UNPARUNPAR
AgriPeatAgriPeatTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder Trichoderma longibrachiatum dan Trichoderma viride mengendalikan penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) pada buah pepaya pascapanen. Pengujian tahap I secara in vitro dengan perlakuan M0 : tanpa metabolit sekunder; M2 : metabolit sekunder Trichoderma longibrachiatum dan M3 : metabolit sekunder Trichoderma viride. Pengujian Tahap II secara in vivo dilakukan pada metabolit sekunder dengan penghambatan terbaik hasil uji pada Tahap I yaitu MT0 : tanpa metabolit sekunder dan tanpa patogen; MT1 : tanpa metabolit sekunder diberi patogen; dan MT2 : metabolit sekunder T. longibrachiatum dan patogen. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa metabolit sekunder T. longibrachiatum menghasilkan zona hambat terbaik sebesar 30,47 mm dikategorikan sangat kuat. Metabolit sekunder berpengaruh terhadap morfologi hifa patogen seperti terpelintir, lisis, menyusut atau mengecil dan mengalami pembengkakan. Tidak terdapat perbedaan masa inkubasi patogen pada semua perlakuan yaitu gejala awal nampak pada hari ke 5. Diameter kerusakan buah terendah sebesar 1,93 mm pada perlakuan metabolit sekunder T.longibrachiatum (MT2) dengan keparahan penyakit hanya 16,66 % dibandingkan dengan perlakuan tanpa metabolit sekunder (MT1) sebesar 51,6 %. Pelapisan buah (coating) dengan metabolit sekunder T. longibrachiatum mampu memperpanjang umur simpan buah pepaya menjadi 8,33 hari dibandingkan dengan kontrol hanya 6,73 hari.
Berdasarkan pengujian secara in vitro Trichoderma longibrachiatum dan Trichoderma viride menghasilkan kemampuan penghambatan yang sangat kuat dan kuat dengan zona hambat masing-masing dengan sebesar 30,05 mm dan 19,17 mm terhadap perkembangan penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides).longibrachiatum sebagai pelapis (coating) buah pepaya pascapanen mampu menghambat perkembangan penyakit antraknosa berdasarkan diameter kerusakan buah lebih kecil (1,93 mm), keparahan penyakit hanya 16,66 %, dan umur simpan buah menjadi lebih lama yaitu menjadi 8,33 hari.Aplikasi metabolit sekunder yang berasal dari T.longibrachiatum dapat menjadi alternatif pengendalian penyakit antraknosa pada buah pepaya pascapanen karena lebih aman dan ramah lingkungan.
Sebuah penelitian lanjutan bisa menguji apakah kombinasi metabolit sekunder dari Trichoderma longibrachiatum dan Trichoderma viride dapat memberikan penghambatan yang lebih kuat terhadap penyakit antraknosa pada buah pepaya, sehingga mengurangi jumlah jamur yang digunakan dan meningkatkan efektivitas pengendalian secara keseluruhan. Selain itu, studi bisa mengeksplorasi bagaimana perubahan konsentrasi metabolit sekunder mempengaruhi umur simpan buah pepaya di kondisi penyimpanan berlainan seperti suhu rendah atau tinggi, untuk menemukan dosis optimal yang memperpanjang kesegaran buah tanpa biaya tambahan yang tinggi. Lebih lanjut, penelitian dapat menyelidiki respons berbagai varietas pepaya terhadap coating ini di lingkungan lapangan, termasuk varietas lokal versus unggul, untuk mengetahui apakah ada perbedaan daya tahan terhadap antraknosa berdasarkan genetik buah. Hal ini bisa mengarah pada rekomendasi spesifik untuk petani guna memilih varietas yang paling cocok dengan metode coating ini. Dengan mengembangkan uji lapangan tersebut, penelitian juga bisa menilai dampak jangka panjang terhadap kualitas nutrisi buah setelah penyimpanan, seperti kadar vitamin atau rasa, untuk memastikan bahwa coating tidak merusak nilai gizi pepaya. Selanjutnya, eksperimen lanjutan dapat mencoba menggabungkan metabolit sekunder dengan bahan pelapis alami lain seperti bahan dari tanaman lokal, untuk melihat apakah ada sinergi yang meningkatkan perlindungan tanpa meningkatkan biaya produksi. Pada akhirnya, penelitian bisa fokus pada mekanisme molekuler di balik bagaimana metabolit sekunder menginduksi pertahanan buah terhadap infeksi, dengan menggunakan teknik seperti analisis genetik untuk mengungkap proses internal yang terjadi selama coating. Dengan begitu, penelitian ini dapat menyediakan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk aplikasi praktis di dunia pertanian, termasuk melatih petani tentang teknik coating yang sederhana dan aman. Keseluruhan pendekatan ini akan membantu dalam mengembangkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi kehilangan hasil panen akibat antraknosa, sambil mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan yang penting bagi masyarakat awam.
| File size | 264.8 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Pot organik dengan nilai rasio C/N rendah memiliki peningkatan rata-rata tinggi dan diameter tanaman lebih tinggi dibandingkan pot organik dengan nilaiPot organik dengan nilai rasio C/N rendah memiliki peningkatan rata-rata tinggi dan diameter tanaman lebih tinggi dibandingkan pot organik dengan nilai
IPBIPB Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu minimum untuk menghasilkan kompos dari kulit singkong dan kotoran kambing dengan parameter pH sesuai SNI adalahPenelitian ini menyimpulkan bahwa waktu minimum untuk menghasilkan kompos dari kulit singkong dan kotoran kambing dengan parameter pH sesuai SNI adalah
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan emisi GRK rata-rata 0. 08 TCO2e/TFFB/Tahun, dengan aktivitas pemupukan menyumbang 0. 07 TCO2e/TFFB/Tahun. Pemanfaatan limbahHasil penelitian menunjukkan emisi GRK rata-rata 0. 08 TCO2e/TFFB/Tahun, dengan aktivitas pemupukan menyumbang 0. 07 TCO2e/TFFB/Tahun. Pemanfaatan limbah
IPBIPB Konsentrasi logam berat Cd dan Pb di dalam air sungai dan sumur di sekitar area TPA Wukirsari Gunungkidul berfluktuasi tergantung dari musim pada saatKonsentrasi logam berat Cd dan Pb di dalam air sungai dan sumur di sekitar area TPA Wukirsari Gunungkidul berfluktuasi tergantung dari musim pada saat
IPBIPB mangium. Produktivitas padi dalam model tumpangsari adalah 3,3 ton ha-1 yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemanfaatan pertanian berpindah di hutanmangium. Produktivitas padi dalam model tumpangsari adalah 3,3 ton ha-1 yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemanfaatan pertanian berpindah di hutan
UNSOEDUNSOED Aktivitas antioksidan yang ditentukan menggunakan uji DPPH menunjukkan kapasitas hambatan radikal yang tinggi hingga sangat tinggi, terutama pada SmRTdAktivitas antioksidan yang ditentukan menggunakan uji DPPH menunjukkan kapasitas hambatan radikal yang tinggi hingga sangat tinggi, terutama pada SmRTd
SAINSSAINS Selain itu, petani juga menanggung biaya distribusi hasil tani ke pasar. Fenomena ini berdampak pada kesejahteraan petani, di mana sebagian besar petaniSelain itu, petani juga menanggung biaya distribusi hasil tani ke pasar. Fenomena ini berdampak pada kesejahteraan petani, di mana sebagian besar petani
POLKESBANPOLKESBAN Ekoenzim dapat dimanfaatkan sebagai pembersih piring, pencuci buah dan sayur, serta penyubur tanaman dan aktivator kompos. Dengan demikian, ekoenzim berkontribusiEkoenzim dapat dimanfaatkan sebagai pembersih piring, pencuci buah dan sayur, serta penyubur tanaman dan aktivator kompos. Dengan demikian, ekoenzim berkontribusi
Useful /
UPNYKUPNYK Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus yang mengambil semua karyawan sebagai sampel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakanTeknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus yang mengambil semua karyawan sebagai sampel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan korelasi antara topik yang menarik dari bacaan teks dan pemahaman bacaan siswa. Metode yang digunakanTujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan korelasi antara topik yang menarik dari bacaan teks dan pemahaman bacaan siswa. Metode yang digunakan
UNPARUNPAR Perbedaan penggunaan lahan menyebabkan variasi sifat hidrofobisitas gambut, dengan lahan semak belukar menunjukkan sifat hidrofobik tertinggi yang ditandaiPerbedaan penggunaan lahan menyebabkan variasi sifat hidrofobisitas gambut, dengan lahan semak belukar menunjukkan sifat hidrofobik tertinggi yang ditandai
UNPARUNPAR ha-1 dan bokashi kalakai (K3) 25 ton. ha-1 mampu meningkatkan hasil bawang merah dengan perolehan hasil berat kering umbi 45,33 g. tanaman-1. Interaksiha-1 dan bokashi kalakai (K3) 25 ton. ha-1 mampu meningkatkan hasil bawang merah dengan perolehan hasil berat kering umbi 45,33 g. tanaman-1. Interaksi