UM-SORONGUM-SORONG
Casuarina: Environmental Engineering JournalCasuarina: Environmental Engineering JournalKualitas lingkungan yang baik sangat penting untuk mendukung kehidupan dan perkembangan masyarakat secara optimal. Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun aktivitas manusia, terutama pertanian, dapat memengaruhi kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lingkungan di Kecamatan Huu dengan fokus pada parameter kualitas air tanah, tanah, dan udara berdasarkan standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Sampling kualitas lingkungan dilakukan pada periode bulan basah (Februari–Maret 2023) di sembilan lokasi untuk air tanah, sepuluh lokasi untuk sampel tanah, dan lima lokasi untuk pemantauan udara di sekitar desa-desa di Kecamatan Huu. Analisis fisika, kimia, dan mikrobiologi dilakukan untuk menilai kualitas air dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa parameter air tanah, seperti warna, kekeruhan, dan total padatan terlarut (TDS), melebihi ambang batas yang ditetapkan, kemungkinan akibat zat organik alami, pelarutan mineral, dan aktivitas pertanian. Total koliform terdeteksi di beberapa titik yang mengindikasikan potensi kontaminasi limbah domestik, meskipun Escherichia coli tidak ditemukan. Konsentrasi logam berat Barium (Ba), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn) pada beberapa lokasi tanah melebihi baku mutu, diduga berhubungan dengan aktivitas pertanian dan karakter geologi aktif. Selain itu, kualitas udara untuk parameter kimia udara ambien masih tergolong baik, namun konsentrasi karbon monoksida (CO) perlu menjadi prioritas pemantauan karena berpotensi meningkat akibat aktivitas pembakaran limbah pertanian. Temuan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan yang adaptif di wilayah Huu guna menjaga keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat.
Beberapa parameter kualitas air tanah, seperti warna, kekeruhan, dan total padatan terlarut (TDS), melebihi ambang batas yang ditetapkan, diduga akibat keberadaan zat organik alami, pelarutan mineral batuan, serta aktivitas pertanian di sekitar lokasi.Analisis mikrobiologi mengidentifikasi keberadaan total koliform di beberapa titik, yang mengindikasikan potensi kontaminasi limbah domestik, termasuk ekskreta manusia dan hewan ternak, meskipun Escherichia coli tidak terdeteksi.Analisis tanah menunjukkan sebagian besar logam berat masih berada dalam batas normal, namun konsentrasi Barium (Ba), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn) pada beberapa lokasi melebihi baku mutu, yang kemungkinan terkait dengan aktivitas pertanian dan kondisi geologi aktif.Selain itu, kualitas udara untuk parameter kimia udara ambien masih tergolong baik.Namun, nilai konsentrasi karbon monoksida (CO) perlu menjadi prioritas pemantauan lingkungan mengingat adanya potensi peningkatan konsentrasi yang diakibatkan oleh aktivitas pembakaran limbah pertanian.Temuan ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan yang adaptif di wilayah Huu.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada dampak aktivitas pertanian terhadap kualitas lingkungan di Kecamatan Huu. Penelitian ini dapat menyelidiki hubungan antara penggunaan pupuk dan pestisida dengan peningkatan nilai total padatan terlarut (TDS) dalam air tanah. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai sumber dan penyebab kontaminasi mikroba, terutama total koliform, di air tanah dan air permukaan. Studi ini juga dapat mengeksplorasi strategi pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan, seperti pengomposan atau pengolahan limbah, untuk mengurangi dampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak aktivitas pembakaran limbah pertanian terhadap kualitas udara, khususnya konsentrasi karbon monoksida (CO), dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Dengan demikian, studi lanjutan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Huu.
| File size | 439.21 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UPIUPI Hasil menunjukkan variasi spasial‑temporal signifikan Fe, berkisar 0,75–7 mg L⁻¹ pada Januari dan 0,4–2,8 mg L⁻¹ pada Agustus, yangHasil menunjukkan variasi spasial‑temporal signifikan Fe, berkisar 0,75–7 mg L⁻¹ pada Januari dan 0,4–2,8 mg L⁻¹ pada Agustus, yang
IPBIPB Akumulasi logam berat dihitung melalui faktor konsentrasi di sedimen dan faktor biokonsentrasi (BCF) di organ ikan. Faktor konsentrasi logam berat di sedimenAkumulasi logam berat dihitung melalui faktor konsentrasi di sedimen dan faktor biokonsentrasi (BCF) di organ ikan. Faktor konsentrasi logam berat di sedimen
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES 796 penduduk miskin, rentan, dan disabilitas) menunjukkan bahwa sebagian besar sumber air tidak memenuhi standar pH, DO, TDS, kekeruhan, suhu, Mn, Fe,796 penduduk miskin, rentan, dan disabilitas) menunjukkan bahwa sebagian besar sumber air tidak memenuhi standar pH, DO, TDS, kekeruhan, suhu, Mn, Fe,
UNISAPUNISAP Penelitian evaluasi status mutu kualitas daerah aliran sungai Kali Dendeng menggunakan metode indeks pencemaran menunjukkan bahwa segmen 1 dan 2 masihPenelitian evaluasi status mutu kualitas daerah aliran sungai Kali Dendeng menggunakan metode indeks pencemaran menunjukkan bahwa segmen 1 dan 2 masih
IPBIPB Metode Delphi diterapkan untuk mencapai konsensus melalui dua putaran wawancara dengan para panelis. Perubahan tutupan lahan, jenis tutupan lahan, polusiMetode Delphi diterapkan untuk mencapai konsensus melalui dua putaran wawancara dengan para panelis. Perubahan tutupan lahan, jenis tutupan lahan, polusi
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Parameter kualitas air yang diuji: a) fisika: DO, pH, suhu dan salinitas diukur setiap hari; b) kimia: ammonia (TAN dan UIA), nitrit, nitrat dan fosfatParameter kualitas air yang diuji: a) fisika: DO, pH, suhu dan salinitas diukur setiap hari; b) kimia: ammonia (TAN dan UIA), nitrit, nitrat dan fosfat
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil: Rata-rata kadar besi sebelum perlakuan adalah 0,126 mg/l dan setelah perlakuan 0,02 mg/l. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,042 (p < 0,05),Hasil: Rata-rata kadar besi sebelum perlakuan adalah 0,126 mg/l dan setelah perlakuan 0,02 mg/l. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,042 (p < 0,05),
ITENASITENAS Parameter kualitas air sungai yang melebihi baku mutu yaitu BOD, Nitrit, Klorin Bebas, Timbal, dan Fenol. Daerah genangan Waduk Cirata, parameter yangParameter kualitas air sungai yang melebihi baku mutu yaitu BOD, Nitrit, Klorin Bebas, Timbal, dan Fenol. Daerah genangan Waduk Cirata, parameter yang
Useful /
PCMKRAMATJATIPCMKRAMATJATI Kedua model ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan komunikasi matematis siswa melalui pendekatanKedua model ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan komunikasi matematis siswa melalui pendekatan
IPBIPB 5. Hasil menunjukkan bahwa korelasi antara hotspot dengan tingkat muka air tanah sebesar –0,408 (p‑value 0,001) menandakan hubungan negatif moderat,5. Hasil menunjukkan bahwa korelasi antara hotspot dengan tingkat muka air tanah sebesar –0,408 (p‑value 0,001) menandakan hubungan negatif moderat,
IPBIPB 546 PCA1 13.057 PCA2 – 7. 722 PCA4 (R² = 0,612), di mana PCA1 terdiri dari P tersedia, K tersedia, dan CEC; PCA2 terdiri dari kejenuhan dasar, populasi546 PCA1 13.057 PCA2 – 7. 722 PCA4 (R² = 0,612), di mana PCA1 terdiri dari P tersedia, K tersedia, dan CEC; PCA2 terdiri dari kejenuhan dasar, populasi
UNYUNY Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan retrospektif, dilaksanakan di tiga taman kanak-kanak berstatus akreditasi A di Kelurahan Jagakarsa,Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan retrospektif, dilaksanakan di tiga taman kanak-kanak berstatus akreditasi A di Kelurahan Jagakarsa,