UNPARUNPAR
AgriPeatAgriPeatSifat kering tak balik atau hidrofobisitas merupakan salah satu sifat gambut yang digunakan untuk menentukan tingkat degradasi lahan gambut. Sifat hidrofobisitas gambut terjadi pada lahan gambut yang mengalami kebakaran atau kekeringan yang intensif akibat perubahan tutupan lahan gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dampak perubahan lahan terhadap sifat hidrofobisitas gambut berdasarkan spektra FTIR dan waktu penetrasi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat hidrofobik gambut dipengaruhi oleh perbedaan penggunaan lahan. Lahan terlantar atau semak belukar memiliki sifat hidrofobik yang lebih tinggi dibandingkan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit, yang ditunjukkan waktu penetrasi air yang lebih lama dan indeks hidrofobik berdasarkan metode FTIR. Gugus fungsi hidroksilat, hidroksi-fenolat, dan kandungan lignin yang tinggi menyebabkan sifat hidrofobik pada gambut.
Perbedaan penggunaan lahan menyebabkan variasi sifat hidrofobisitas gambut, dengan lahan semak belukar menunjukkan sifat hidrofobik tertinggi yang ditandai oleh waktu serap air (WPT) yang lambat dan nilai indeks hidrofobisitas FTIR tertinggi.Sifat hidrofobik ini selaras dengan nilai indeks hidrofobisitas berdasarkan spektra FTIR pada panjang gelombang tertentu.Senyawa organik seperti gugus karboksil, hidroksil fenolat, dan tingginya kandungan lignin merupakan penyebab utama hidrofobisitas pada gambut.
Pertama, peneliti dapat merancang studi pemantauan hidrofobisitas gambut secara musiman dengan melakukan pengukuran waktu penetrasi air (WPT) dan analisis spektra FTIR secara berkala di lahan gambut dengan berbagai penggunaan lahan sepanjang satu tahun. Dengan cara ini, akan diketahui seberapa cepat sifat hidrofobisitas berubah pada musim hujan dan musim kemarau, serta seberapa besar pengaruh fluktuasi muka air tanah terhadap komposisi gugus fungsi organik. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada percobaan restorasi lahan gambut melalui tindakan rewetting dan penanaman spesies vegetasi asli seperti Ramin atau Jelutung, kemudian memonitor perubahan sifat hidrofobisitas dan gugus fungsi organik menggunakan kombinasi metode FTIR dan WPT. Dengan menetapkan kontrol area yang tidak direstorasi, dapat diketahui efektivitas masing-masing perlakuan dalam memulihkan kondisi hidrofilik tanah gambut. Ketiga, penelitian baru dapat mengkaji hubungan antara tingkat hidrofobisitas permukaan gambut dan emisi gas rumah kaca seperti CO2 dan CH4 dengan menggabungkan pengukuran WPT, FTIR, dan alat flux chamber. Pendekatan ini dapat menjelaskan kontribusi kondisi permukaan kering yang bersifat hidrofobik terhadap laju pelepasan karbon dan membantu perencanaan mitigasi perubahan iklim di lahan gambut yang terdegradasi. Penelitian ini juga dapat membandingkan emisi di lahan semak belukar, sawit, dan karet untuk mengetahui korelasi spesifik antara hidrofobisitas dan sumber emisi karbon.
| File size | 257.3 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak penambangan pasir terhadap kondisi lahan dan air. Metode analisis meliputi perhitungan laju erosi menggunakanPenelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak penambangan pasir terhadap kondisi lahan dan air. Metode analisis meliputi perhitungan laju erosi menggunakan
SCIENCE TECH INDONESIASCIENCE TECH INDONESIA Ke depan, penelitian sebaiknya difokuskan pada optimasi metode ekstraksi carrageenan berbiaya rendah dan bermurni tinggi, rekayasa proses depolimerisasi,Ke depan, penelitian sebaiknya difokuskan pada optimasi metode ekstraksi carrageenan berbiaya rendah dan bermurni tinggi, rekayasa proses depolimerisasi,
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh tiga jenis pupuk, yaitu kompos kotoran kambing, urea, dan NPK, terhadap produktivitas rumput gajahPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh tiga jenis pupuk, yaitu kompos kotoran kambing, urea, dan NPK, terhadap produktivitas rumput gajah
BIOTROPBIOTROP Aplikasi FSE sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi 5 %–10 % menghasilkan jumlah polong terbesar serta hasil tertinggi, sementara aplikasiAplikasi FSE sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi 5 %–10 % menghasilkan jumlah polong terbesar serta hasil tertinggi, sementara aplikasi
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Ternak Jaya Bersama yang berkedudukan di Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang ProvinsiKegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Ternak Jaya Bersama yang berkedudukan di Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi
UNPARUNPAR Pengujian Tahap II secara in vivo dilakukan pada metabolit sekunder dengan penghambatan terbaik hasil uji pada Tahap I yaitu MT0: tanpa metabolit sekunderPengujian Tahap II secara in vivo dilakukan pada metabolit sekunder dengan penghambatan terbaik hasil uji pada Tahap I yaitu MT0: tanpa metabolit sekunder
UNPARUNPAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi teknis dan sosial ekonomi serta kesiapan masyarakat setempat untuk mengikuti kegiatan ini. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi teknis dan sosial ekonomi serta kesiapan masyarakat setempat untuk mengikuti kegiatan ini. Penelitian
UNILAUNILA Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku menggaram gajah Sumatera dan mengetahui kandungan garam mineral tanah di tempat gajah menggaram. PenelitianTujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku menggaram gajah Sumatera dan mengetahui kandungan garam mineral tanah di tempat gajah menggaram. Penelitian
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Aplikasi 10 ml Trichoderma sp 50% NPK mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bobot segar tanaman menyamai nilai yang diperoleh dengan aplikasi 100%Aplikasi 10 ml Trichoderma sp 50% NPK mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bobot segar tanaman menyamai nilai yang diperoleh dengan aplikasi 100%
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Jasminum Grand Duke of Tuscany sedangkan pada Faktor ke 2 menggunakan Penambahan konsentrasi Fruktosa K1: 10 g, K2: 20g, K3: 30g. Hasil dari kuantitasJasminum Grand Duke of Tuscany sedangkan pada Faktor ke 2 menggunakan Penambahan konsentrasi Fruktosa K1: 10 g, K2: 20g, K3: 30g. Hasil dari kuantitas
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Kemandirian dan pengetahuan petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum cukup memberi dampak yang positif terhadap kemampuan adaptasi petani.Kemandirian dan pengetahuan petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum cukup memberi dampak yang positif terhadap kemampuan adaptasi petani.
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Kombinasi perlakuan paling optimal diperoleh pada tanpa pemberian limbah baglog jamur tiram putih dengan penambahan kompos biochar sebanyak 1,25 kg. PerlakuanKombinasi perlakuan paling optimal diperoleh pada tanpa pemberian limbah baglog jamur tiram putih dengan penambahan kompos biochar sebanyak 1,25 kg. Perlakuan