas udara dan keindahan alam secara positif; namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas lokasi, menyoroti area untuk perbaikan dalam pengelolaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Area Hutan Universitas Gunung Walat (GWUF) memiliki kondisi udara yang nyaman, dengan nilai Indeks Kelembapan Termal (THI) yang menunjukkan potensi untuk pengembangan wisata hutan terapi.Selain itu, lanskap GWUF memiliki nilai estetika yang tinggi, terutama pada objek-objek seperti gua GWUF.Meskipun demikian, perlu adanya peningkatan dalam ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas lokasi untuk mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kegiatan ekowisata yang paling sesuai dengan karakteristik GWUF, dengan mempertimbangkan preferensi pengunjung dan potensi dampak lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pengelolaan fasilitas dan aksesibilitas yang lebih baik, termasuk peningkatan infrastruktur dan penyediaan layanan pendukung yang memadai. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi konsep forest therapy dalam pengembangan ekowisata GWUF, dengan mengidentifikasi elemen-elemen lanskap yang paling efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pengunjung. Pengembangan ekowisata yang berkelanjutan di GWUF memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan pemangku kepentingan terkait, serta pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
- Ecotourism Development Potential Based on Environmental Comfort in Gunung Walat University Forest Area,... journal.ipb.ac.id/index.php/jpsl/article/view/56917Ecotourism Development Potential Based on Environmental Comfort in Gunung Walat University Forest Area journal ipb ac index php jpsl article view 56917
- Profil Komunitas Hutan Pendidikan Gunung Walat, Jawa Barat | Bioindikator: Jurnal Biologi dan Pendidikan... bioindikator.tajuk.or.id/index.php/bioindikator/article/view/1Profil Komunitas Hutan Pendidikan Gunung Walat Jawa Barat Bioindikator Jurnal Biologi dan Pendidikan bioindikator tajuk index php bioindikator article view 1
- The benefits of stress relieving treatment in a Healing Forest Program: A pilot project at Ranca Upas,... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/918/1/012009The benefits of stress relieving treatment in a Healing Forest Program A pilot project at Ranca Upas iopscience iop article 10 1088 1755 1315 918 1 012009
| File size | 1.09 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU (IVI = 124,64), sementara pada lereng timur dan utara spesies dominan adalah Pinus merkusii Jungh. (IVI = 80,56 dan 130,75). Indeks diversitas(IVI = 124,64), sementara pada lereng timur dan utara spesies dominan adalah Pinus merkusii Jungh. (IVI = 80,56 dan 130,75). Indeks diversitas
IPBIPB Produksi benih tanaman hutan menggunakan kantong polybag yang tidak ramah lingkungan. Pot organik merupakan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian iniProduksi benih tanaman hutan menggunakan kantong polybag yang tidak ramah lingkungan. Pot organik merupakan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian ini
IPBIPB Bioplastik ini memiliki nilai degradasi 43%, kekuatan tarik 0,54 Mpa, dan elongasi 15,33%. Uji FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi (C=C), (CO), (CH),Bioplastik ini memiliki nilai degradasi 43%, kekuatan tarik 0,54 Mpa, dan elongasi 15,33%. Uji FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi (C=C), (CO), (CH),
IPBIPB Limbah susu bubuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemerkaya kompos, sedangkan sludge IPAL dapat dimanfaatkan sebagai dekomposer. Kompos yang dihasilkanLimbah susu bubuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemerkaya kompos, sedangkan sludge IPAL dapat dimanfaatkan sebagai dekomposer. Kompos yang dihasilkan
UncenUncen Hutan primer menunjukkan keragaman burung pemakan buah yang lebih tinggi dibandingkan hutan sekunder dan kebun hutan. Terlihat beberapa spesies FamilyHutan primer menunjukkan keragaman burung pemakan buah yang lebih tinggi dibandingkan hutan sekunder dan kebun hutan. Terlihat beberapa spesies Family
UncenUncen thuringiensis. Berdasarkan deteksi toksisitas pada larva Anopheles, ditemukan bahwa 19 isolat memiliki tingkat toksisitas 50% atau lebih. Di antara 19thuringiensis. Berdasarkan deteksi toksisitas pada larva Anopheles, ditemukan bahwa 19 isolat memiliki tingkat toksisitas 50% atau lebih. Di antara 19
UncenUncen (41,31 %) untuk sapling. Meskipun proses regenerasi tergolong lambat, hutan tetap memiliki nilai ekologi tinggi sebagai sumber air, pencegah erosi, habitat(41,31 %) untuk sapling. Meskipun proses regenerasi tergolong lambat, hutan tetap memiliki nilai ekologi tinggi sebagai sumber air, pencegah erosi, habitat
BIOTROPBIOTROP Aplikasi FSE sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi 5 %–10 % menghasilkan jumlah polong terbesar serta hasil tertinggi, sementara aplikasiAplikasi FSE sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi 5 %–10 % menghasilkan jumlah polong terbesar serta hasil tertinggi, sementara aplikasi
Useful /
UNIKUUNIKU 106 Tahun 2018 dimana satwa jenis ini dilindungi keberadaannya. Penelitian ini dilakukan di Gunung Ciremai Taman Nasional terutama di Blok Balong Dalam.106 Tahun 2018 dimana satwa jenis ini dilindungi keberadaannya. Penelitian ini dilakukan di Gunung Ciremai Taman Nasional terutama di Blok Balong Dalam.
UICUIC Penelitian dilaksanakan di Kebun Kampus Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dariPenelitian dilaksanakan di Kebun Kampus Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari
UICUIC Arah tumbuh batang memanjat, arah tumbuh cabang membelit. Anggur juga merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang banyak digemari oleh masyarakat, karenaArah tumbuh batang memanjat, arah tumbuh cabang membelit. Anggur juga merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang banyak digemari oleh masyarakat, karena
UICUIC Tanaman kapulaga lokal di Kecamatan Pamijahan merupakan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan secara menyeluruh, mulai dari batang hingga bijinya. PengembanganTanaman kapulaga lokal di Kecamatan Pamijahan merupakan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan secara menyeluruh, mulai dari batang hingga bijinya. Pengembangan