LAPANLAPAN
Jurnal Teknologi DirgantaraJurnal Teknologi DirgantaraSatelit LAPAN-A3/IPB merupakan satelit mikro eksperimental yang memiliki misi penginderaan jauh sebagai salah satu misi utamanya. Dalam melaksanakan misi penginderaan jauh tersebut, satelit LAPAN-A3/IPB dilengkapi dengan muatan utama berupa kamera multispektral empat kanal (merah-hijau-biru-inframerah dekat) jenis pencitraan pushbroom dengan resolusi spasial 15 meter dan lebar sapuan 120 km serta resolusi radiometri 16 bit dan resolusi temporal 21 hari. Untuk menghasilkan data citra pengamatan yang memiliki kualitas standar setiap saat, salah satu kalibrasi yang harus dilakukan adalah kalibrasi radiometri vicarious yang dilakukan setelah satelit mengorbit. Penelitian ini menganalisis hasil kalibrasi radiometri vicarious untuk kamera multispektral satelit LAPAN-A3/IPB di wilayah bukit Jaddih Madura yang telah dilakukan pada tahun 2018 lalu. Dengan membandingkan data citra observasi yang dihasilkan satelit dan data radiansi hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan spektrometer, diperoleh koefisien radiansi yang menyatakan hubungan antara data digital number citra kamera multispektral dengan data radiansi sensor ToA (Top-of-Atmosphere). Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien radiansi yang dihasilkan kalibrasi radiometri vicarious di bukit Jaddih Madura tidak berbeda jauh dengan koefisien radiansi yang dihasilkan pada beberapa kalibrasi radiometri vicarious sebelumnya. Analisis temporal juga menunjukkan bahwa koefisien radiansi yang dihasilkan dengan menggunakan data observasi bukit Jaddih pada periode waktu lainnya juga menghasilkan nilai koefisien radiansi yang sama. Hasil menunjukkan koefisien radiansi kalibrasi vicarious di bukit Jaddih Madura pada kanal merah 0,00134; kanal hijau 0,00183; kanal biru 0,0036; dan kanal NIR 0,00143. Hasil kalibrasi radiometri vicarious yang dihasilkan cukup akurat. Namun, akurasi kalibrasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan data atmosfer yang dihasilkan sensor sunfotometer.
Kalibrasi vicarious di Bukit Jaddih Madura menghasilkan koefisien radiansi untuk kanal merah (0,00134), hijau (0,00183), biru (0,0036), dan NIR (0,00143) yang konsisten dengan nilai pada kalibrasi sebelumnya.Analisis temporal menunjukkan nilai koefisien tetap stabil dengan deviasi standar sekitar 15 %, meskipun belum dilakukan koreksi atmosferik.Oleh karena itu, akurasi kalibrasi sudah memadai namun dapat ditingkatkan dengan memperhitungkan faktor atmosfer dan menguji validitas koefisien pada berbagai tipe citra.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggabungan pengukuran sunfotometer secara simultan dapat meningkatkan koreksi atmosferik pada kalibrasi radiometri vicarious citra multispektral LAPAN-A3/IPB, sehingga menghasilkan nilai koefisien yang lebih akurat. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kemampuan transfer koefisien radiansi yang telah diperoleh ke jenis tutupan lahan dan kondisi musiman yang berbeda dengan melakukan kampanye kalibrasi di berbagai habitat di seluruh Indonesia, guna memastikan keuniversalan dan keandalan koefisien tersebut. Selanjutnya, pengembangan alur kerja otomatis yang mengintegrasikan data spektrometer lapangan dengan observasi satelit dapat memungkinkan pemantauan kontinu serta pembaruan parameter kalibrasi, sehingga stabilitas jangka panjang dapat dipantau selama beberapa tahun dan mengidentifikasi potensi degradasi sensor. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kualitas data penginderaan jauh, meningkatkan kepercayaan pengguna, dan mendukung aplikasi praktis dalam pemantauan lingkungan serta manajemen sumber daya alam.
| File size | 762.78 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSSHasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSS
IPBIPB Hasil uji kekuatan tarik pada sampel PBA1, PAB2, PAB3 berturut-turut 0,75 Mpa, 0,54 Mpa, dan 0,34 Mpa. Nilai elongation at break pada sampel PBA1 adalahHasil uji kekuatan tarik pada sampel PBA1, PAB2, PAB3 berturut-turut 0,75 Mpa, 0,54 Mpa, dan 0,34 Mpa. Nilai elongation at break pada sampel PBA1 adalah
IPBIPB Ikan hasil tangkapan utama meliputi ikan nila, ikan bada, ikan rinuak, ikan mas, dan ikan limbek. Lokasi penangkapan ikan tercemar oleh amonia, sampah,Ikan hasil tangkapan utama meliputi ikan nila, ikan bada, ikan rinuak, ikan mas, dan ikan limbek. Lokasi penangkapan ikan tercemar oleh amonia, sampah,
UncenUncen (37,61 %) untuk sapling, sementara pada 200 m tertinggi adalah Instia bijuga OK. (81,67 %) untuk pohon dan Mastixiodendron pachyclados K. Sch. (41,31 %)(37,61 %) untuk sapling, sementara pada 200 m tertinggi adalah Instia bijuga OK. (81,67 %) untuk pohon dan Mastixiodendron pachyclados K. Sch. (41,31 %)
BIOTROPBIOTROP Kombinasi perlakuan aplikasi sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi FSE 5 %–10 % menghasilkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah terbaik.Kombinasi perlakuan aplikasi sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi FSE 5 %–10 % menghasilkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah terbaik.
IPBIPB Model distribusi spesies dikembangkan menggunakan MaxEnt ver. 3. 4. 4, menghasilkan nilai AUC 0,887 dengan deviasi standar ±0,019, mengindikasikan modelModel distribusi spesies dikembangkan menggunakan MaxEnt ver. 3. 4. 4, menghasilkan nilai AUC 0,887 dengan deviasi standar ±0,019, mengindikasikan model
UNILAUNILA Penelitian ini menggunakan cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq. ) sebagai sampel dengan 6 ulangan dan 2 faktor yaitu letak aksial (pangkal, tengah,Penelitian ini menggunakan cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq. ) sebagai sampel dengan 6 ulangan dan 2 faktor yaitu letak aksial (pangkal, tengah,
UNILAUNILA Hasil menunjukkan tiga kategori kesesuaian habitat: tinggi (30%), sedang (22%), dan rendah (48%). Model ini memiliki akurasi tinggi dengan nilai AUC 0.Hasil menunjukkan tiga kategori kesesuaian habitat: tinggi (30%), sedang (22%), dan rendah (48%). Model ini memiliki akurasi tinggi dengan nilai AUC 0.
Useful /
IPBIPB Pengolahan lindi TPA penting untuk dilakukan untuk mengurangi potensi pencemaran air di lingkungan sekitarnya. Sistem constructed wetland dapat menjadiPengolahan lindi TPA penting untuk dilakukan untuk mengurangi potensi pencemaran air di lingkungan sekitarnya. Sistem constructed wetland dapat menjadi
IPBIPB Penelitian ini bertujuan menerapkan model SWAT di DAS Ciliwung Hulu dan mengevaluasi pengaruh curah hujan rata-rata selama 3, 5, 7, dan 10 hari terhadapPenelitian ini bertujuan menerapkan model SWAT di DAS Ciliwung Hulu dan mengevaluasi pengaruh curah hujan rata-rata selama 3, 5, 7, dan 10 hari terhadap
IPBIPB Perubahan tutupan hutan terbesar dikarenakan berubahnya hutan menjadi semak dan rumput sebesar 71%. Terdapat empat faktor yang diuji untuk memprediksiPerubahan tutupan hutan terbesar dikarenakan berubahnya hutan menjadi semak dan rumput sebesar 71%. Terdapat empat faktor yang diuji untuk memprediksi
UNILAUNILA Penjarangan hutan juga dapat meningkatkan stabilitas tegakan hutan dan dapat memfasilitasi perkembangan karakteristik pertumbuhan hutan tua. PenjaranganPenjarangan hutan juga dapat meningkatkan stabilitas tegakan hutan dan dapat memfasilitasi perkembangan karakteristik pertumbuhan hutan tua. Penjarangan